Surah Ghafir : Ayat 2
تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
"Diturunkan Kitab ini (Al Quran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Di ayat-ayat terakhir surah az-zumar, Al-Qur'an menggambarkan bagaimana perlakuan yang ditetapkan oleh Allah terhadap orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Salah satu penyebab dari terjadinya dua bentuk perlakukan tersebut adalah sikap mereka terhadap Al-Qur'an. Oleh sebab itu, ayat-ayat berikut di awal surah ini menegaskan kembali kebenaran Al-Qur'an itu. Kitab ini yakni Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, wahai nabi Muhammad, benar-benar dari Allah yang mahaperkasa lagi maha mengetahui. 3. Dia Allah yang maha pengampun, mengampuni dosa dan menerima tobat bagi orang yang mau memohon ampunan dan bertobat, dan pada waktu yang bersamaan juga sangat keras hukuman-Nya; serta dia juga yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain dia. Hanya kepada-Nya saja-lah semua makhluk kembali.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Adapun huruf-huruf hija’iyyah telah dijelaskan dalam permulaan surah Al-Baqarah dengan keterangan yang tidak perlu diulangi lagi di sini. Dikatakan bahwa (Ha Mim) adalah salah satu dari nama Allah. mereka memperkuatnya dengan satu bait: “Dia mengingatkanku kepada Ha Mim saat tombak telah beradu, maka mengapa dia tidak membaca Ha Mim sebelum berperang. Firman Allah: (Diturunkan Kitab ini (Al-Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (2)) yaitu penurunan kitab ini adalah dari Allah yang mempunyai Keperkasaan dan Pengetahuan, tidak DzatNya dapat dijangkau, dan tidak ada suatu dzarrah pun yang tersembunyi bagiNya, sekalipun penghalangnya berlapis-lapis. Firman Allah: (Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat) yaitu Dzat yang mengampuni dosa yang telah lalu dan menerima taubat di masa yang akan datang bagi orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya. Firman Allah: (lagi keras hukuman-Nya) yaitu terhadap orang yang membangkang, melampaui batas, memilih kehidupan dunia, menentang perintah-perintah Allah, dan berbuat zalim. Ini sebagaimana firmanNya: (Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (49) dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (50)) (Surah Al-Hijr) Kedua sifat ini sering dikaitkan dalam berbagai tempat dalam Al-Qur'an, agar seorang hamba selalu berada dalam harapan dan takut kepadaNya. Firman Allah: (Yang mempunyai karunia) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah keluasan dan kecukupan. Demikian juga dikatakan Mujahid dan Qatadah. Qatadah berkata bahwa Dzat yang mempunyai nikmat dan keutamaan. Makna yang dimaksud adalah bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang melimpahkan karunia kepada hamba-hambaNya yang merasa tidak puas dengan pemberian dan nikmat yang telah ada pada mereka, yang semua itu tidak akan mampu mereka syukuri satu pun darinya. (Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya) (Surah Ibrahim: 34) Firman Allah: (Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia) yaitu tidak ada tandingan bagiNya dalam semua sifatNya. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia (Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk)) yaitu tempat kembali, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya (dan Dialah Yang Maha Cepat hisab(perhitungan)Nya) (Surah Ar-Ra'd:41)
Tafsir As-Sa'di
1-3. Allah subhnahu wata’ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang agung, yaitu bahwa sesungguhnya ia berasal dan diturunkan dari sisi Allah yang berhak dipuja dan disembah, karena kemahasempurnaan-nya dan keesaan-Nya dalam segala perbuatan-Nya. “Yang Maha Perkasa” yang dengan keperkasaan-Nya Dia menundukan semua makhluk. “Yang Maha Mengetahui” segala sesuatu. “yang Mengampuni dosa” dari orang-orang yang berbuat dosa. “Dan Menerima taubat” dari orang-orang yang betaubat. “Lagi keras hukuman-Nya” terhadap siapa saja yang lancang berbuat dosa dan tidak bertaubat darinya. “yang mempunyai karunia”, maksudnya, pemilik karunia dan kebaikan yang menyeluruh. Setelah