Surah Al-Anfal : Ayat 21
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
"dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik atau musyrik yang berkata, kami mendengarkan, yakni mengetahui apa yang disampaikan kepada kami, padahal mereka terus-menerus tidak mendengarkan dan tidak mengamalkan karena hati mereka mengingkarinya. Ayat ini secara tidak langsung menyindir orang-orang yang mendengar tuntunan agama tetapi enggan mengamalkannya, yaitu dengan mengingatkan bahwa sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk, termasuk manusia, dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli, sehingga tidak dapat mendengar tuntunan dan memahami kebenaran, dan bisu sehingga tidak dapat berbicara, yaitu orang-orang yang tidak mengerti. Mereka memang tidak mau mendengar, mengatakan, dan memikirkan yang benar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-23 Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang mukmin agar taat kepadaNya dan RasulNya. Lalu Allah memperingatkan mereka dari menentangNya dan menyerupakan diri dengan orang-orang yang ingkar dan menentangNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan janganlah kalian berpaling dariNya) yaitu janganlah kalian meninggalkan ketaatan kepadaNya dan perintah-perintahNya, serta mengerjakan semua laranganNya (sedangkan kalian mendengar (perintah-perintah-Nya)) yaitu sesudah kalian mengetahui apa yang diserukannya kepada kalian (dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (21)) Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang musyrik, dan ibnu Jarir memilih pendapat itu. Ibnu Ishaq berkata, mereka adalah orang-orang munafik, karena sesungguhnya mereka menampakkan bahwa mereka mendengar dan memenuhi seruan itu, sedangkan mereka tidak demikian. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa perumpamaan untuk anak cucu Adam ini adalah makhluk yang paling buruk, lalu Allah berfirman: (Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang tuli) yaitu dari mendengarkan kebenaran (dan bisu) dari memahaminya Oleh karena itu Allah berfirman (yang tidak mengerti apa pun) Mereka adalah seburuk-buruk makhluk, karena sesungguhnya setiap makhluk selain mereka itu taat kepada Allah sesuai dengan tabiat mereka diciptakan. Dan mereka diciptakan untuk beribadah kepadaNya, namun mereka mengingkariNya. Oleh karena itu mereka Dia menyerupakan mereka dengan binatang ternak dalam firmanNya: (Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja) (Surah Al-Baqarah: 171), dan di ayat lain: (Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai) (Surah Al-A'raf: 179) Kemudian Allah SWT memberitakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai pemahaman dan niat yang benar, sekalipun diumpamakan bahwa mereka mempunyai pemahaman (Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar) yaitu sungguh Allah menjadikan mereka memahami. Maknanya adalah Akan tetapi tidak ada kebaikan pada mereka, jadi Dia tidak menjadikan mereka paham, karena sesungguhnya Allah mengetahui bahwa (seandainya Dia membuat mereka dapat mendengar) yaitu membuat mereka paham (niscaya mereka pasti berpaling juga) yaitu berpaling dari hal itu dengan sengaja dan membangkang, setelah mereka memahaminya (sedangkan mereka memalingkan diri) darinya.
Tafsir As-Sa'di
21 “dan janganlah kamu menjadi orang orang (munafik) yang berkata 'kami mendengarkan padahal mereka tidak mendengarkan” yakni jangan merasa cukup dengan klaim kosong yang tanpa hakikat, karena hal tersebut tidak diridhai oleh Allah dan rasulNya. iman bukanlah dengan angan-angan dan impian, akan tetapi ia adalah apa yang menancap dalam hati dan dibenarkan oleh perbuatan.
Tafsir Al-Wajiz
21. Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik dan musyrik serta Yahudi vang berkata dan menunjukkan “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan. Mereka mendengar dengan teling tapi tidak faham dan tidak mengerjakan. Selamanya mereka tidak mendengarkan dengan sungguh-sungghuh dan kefahaman sedikitpun.
Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah kalian wahai kaum mukminin, menjadi orang-orang yang terjerumus dalam penentangan terhadap Allah dan rasulNya seperti kaum musyrikin dan kaum munafikin yang bila mendengar kitabullah dibacakan kepada mereka, mereka berkata, ”kami telah mendengarnya dengan telinga-telinga kami,” namun mereka sebenarnya tidak merenungi apa yang mereka dengar dan tidak memikirkannya.
Tafsir Al-Madinah
21. Dan janganlah sekali-kali kalian menyerupai orang-orang kafir dan munafik yang mengaku telah mendengarkan dengan berkata: 'kami telah mendengar'. Padahal mereka belum mendengarkan dengan sungguh-sungguh, sebab mereka tidak mempercayai apa yang mereka dengar, sehingga mereka tidak mendapat manfaat darinya; bahkan mereka mengacuhkannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
21. Dan janganlah kalian -wahai orang-orang mukmin- bersikap seperti orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka maka mereka berkata, “Kami mendengar dengan telinga kami ayat-ayat Al-Qur`ān yang dibacakan kepada kami.” Akan tetapi mereka tidak mendengarnya sambil merenungkan maknanya dan mengambil pelajaran lalu mendapatkan manfaat darinya.
Tafsir Zubdatut
21. (dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata “Kami mendengarkan) Mereka adalah orang-orang munafik atau orang-orang Yahudi. Karena mereka mendengar seruannya dengan telinga mereka namun tidak memahami dan tidak menjalankannya maka mereka seperti orang yang tidak mendengar. Atau yang dimaksud adalah bahwa mereka mendengar seruan namun tidak menjawab dan hanya berkata “kami mendengar namun kami tidak mentaatinya”.
Tafsir Li Yaddabbaru
Begitu banyak diantara manusia yang mengatakan tatkala ia mendengarkan ayat-ayat Allah : ayat ini diturunkan pada orang-orang kafir atau munafiq, bukan pada orang seperti saya yang beriman, dan jika saja dalam mereka ada sifat yang dilarang oleh ayat itu, dan ayat itu memberi peringatan kepada mereka dari sifat-sifat itu dan dari perbuatan itu, maka sesungguhnya mereka menyadari bahwa diri mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang : { } "vang berkata "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan".
Tafsir Ash-Shaghir
Janganlah menjadi seperti orang-orang yang berkata,“Kami mendengarkan.” Sedangkan mereka tidak mendengarkan
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Anfal ayat 21: Yakni tidak mendengar sambil mentadaburi dan mengambil pelajaran daripadanya. Maksud ayat ini adalah janganlah kita hanya menyampaikan di lisan dakwaan yang tidak ada hakikatnya, karena yang demikian tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya, dan lagi iman bukan sekedar angan-angan dan hiasan, akan tetapi iman sesungguhnya yang menancap di hati dan dibenarkan oleh amalan.