Surah Al-A'raf : Ayat 21
وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan iblis tidak sekadar membisikkan atau merayu, tetapi juga berusaha meyakinkan adam. Dia, yakni setan, juga bersumpah kepada keduanya seraya berkata, sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu yang benar-benar tulus. Dia, setan, pun tak henti-hentinya membujuk mereka dengan berbagai macam tipu daya. Hal tersebut membuat adam dan istrinya lupa akan larangan Allah, sehingga mereka memakan buah pohon itu. Ketika mereka mencicipi dan belum memakan buah pohon itu secara sempurna, tampaklah oleh mereka auratnya masing-masing dan tampak pula bagi masing-masing aurat pasangannya. Hal ini membuat keduanya merasa malu, aurat yang senantiasa tertutup kini tersingkap. Maka mulailah mereka menutupinya, yakni menutupi auratnya, dengan daun-daun surga. Dan ketika itu juga tuhan menyeru mereka sambil mengecam perbuatan mereka, hai kedua hamba-ku! bukankah aku telah melarang kamu dari mendekati pohon itu dan aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua' ayat ini menunjukkan bahwa tersingkapnya aurat seseorang merupakan perkara yang melawan tabiat manusia, karena sejak manusia diciptakan aurat adalah hal yang harus ditutupi.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-21 Allah SWT menyebutkan bahwa Dia memperbolehkan nabi Adam dan istrinya, Hawa di surga untuk memakan semua buah-buahan yang ada di dalamnya, kecuali satu pohon. Penjelasan tentang ini telah dijelaskan di surah Al-Baqarah. Lalu saat itu setan dengki kepada keduanya dan dan berusaha melakukan tipu daya dan bisikan untuk mencabut nikmat dan pakaian yang baik dari keduanya. (Dan setan berkata) yaitu dusta dan hal yang dibuat-buat (Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat) yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau kekal di sini. Jika kalian berdua memakannya, maka kalian akan memperoleh hal itu. Hal itu sebagaimana firmanNya: (Setan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”) (Surah Thaha: 120) yaitu agar kalian berdua menjadi malaikat sebagaimana firmanNya (Allah menerangkan (hukum ini) kepada kalian, supaya kalian tidak sesat) yaitu agar kalian tidak tersesat (Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak berguncang bersama kalian) (Surah An-Nahl: 15) yaitu tidak berguncang dengan kalian. (Dan setan bersumpah kepada keduanya) yaitu setan bersumpah dengan menyebut nama Allah kepada mereka (Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua) yaitu sesungguhnya aku di sini sebelum kalian berdua, dan aku lebih mengetahui tempat ini. Ini merupakan salah satu pembahasan tentang "Mufa'alah", dan yang dimaksud adalah salah satu dari kedua pihak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Khalid bin Zuhair yang merupakan sepupu dari Abu Dzu’aib: Dia bersumpah dengan nama Allah sumpah dengan kesungguhan, sungguh kalian benar-benar lebih enak daripada madu di saat menuainya. Yaitu Iblis bersumpah kepada keduanya dengan menyebut nama Allah tentang hal itu, sampai dia memperdaya keduanya, dan terkadang seorang mukmin terperdaya karena nama Allah disebutkan
Tafsir As-Sa'di
21. tetapi bersama ucapannya (yang menyesatkan) itu dia bersumpah dengan Nama Allah di depan keduanya, ”sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua” yakni termasuk dalam golongan para pemberi nasihat dimana aku telah berkata kepada kalian berdua apa yang aku katakan ini.
Tafsir Al-Wajiz
21. Dia bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku menasehati kalian, dan lebih mengetahui tentang tempat ini”
Tafsir Al-Muyassar
Setan pun bersumpah dengan nama Allah di hadapan Adam dan hawaa bahwa dia merupakan pemberi nasihat terhadap mereka berdua dalam mengusulkan pendapat untuk makan buah dari pohon tersebut, padahal sebenarnya dia dusta dalam ucapannya itu.
Tafsir Al-Madinah
21-22. Iblis menegaskan tipu dayanya dengan bersumpah atas nama Allah bahwa dia adalah memberi nasehat bagi mereka. Namun nasehat busuk itu akhirnya menipu Adam dan Hawa sehingga mereka memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Setelah keduanya memakan buah itu, aurat mereka terbuka sehingga mereka merasa malu dan mulai menutupi aurat mereka dengan dedaunan dari pohon yang ada di dalam surga. Tuhan mereka kemudian menyeru dan mengolok mereka: "Bukankah Aku telah memperingatkan kalian untuk tidak memakan buah dari pohon tersebut, dan Aku telah mengatakan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kalian?
Tafsir Al-Mukhtashar
21. Iblis bersumpah demi Allah untuk meyakinkan mereka berdua. Dia mengatakan, “Sesungguhnya aku benar-benar tulus dalam memberikan nasihat kepada kalian berdua.”
Tafsir Zubdatut
21. (Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”) Yakni bersumpah kepada mereka. Pendapat lain mengatakan bahwa keduanya bersumpah untuk menerima ajakan iblis sebagaimana iblis bersumpah bahwa ia hanya pemberi nasihat. Maka Adam dan Hawa mempercayainya, dan tidak terbesit dalam pikiran mereka bahwa ia adalah pembohong dan menyesatkan.
Tafsir Ash-Shaghir
Setan bersumpah kepada keduanya} Setan bersumpah dengan nama Allah kepada keduanya {“Sesungguhnya aku ini bagi kalian berdua benar-benar termasuk orang-orang yang memberi nasihat.”