Surah Al-Qadr : Ayat 2
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tahukah kamu, wahai nabi Muhammad, apakah malam kemuliaan dan keagungan itu' ungkapan lailatul qadr baru disebut oleh Al-Qur'an dalam ayat pertama surah ini sehingga Allah perlu menjelaskan artinya dan menggugah perhatian nabi tentangnya. 3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa malam qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an di malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) (Surah Ad-Dukhan: 3) yaitu Lailatul Qadar yang ada dalam bulan Ramadhan, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al-Qur’an) (Surah Al-Baqarah: 185) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sekaligus dari Lauhil Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara terpisah-pisah sesuai dengan kejadian-kejadian dalam masa dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah SAW. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengagungkan perkara Lailatul Qadar yang dikhususkan dengan diturunkan di dalamnya. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3)) Karena melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar sebanding pahala melakukan ibadah selama seribu bulan, telah disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala Allah, maka diampunilah baginya semua dosanya yang terdahulu” Firman Allah: (Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan (4)) yaitu banyak malaikat yang turun di malam kemuliaan ini karena banyaknya keberkahannya. Dan para malaikat turun bersamaan dengan turunnya keberkahan dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur'an dibacakan dan mengelilingi perkumpulan yang melakukan dzikir dan meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu dengan benar karena menghormatinya. Adapun tentang kata “ar-ruh” di sini, dikatakan bahwa yang dimaksud adalah malaikat Jibril yang hal ini termasuk “athaf khas ‘alal ‘am”. Dikatakan juga bahwa “ar-ruh” adalah malaikat tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah An-Naba’. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Malam itu (penuh) kesejahteraan) dia berkata, yaitu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan atau melakukan gangguan padanya. Qatadah dan lainnya berkata yaitu semua urusan ditetapkan di dalamnya dan semua ajal serta rezeki ditakdirkan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (4)) (Surah Ad-Dukhan) Firman Allah: (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) diriwayatkan dari Asy-Sya'bi tentang firmanNya: (untuk mengatur segala urusan (4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) dia berkata yaitu salamnya para malaikat di malam Lailatul Qadar kepada orang-orang yang ada di dalam masjid sampai fajar terbit. Qatadah dan Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (malam itu (penuh) kesejahteraan) yaitu semuanya baik, tidak ada suatu keburukan pada malam itu sampai matahari terbit
Tafsir As-Sa'di
2. Selanjutnya Allah memperbesar dan memperagung kondisinya seraya berfirman, “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” yakni, kondisinya yang amat agung dan nilai pentingnya yang besar.
Tafsir Al-Wajiz
2. Dan apakah kamu mengetahui wahai Nabi SAW tentang malam ini dan keutamaannya?
Tafsir Al-Muyassar
Tahukah kamu (wahai nabi) apa itu malam qadar dan mulia?
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Tahukah kamu -wahai Nabi- kebaikan dan berkah yang ada di dalam malam ini?
Tafsir Zubdatut
2. (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?) Terdapat pendapat mengatakan: dinamakan malam lailatul qadar karena Allah pada malam itu menetapkan apa yang Dia kehendaki segala urusan yang akan terjadi pada satu tahun kedepan. Pendapat lain mengatakan: dinamakan demikian karena malam itu memiliki kemuliaan dan kedudukan yang besar.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ) . Jika saat-saat malam itu hanya sebatas 10 jam, maka setiap jamnya dapat didibaratkan setara dengan 8 tahun lebih, dan tiap detiknya setara dengan 50 hari, maka rugilah orang-orang yang melewatkan malam itu dengan kelalaian. 2 ) . Berapa banyak keistimewaan yang dimiliki oleh malam ini ? mulai dari kemuliaan apa yang diturunkan pada malam itu, kemuliaan watunya, dan kemuliaan ibadah-ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam itu, dan kemuliaan malaikat-malaikat yang mereka bergantian turun pada malam itu, serta kemuliaan ketaatan seorang hamba yang tidak dibatasi oleh waktu, dan kemuliaan malam itu dikuat lagi dengan : { } , sungguh merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan malam yang mulia ini.
Tafsir Ash-Shaghir
Tahukah kamu apakah Lailatul qadar itu} malam kemuliaan dan keutamaan
Tafsir Hidayatul
Kalimat ini untuk membesarkan malam Lailatul Qadr.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qadr ayat 2: 1-2. Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya (Muhammad ﷺ) bahwasanya Allah menurunkan Al Qur’an ini pada malam Al Qadar. Kemudian Allah berkata : Apa yang engkau ketahui wahai Nabi Allah tentang malam Al Qadar ? Telah disebutkan bahwa Al Qur’an semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz kemudian menuju langit dunia pada malam Al Qadar, kemudian turun perlahan-lahan (satu persatu) atas Nabi ﷺ sesuai dengan kejadian-kejadian nyata dan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki atas alur kehidupannya (Nabi ﷺ) dari awal tahun pembebanan kerisalahan sampai menjelang tahun wafatnya. Dinamakan malam Al Qadar karena Allah mentakdirkan di dalamnya kejadian-kejadian pada keseluruhan tahun.