Surah An-Nahl : Ayat 21
أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
"(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Berhala-berhala itu hanyalah benda mati, tidak hidup. Mereka tidak dapat mengetahui, merasa, tumbuh, bahkan untuk sekadar bergeser sendiri. Dan berhala-berhala itu juga tidak dapat mengetahui sedikit pun kapankah penyembahnya akan dibangkitkan. Setelah menjabarkan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menegaskan pada ayat ini bahwa tuhan yang seharusnya kamu sembah adalah tuhan yang maha esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Jika demikian maka tidak ada alasan bagi orang yang menyaksikan bukti-bukti tersebut untuk tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hati mereka yang tidak beriman mengingkari hakikat-hakikat kebenaran tentang keesaan Allah, dan mereka adalah orang yang sangat sombong karena mendustakan risalah nabi Muhammad.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-21 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengetahui apa yang terkandung di dalam hati dan semua rahasia, sebagaimana Dia mengetahui hal-hal yang tampak. Dia akan membalas kepada setiap orang sesuai dengan amalnya pada hari kiamat. Jika baik, maka balasannya kebaikan dan jika buruk maka balasannya keburukan. Kemudian Dia memberitahukan bahwa berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apapun, dan mereka dibuat, sebagaimana nabi Ibrahim berkata (Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? (95) Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu? (96)) (Surah Ash-Shaffat) Firman Allah: ((Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup) yaitu, benda-benda mati tidak bernyawa, jadi tidak bisa mendengar, tidak melihat, dan tidak berakal. (dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan) yaitu tidak mengetahui kapankah hari kiamat itu terjadi. Maka bagaimana bisa diharapkan darinya manfaat, pahala atau balasan? Sesungguhnya yang diharapkan manfaat, pahala, dan balasannya hanyalah Dzat yang mengetahui segala sesuatu, Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu.
Tafsir As-Sa'di
21-22. kendatipun demikian, tida ada sifat kesempurnaan yang melekat pada mereka, tidak ilmu dan tidak pula sesuatu lainnya. ”(berhala berhala itu) benda mati tidak hidup” tidak bisa mendengar, tidak mampu melihat dan tidak dapat memahami sediktpun. Apakah makhluk semacam ini patut dijadikan sesembahan selain Rabb semesta alam? kecelakaanlah bagi akal akal kaum musyrikin, alangkah sesat dan rusaknya, ia mengalami kesesatan pada masalah yang sangat nyata kepincangannya, ia menyamakan antara benda yang mempunyai kekurangan dan tidak memiliki (kemampuan) berbuat apapun, dibandingkan dengan yang Maha sempurna dipandang dari segala aspek, yang mempunyai setiap sifat kesempurnaan. Dia memiliki kesempurnaan dan keagungan yang puncak pada sifat sifat tersebut Dia mempunyai ilmu yang meliputi segala sesuatu, kekuasaan yang merata, rahmat yang luas (yang melingkupi seluruh sisi alam semesta) , pujian, kemuliaan, kesombongan dan keagungan yang tidak ada satu makhlukpun yang berkutik untuk meliputi pada sebagian sifat sifatNya itu. Karena itu, Dia berfirman ”tuhanmu adalah tuhan yang Maha Esa” Dialah Allah al –ahad (yang mahasatu) , alfard (yang maha tunggal) lagi tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tiada ada seorangpun yang setara denganNya. Orang orang yang beriman dan mempunyai akal akal sehat, kalbu kalbu mereka memuliakan dan mengagungkan Allah serta mencintaiNya dengan kecintaan yang besar. Mereka mengarahkan bagiNya seluruh apa yang mereka bisa lakukan, berupa ibadah ibadah badaniyyah (fisik) dan maliyyah (dengan pengeluaran materi) amalan amalan hati dan anggota tubuh lainnya, dan menyanjung Allah dengan nama namaNya yang baik dan sifat sifatNya yang suci. “maka orang orag yang tidak beriman kepada hari kiamat, hati mereka mengingkari (keesan Allah)” untuk perkara yang besar ini yang tidak diingkari kecuali oleh makhluk ciptaan yang paling parah kebodohan dan pertentangannya, yaitu mengenai tauhidullah (keesan Allah) “sedangkan mereka sendiri adalah orang orang yang sombong” untuk beribadah kepadaNya.
Tafsir Al-Wajiz
21. Berhala-berhala itu adalah benda mati yang tidak memiliki ruh, dan Apakah berhala-berhala itu tidak mengetahui kapan para penyembahnya itu akan dibangkitkan?
Tafsir Al-Muyassar
Tuhan-tuhan sesembahan itu seluruhnya adalah benda-benda mati, tidak ada kehidupan padanya, dan tidak mengetahui kapan waktu Allah membangkitkan para penyembahnya.Tuhan-tuhan sesembahan itu bersama mereka supaya dilempar bersama-sama kedalam neraka pada hari kiamat.
Tafsir Al-Mukhtashar
21. Di samping mereka itu dibuat oleh tangan-tangan para penyembahnya, mereka juga benda mati yang tidak mempunyai kehidupan maupun ilmu, mereka tidak mengetahui kapan akan dibangkitkan bersama para penyembah mereka pada kari Kiamat untuk selanjutnya dicampakkan ke dalam api Neraka.
Tafsir Zubdatut
21. (dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan) Yakni berhala-berhala ini tidak mengetahui kapan dirinya dan orang-orang yang menyembahnya akan dibangkitkan.
Tafsir Ash-Shaghir
(Berhala-berhala itu) mati, tidak hidup, dan tidak mengetahui kapankah} kapan {mereka dibangkitkan
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) wa maa yasy’uruuna ayyaana yub’atsuun : “dan mereka tidak mengetahui kapan akan dibangkitkan.” Berhala itu tidak sadar dan mengetahui kapan dia akan dibangkitkan, yaitu hari kiamat, dan tidak ada dari mereka yang membangkitkan penyembah-penyembah mereka selain Allah. Makna ayat: “mereka mati dan tidak hidup.” Mereka adalah benda mati karena mereka tidak punya kehidupan, buktinya adalah mereka tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak pula berbicara. Firman-Nya “dan mereka tidak mengetahui kapan akan dibangkitkan.” Mereka tidak tahu kapan akan dibangkitkan sebagaimana kalian tidak mengetahuinya, wahai para penyembah mereka, kalian tidak mengetahui kapan kalian akan dibangkitkan. Bagaimana mungkin bisa dibenarkan beribadah kepada mereka, sedangkan mereka adalah benda mati yang tidak hidup.
Tafsir Hidayatul
Surat An-Nahl ayat 21: Bagaimana berhala-berhala itu disembah, sedangkan mereka bukan pencipta, mereka tidak hidup, dan lagi tidak mengetahui yang gaib. Sungguh sesat dan rusak akal orang-orang musyrk, mereka menyamakan sesuatu yang memiliki kekurangan dari berbagai sisi dengan yang memiliki kesempurnaan dari berbagai sisi.