Surah Al-Anfal : Ayat 20
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوْا۟ عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),"
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemenangan gemilang yang diraih kaum muslim pada perang badar adalah karena ketaatan mereka mengikuti petunjuk Allah dan rasulnya. Di sisi lain, malapetaka yang dialami oleh kaum musyrik adalah karena pembangkangan dan keberpalingan mereka dari tuntunan-Nya, karena itu ayat ini mengingatkan, wahai orang-orang yang beriman! taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, yakni buktikan keimananmu dalam sikap dan tingkah laku, dan janganlah kamu berpaling sedikit dan sesaat pun dari-Nya, padahal kamu mendengar perintah-perintah-Nya yang disampaikan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik atau musyrik yang berkata, kami mendengarkan, yakni mengetahui apa yang disampaikan kepada kami, padahal mereka terus-menerus tidak mendengarkan dan tidak mengamalkan karena hati mereka mengingkarinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-23 Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang mukmin agar taat kepadaNya dan RasulNya. Lalu Allah memperingatkan mereka dari menentangNya dan menyerupakan diri dengan orang-orang yang ingkar dan menentangNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan janganlah kalian berpaling dariNya) yaitu janganlah kalian meninggalkan ketaatan kepadaNya dan perintah-perintahNya, serta mengerjakan semua laranganNya (sedangkan kalian mendengar (perintah-perintah-Nya)) yaitu sesudah kalian mengetahui apa yang diserukannya kepada kalian (dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (21)) Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang musyrik, dan ibnu Jarir memilih pendapat itu. Ibnu Ishaq berkata, mereka adalah orang-orang munafik, karena sesungguhnya mereka menampakkan bahwa mereka mendengar dan memenuhi seruan itu, sedangkan mereka tidak demikian. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa perumpamaan untuk anak cucu Adam ini adalah makhluk yang paling buruk, lalu Allah berfirman: (Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang tuli) yaitu dari mendengarkan kebenaran (dan bisu) dari memahaminya Oleh karena itu Allah berfirman (yang tidak mengerti apa pun) Mereka adalah seburuk-buruk makhluk, karena sesungguhnya setiap makhluk selain mereka itu taat kepada Allah sesuai dengan tabiat mereka diciptakan. Dan mereka diciptakan untuk beribadah kepadaNya, namun mereka mengingkariNya. Oleh karena itu mereka Dia menyerupakan mereka dengan binatang ternak dalam firmanNya: (Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja) (Surah Al-Baqarah: 171), dan di ayat lain: (Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai) (Surah Al-A'raf: 179) Kemudian Allah SWT memberitakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai pemahaman dan niat yang benar, sekalipun diumpamakan bahwa mereka mempunyai pemahaman (Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar) yaitu sungguh Allah menjadikan mereka memahami. Maknanya adalah Akan tetapi tidak ada kebaikan pada mereka, jadi Dia tidak menjadikan mereka paham, karena sesungguhnya Allah mengetahui bahwa (seandainya Dia membuat mereka dapat mendengar) yaitu membuat mereka paham (niscaya mereka pasti berpaling juga) yaitu berpaling dari hal itu dengan sengaja dan membangkang, setelah mereka memahaminya (sedangkan mereka memalingkan diri) darinya.
Tafsir As-Sa'di
20 ketika Allah memberitahukan bahwa Dia bersama orang oorang Mukmin, maka Dia memerintahkan mereka agar melaksanakan konsekuensi iman yang dengannya mereka mendapatkan ma’iyah nya. Dia berfirman ”hai orang orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya” dengan menjalankan perintah keduanya dan menjauhi larangan keduanya. ”dan janganlah kamu berpaling dariNya” yakni dari perkara ini yang merupakan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada RasulNya ”sedang kamu mendengar (perintah perintahNya)” yakni kitab Allah yang dibacakan kepadamu, perintah perintah, wasiat-wasiat, dan nasihat-nasihatNya. Berpalingnya dirimu dalam kondisi tersebut merupakan perbuatan terburuk.
Tafsir Al-Wajiz
20. Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya baik menjalankan perintah maupun menjauhi larangannya. Janganlah kamu berpaling dari-Nya, sedang kamu mendengar perintah-perintahNya namun kamu tetap membangkang. Kamu pun bahkan mendengarkan Alquran dan nasihat-nasihatnya.
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, taatilah Allah dan rasulNya dalam perkara yang Dia perintahkan kepada kalian dan apa yang Dia larang kalian darinya, dan jangan meninggalkan ketaatan kepada Allah dan rasulNya, sedang kalian mendengar apa yang dibacakan kepada kalian yang ada di dalam al-qur’an berupa hujjah-hujjah dan bukti-bukti nyata
Tafsir Al-Madinah
20. Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dalam setiap perintah dan larangan. Dan janganlah kalian berpaling dari Rasulullah dengan menyelisihi perintah dan larangannya; padahal kalian telah mendengar kitab, perintah-perintah, dan nasehat nasehat Allah yang telah dibacakan kepada kalian. Karena keberpalingan kalian dalam keadaan itu merupakan seburuk-buruk keadaan.
Tafsir Al-Mukhtashar
20. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan janganlah kalian berpaling dari-Nya dengan menentang perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya, sedangkan kalian mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian.
Tafsir Zubdatut
20. (dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar) Yakni janganlah kalian berpaling darinya apabila memanggil kalian sedang kalian mendengar panggilannya.
Tafsir Ash-Shaghir
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah berpaling} berpaling {dariNya, padahal kalian mendengar
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Anfal ayat 20: Dengan menyelisihi perintah-Nya. Oleh karena itu, berpalingnya kamu dari-Nya padahal kamu mendengarkan apa yang dibacakan kepadamu dari kitab Allah, perintah-perintah-Nya, wasiat dan nasehat-Nya, termasuk keadaan yang sangat buruk.