Surah Taha : Ayat 20
فَأَلْقَىٰهَا فَإِذَا هِىَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ

"Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat."

Tafsir Ringkas Kemenag
Tanpa menunggu lama, selanjutnya nabi musa segera melemparkan tongkat itu ke tanah, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap ke sana ke mari dengan cepat. 21. Melihat perubahan wujud tongkatnya menjadi ular, nabi musa merasa takut. Dia berfirman untuk menenangkan hati nabi musa, 'wahai musa, peganglah ia. Ambillah ular itu dan jangan takut. Kami akan mengembalikan wujud-Nya kepada keadaannya semula, dari ular menjadi tongkat kembali. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-21 Ini merupakan bukti dari Allah SWT kepada nabi Musa, mukjizat yang agung, dan peristiwa yang luar biasa yang menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hal sepert itu selain Allah SWT bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat men­datangkannya kecuali seorang nabi yang diutus. Firman Allah SWT: (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa (17)) Sebagian mufasir berkata,”Sesungguhnya Allah berfirman demikian kepadanya dengan maksud mengingatkan. DIkatakan juga bahwa se­sungguhnya Allah SWT mengatakan demikian kepadanya dengan maksud menetapkan. Yaitu sesuatu yang ada di tangan kananmu yang merupakan tongkat yang kamu kenali, kamu akan melihat apa yang akan Kami lakukan terhadapnya sekarang. (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? (17)) istifham yang mengandung makna penetapan (Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya”) yaitu aku menjadikannya sebagai pegangan dalam berjalan ("dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku”) yaitu aku menggoyangkan tangkai pohon agar daunannya rontok untuk menggembala kambingku. Firman Allah: (dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya) yaitu untuk kebaikan, manfaat, dan kegunaan lainnya. Firman Allah: (Allah berfirman, "Lemparkanlah itu, hai Musa!" (19)) yaitu lemparkanlah tongkat yang kamu pegang di tanganmu itu, waha Musa (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20) yaitu menjadi ular yang sangat besar dan panjang serta bergerak sangat cepat. Tiba-tiba tongkat itu bergerak dan berubah menjadi ular yang sangat cepat gerakannya, dan itu merupakan ular yang paling cepat gerakannya, tetapi itu lebih kecil. Hal ini tetap menunjukkan makna yang besar dan sangat cepat gerakannya, (merayap dengan cepat) maknannya adalah merayap dan bergerak Oleh karena itu Allah berfirman (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula) yaitu kepada keadaan yang biasa kamu kenal sebelumnya
Tafsir As-Sa'di
19-20. Allah berfirman kepadanya, “Lemparkanlah ia, hai Musa!” lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat,” berubah dengan izin Allah menjadi seekor ular yang besar, maka, Musa berpaling melarikan diri (darinya) dengan rasa takut, tanpa menoleh ke belakang lagi. Penyebutan sifat ia (ular itu) merayap cepat untuk menangkis prasangka yang mungkin muncul. Yakni, prasangka bahwa kejadian itu merupakan takhyil (penipuan mata saja) tidak ada kenyataannya. Jadi, sifatnya “merayap dengan cepat” dapat menepis prasangka itu.
Tafsir Al-Wajiz
20. Lalu Musa melemparkan tongkatnya di atas bumi. Seketika tongkat itu berubah menjadi ular yang berjalan dengan cepat dan lincah dengan penggambaran yang baik. Lalu Musa takut dan lari darinya.
Tafsir Al-Muyassar
Maka Musa melemparkannya di atas permukaan tanah, maka dengan kehendak Allah tiba-tiba menjelma menjadi seekor ular hidup yang bergerak cepat. Musa menyaksikan suatu kejadian yang sangat aneh itu dan membalikkan badan untuk lari.
Tafsir Al-Mukhtashar
20. Lalu Musa pun melemparkannya. Tiba-tiba saja ia berubah menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat dan ringan.
Tafsir Zubdatut
20. (Lalu dilemparkannyalah tongkat itu) Musa melemparkannya ke atas tanah. (maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat) Yakni merayap dengan lincah dan cepat. Ketika Musa melihatnya demikian ia takut dan berlari kebelakang tanpa menoleh.
Tafsir Ash-Shaghir
Lalu dia melemparkannya. Tiba-tiba tongkat itu menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat} merayap dengan cepat dan lincah
Tafsir Hidayatul
Surat Thaha ayat 20: Kemudian Musa ‘alaihis salam lari karena takut dan tidak menoleh. Disebutkan sifat ular tersebut, yakni merayap dengan cepat untuk menghilangkan persangkaan yang mungkin timbul, yaitu bahwa ular itu hanya sebatas khayalan tidak ada hakikatnya, maka ketika disebutkan perkataan “merayap dengan cepat” hilanglah sangkaan itu.