Surah As-Sajdah : Ayat 20
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُوا۟ فَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَآ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

"Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan adapun orang-orang yang fasik, kafir, dan melenceng dari ketaatan kepada Allah, maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Di sana mereka merasakan siksaan setiap saat, sehingga setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka dengan nada hinaan dan ejekan, 'rasakanlah azab neraka yang di dunia dahulu kamu dustakan. ' inilah balasan setimpal bagi orang zalim dan fasik. 21. Sebelum mendapat azab di akhirat, orang-orang kafir itu sebenarnya sudah tertimpa azab di dunia. Dan pasti kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat, yakni di dunia, berupa bermacam musibah sebelum azab yang lebih besar di akhirat nanti. Itu semua Allah timpakan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, bahkan yang durhaka. Allah sudah memberi peringatan tetapi mereka tidak menyadari.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 18-22 Allah SWT memberitahukan tentang keadilan dan kemuliaanNya, bahwa di hari kiamat Dia tidak akan menyamakan keputusanNya antara orang yang beriman kepada ayat-ayatNya, mengikuti para rasulNya, dan orang fasik, yaitu orang yang keluar dari ketaatan kepada Tuhannya dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu (21)) (Surah Al-Jatsiyah) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama (18) yaitu di sisi Allah pada hari kiamat. (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh) yaitu, hatinya membenarkan ayat-ayat Allah dan mengamalkan sesuai dengan petunjuknya, yaitu amal-amal shalih (maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman) yaitu yang di dalamnya terdapat tempat-tempat tinggal, gedung-gedung, dan rumah-rumah yang tinggi (sebagai pahala) yaitu, sebagai jamuan dan kehormatan (terhadap apa yang telah mereka kerjakan (19) Dan adapun orang-orang yang fasik) yaitu keluar dari jalan ketaatan (tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya) sebagaimana firmanNya: (Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya…) (Surah Al-Hajj: 22). Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata,”Demi Allah, sesungguhnya tangan-tangan mereka benar-benar terikat dan kaki-kaki mereka benar-benar terbelenggu, dan sesungguhnya nyala api mengangkat mereka dan para malaikat memukul mereka" (dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”) yaitu dikatakan hal itu kepada mereka dengan maksud mengecam dan mencela Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan azab yang dekat adalah musibah-musibah di dunia, penyakit dan malapetaka, serta cobaan yang menimpa keluarganya, berupa cobaan yang diujikan Allah kepada para hambaNya agar mereka bertaubat kepadaNya. Diriwayatkan hal yang serupa dari Ubay bin Ka'b, Abu Al-’Aliyah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha'i. Ibnu Abbas berkata dalam suatu riwayat darinya, bahwa yang dimaksud adalah ditegakkannya hukuman-hukuman atas mereka. Diriwayatkan dari Abdullah tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) dia berkata bahwa yang dimaksud adalah paceklik yang menimpa mereka Firman Allah SWT: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling darinya?) yaitu tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang diperingatkan ayat-ayat Allah, dijelaskan dengan terang oleh ayat-ayat Allah kepadanya, kemudian setelah itu dia meninggalkan, mengingkari, berpaling, dan berpura-pura melupakannya seakan-akan dia tidak mengenalnya Oleh karena itu maka Allah SWT mengancam orang yang berbuat demikian: (Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa) yaitu, Aku akan membalas orang yang berbuat demikian dengan pembalasan yang keras
Tafsir As-Sa'di
20. “Dan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka,” maksudnya, tempat tinggal mereka dan tempat keabadian mereka adalah neraka, yang mencakup segala bentuk azab dan kesengsaraan, bahkan siksaan tidak dihentikan di dalamnya sesaat pun, “setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya.” Setiap kali kehendak mereka berbisik kepada mereka untuk keluar karena azab yang menimpa telah benar-benar mencapai puncaknya, maka mereka dikembalikan lagi kepadanya. Maka hilanglah dari mereka ruh keselamatan itu dan makin dahsyatlah kesengsaraan menima mereka, “dan dikatakan kepada mereka, ‘Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustkannya’.” Demikianlah siksa neraka yang menjadi temat tinggal dan kediaman mereka. Sedangkan azab yang terjadi sebelum itu dan sebagai pengantar (muqaddimahnya) adalah azab di alam barzakh. Azab ini disebutkan dalam FirmanNya.
Tafsir Al-Wajiz
20. Adapun orang-orang yang mendustkan Allah dan rasul-Nya, maka tempat tinggal mereka adalah neraka. Mereka akan dihina dan direndahkan dengan perkataan: “Rasakanlah azab neraka yang dulu kalian dustakan di dunia.” Neraka dinamakan tempat penghinaan terhadap mereka, sebagaimana orang kafir itu digambarkan dalam neraka oleh Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia
Tafsir Al-Muyassar
Adapun orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan menjalankan kemaksiatan kepadaNya, tempat tinggal mereka adalah Jahanam, setiap kali mereka ingin keluar darinya, mereka langsung dikembalikan ke dalamnya. Dikatakan kepada mereka sebagai penghinaan dan perendahan, “Rasakanlah siksa neraka yang dulu kalian dustakan di dunia.”
Tafsir Al-Madinah
20. Adapun orang-orang yang menentang perintah Allah maka tempat kesudahan mereka adalah neraka Jahannam. Setiap kali mereka berusaha melarikan diri darinya maka mereka akan diseret kembali kepadanya. Dan akan dikatakan kepada mereka sebagai hinaan dan olokan: “Rasakahlah azab neraka yang dahulu kalian dustakan dan kalian hina.”
Tafsir Al-Mukhtashar
20. Adapun orang-orang yang keluar dari ketaatan terhadap Allah dengan melakukan kekufuran dan kemaksiatan, maka tempat tinggal mereka yang telah disiapkan bagi mereka pada Hari Kiamat adalah Neraka, mereka menetap di dalamnya selama-lamanya, setiap kali mereka menginginkan untuk keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan, “Rasakanlah siksa Neraka yang dulu kalian dustakan di dunia ketika Rasul kalian menakuti kalian dengannya.”
Tafsir Zubdatut
20. (Dan adapun orang-orang yang fasik) Yakni berbuat fasik terhadap ketaatan kepada Allah serta durhaka kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya. ( maka tempat mereka adalah jahannam) Yakni tempat tinggal yang akan mereka tinggali adalah neraka. (dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”) Yang mengatakan ini kepada mereka adalah para malaikat penjaga neraka, atau Allah ta’ala.
Tafsir Li Yaddabbaru
Fudhail bin 'Iyadh berkata: demi Allah mereka tidak ingin untuk keluar; karena kaki-kaki mereka terkekang dan tangan-tangan mereka dirantai, namun nyala api yang bergejolak terus mengangkat mereka, dan cambukan mengembalikan mereka lagi ke dalamnya -kita berlindung kepada Allah dari nerakaNya-.
Tafsir Ash-Shaghir
Adapun orang-orang yang fasik} yang tidak taat kepada Allah {maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar dari sana, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka,“Rasakanlah azab neraka yang dahulu selalu kalian dustakan”
Tafsir Hidayatul
Di dalamnya terdapat kesengsaraan dan siksa, dan tidak akan diringankan meskipun sesaat siksa yang menimpa mereka. Karena azabnya yang begitu dahsyat. Inilah azab yang lebih besar yang akan mereka hadapi setelah sebelumnya menerima azab yang dekat (di dunia), seperti dibunuh, ditawan, dan sebagainya, dan ketika mati, di mana para malaikat mencabut nyawa mereka dengan keras, serta disempurnakan azab yang dekat ini di alam barzakh, nas’alullahas salaamah wal ‘aafiyah.
Tafsir An-Nafahat
Surat As-Sajdah ayat 20: Allah menjelaskan mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah, berpaling dari perintah-perintah-Nya dan sombong atas perintah Allah, maka tempat tinggal mereka adalah di neraka jahannam, ketika mereka mencoba keluar darinya, para malaikat adzab akan menyeret mereka kembali. Dikatakan kepada mereka dengan buruk : Rasakann adzab nerka di mana kalian di dunia mendustakannya.