Allah menetapkan sebagian dari kemahasempurnaan-Nya, dan hal itu memastikan bahwa hanya Dia saja yang berhak disembah, yang amal ibadah hanya dimurnikan untuk-Nya, maka karena itu Dia kemudian berfirman, “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Hanya kepada-Nya lah (semua makhluk) kembali.” Sisi korelasi penyebutan turunnya al-Quran dari sisi Allah yang mempunyai sifat-sifat tersebut tadi adalah bahwa sifat-sifat tersebut memastikan seluruh makna yang terkandung di dalam al-Quran. Karena itu, sesungguhnya al-Quran boleh jadi adalah informasi tentang nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah, dan ini adalah nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan dan boleh jadi informasi tentang hal yang gaib yang telah lalu dan yang akan datang, dan ini adalah pemberitahuaan dari yang Maha Mengetahui kepada hamba-hamba-Nya. Boleh jadi pula informasi tentang karunia-karunia-Nya yang sangat besar dan nikmat-nikmatNya yang luar biasa dan segala perintah yang mengantarkan kepada nikmat tersebut. Yang demikian ini ditunjukan oleh firmanNya “Yang mempunyai karunia”. Boleh jadi juga informasi tentang hukumannya yang sangat keras dan hal apa saja yang menyebabkan dan memastikan dari berbagai perbuatan maksiat. Hal ini ditunjukan oleh firmanNya “yang amat keras hukumanNya”. Boleh jadi juga seruan kepada orang-orang yang berdosa untuk bertaubat, berinabah dan memohon ampunan (kepada Allah). Ini diisyaratkan oleh firmanNya, “Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukumanNya”. Boleh jadi juga ini informasi bahwa hanya Dia yang berhak diibadahi dan disembah, kemudian berbagai dalil aqli dan naqli dikemukakan untuknya, himbauan untuk beribadah kepadaNya dan larangan beribadah kepada selain Dia, serta penegakan argument-argumen naqli dan aqli terhadap ketidak benaran penyembahan kepada selain Allah itu serta ancaman nya. itulah sebabnya Dia berfirman, “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia”. Serta boleh jadi juga informasi tentang balsanNya yang sangat adil dan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik serta siksaan bagi orang-orang yang durhaka. Hal ini diisyaratkan oleh firmanNya, “Hanya kepadaNya-lah (semua makhluk) kembali.” Itulah yang dicakup di dalam al-Quran berupa al-Matholib al-‘Aliyah (nilai-nilai yang luhur).
Tafsir Al-Wajiz
2. Al-quran ini diturunkan dengan kebenaran bukan dusta. Dari sisi Allah Yang Maha Perkasa, Maha Penakluk dan tidak terkalahkan. Yang Maha Luas Pengetahuan-Nya terhadap keadaan makhluk-Nya
Tafsir Al-Muyassar
Diturunkannya al-Qur’an kepada nabi Muhammad adalah dari sisi Allah yang Mahaperkasa yang dengan keperkasaanNya mengalahkan seluruh makhluk, juga maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir Al-Madinah
2. Allah memuji al-Qur’an ini, ia adalah kitab yang diturunkan Allah Yang Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Mengetahui segala keadaan makhluk-Nya.
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Diturunkannya Al-Qur`ān kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah dari Allah yang Maha Perkasa, yang tidak ada seorang pun bisa mengalahkannya, yang Maha mengetahui kemaslahatan hamba-hamba-Nya.
Tafsir Zubdatut
2. (Diturunkan Kitab ini (Al Quran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) Yakni al-Qur’an benar-benar diturunkan oleh Allah, dan bukan kedustaan yang dibuat atas namanya. Makna () yakni Maha Perkasa dan Kuasa. Dan () yakni Maha Mengetahui makhluk-makhluk-Nya dan apa yang mereka katakan dan lakukan.
Tafsir Ash-Shaghir
Diturunkannya kitab ini dari Allah Yang Maha perkasa lagi Maha Mengetahui
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang kitab-Nya yang agung, bahwa ia turun dari Allah Tuhan yang berhak disembah karena kesempurnaan-Nya dan karena Dia yang sendiri dengan perbuatan-Nya. Dengan keperkasaan-Nya Dia tundukkan semua makhluk.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Mu’min ayat 2: (Diturunkan Kitab ini) yakni Alquran, menjadi Mubtada (dari Allah) Khabar Mubtada (Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya.