Surah Al-Ghasyiyah : Ayat 21
فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٌ
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Semestinya dengan memperhatikan fenomena-fenomena itu manusia bersedia mengabdi kepada Allah. Allah meminta nabi untuk terus berdakwah meski banyak manusia yang ingkar. Maka berilah peringatan kepada mereka yang tetap ingkar meski bukti-bukti tentang kekuasaan Allah mereka saksikan setiap hari. Ingatkanlah mereka karena sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan. 22. Wahai nabi, engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. Engkau tidak bisa memaksa mereka beriman, demikian juga para dai setelah dirimu, karena sesungguhnya hidayah adalah urusan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-26 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya untuk memperhatikan makhluk-makhlukNya yang menunjukkan atas kekuasaan dan kebesaranNya (Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? (17)) karena sesungguhnya unta itu makhluk yang menakjubkan dan bentuknya aneh. ia sangat kuat dan keras, tetapi sekalipun demikian ia jinak untuk mengangkut barang berat dan tunduk pada pengendali yang lemah. Dapat dimakan, dan bulunya dapat dimanfaatkan, dan air susunya dapat diminum. Mereka diingatkan dengan itu, karena kebanyakan orang-orang Arab memakai unta sebagai hewan kendaraan mereka. (Dan langit, bagaimana ditinggikan?) yaitu bagaimana Allah SWT meninggikannya dari bumi dengan ketinggian yang besar" sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? (6)) (Surah Qaf) (Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? (19)) yaitu dijadikan tegak dan berdiri kokoh untuk pemancang agar bumi tidak mengguncangkan para penghuninya, kemudian Allah SWT menjadikan padanya banyak manfaat dan bahan-bahan mineral yang terkandung di dalamnya. (Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (20)) yaitu bagaimana dihamparkan, digelarkan, dan dijadikan sebagai tempat yang layak untuk dihuni. dan seorang Badui dengan kecerdikan akalnya dapat menyimpulkan melalui pemandangan yang disaksikan mata kepalanya sendiri, yaitu unta yang dia kendarai, langit yang ada di atas kepalanya, gunung-gunung yang ada di hadapannya, dan bumi yang ada di bawahnya itu berkat kekuasaan Penciptanya, yaitu Dialah Tuhan yang Maha Besar, yang Maha Pencipta, yang Merajai, dan yang Maha Mengatur, dan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Firman Allah SWT: (Maka berilah peringatan. karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21) Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22)) yaitu berilah peringatan, wahai Muhammad kepada manusia dengan apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya kepada mereka (sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka) (Surah Ar-Ra'd: 40) Oleh karena itu Allah berfirman (Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22)) Ibnu Abbas, Mujahid dan selain keduanya berkata,”Kamu bukanlah orang yang bisa memaksa mereka” yaitu kamu bukan orang yang dapat menciptakan keimanan dalam hati mereka. Ibnu Zaid berkata bahwa maknanya adalah kamu bukan seorang yang dapat memaksakan mereka untuk beriman. Diriwayatkan dari Jabir, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau mengucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allah” Maka apabila mereka mau mengucapkannya, maka mereka memelihara darah dan harta mereka dariku, kecuali berdasarkan alasan yang hak, sedangkan perhitungan mereka ada pada Allah SWT, kemudian Rasulullah SAW membaca firmanNya: (Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21) Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (22)) Firman Allah SWT: (tetapi orang yang berpaling dan kafir (23)) yaitu berpaling dari mengamalkan rukun-rukunnya; kafir hatinya dan lisannya terhadap kebenaran. Ini sebagaimana firmanNya: (Dia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan shalat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman: (maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar (24)) Firman Allah: (Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka (25)) yaitu kembali dan berpulangnya mereka (kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka. (26)) yaitu, Kami akan melakukan perhitungan terhadap amal perbuatan mereka, dan Kami akan membalas mereka, jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan.
Tafsir As-Sa'di
21-22. “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan,” artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewajibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu.
Tafsir Al-Wajiz
21. Maka peringatkanlah wahai nabi, dengan ayat-ayat-Ku yang berwujud dan ayat-ayat-Ku dari Al-quran. Juga dari berbagai nikmat-Ku dan bukti ke-Esa-an-Ku agar mereka takut. Sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan
Tafsir Al-Muyassar
21-22. Nasihatilah (wahai rasul) ,orang orang yang berpaling dengan apa yang kamu diutus dengannya. Jangan bersedih karena mereka berpaling, karena kamu hanyalah pemberi nasihat bagi mereka,bukan tugasmu memaksa mereka untuk beriman.
Tafsir Al-Madinah
21-22. Allah memerintahkan Rasulullah untuk senantiasa memberi peringatan bagi kaumnya. Maka tidak layak bagimu -hai Rasulullah- berputus asa akibat keberpalingan mereka; sebab kamu hanyalah pemberi peringatan bagi mereka, kamu bukanlah orang yang harus memaksa mereka untuk memperoleh hidayah. Dan janganlah kamu merasa berat akibat kesesatan mereka, dan kamu tidak akan mempertanggung-jawabkan kebebalan mereka di atas kekafiran; kamu juga tidak dapat menciptakan keimanan dalam hari mereka; namun kewajibanmu hanya menyampaikan risalah.
Tafsir Al-Mukhtashar
21. Maka nasihatilah mereka -wahai Rasul- dan takutilah mereka dengan siksa dari Allah, karena sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan. Tidak diminta darimu selain memberi peringatan kepada mereka, adapun kepastian mereka mendapatkan keimanan, itu hanya ada di tangan Allah semata.
Tafsir Zubdatut
21. (Maka berilah peringatan) Yakni maka berilah mereka peringatan dan pelajaran hai Muhammad. (karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan) Tidak dibebankan kepadamu kecuali hal itu.
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka berilah peringatan} berilah pelajaran {karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan} pemberi peringatan
Tafsir Hidayatul
Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, “Berilah mereka peringatan dengan (mengingatkan) nikmat-nikmat Allah dan dalil-dalil terhadap keesaan-Nya.” Syaikh As Sa’diy berkata, “Berilah peringatan kepada manusia dan nasihatilah mereka, berikan peringatan dan kabar gembira kepada mereka, karena engkau diutus untuk mengajak manusia kepada Allah dan mengingatkan mereka. Tidak diutus sebagai penguasa dan tidak sebagai orang yang diserahkan memperhatikan amal mereka. Jika engkau telah melaksanakan kewajibanmu, maka engkau tidak lagi mendapatkan celaan setelahnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala, “Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.” (Terj. Qaaf: 45)
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Ghasyiyah ayat 21: 21-22. Setelah Allah menjelekkan urusan mereka kaum musyrikin, Allah perintahkan Nabi-Nya ﷺ agar selalu terus menerus menasihati mereka orang-orang yang tersesat dan agar membuat mereka takut kepada Allah dan adzab-Nya yang pedih. Kemudian Allah menjelaskan bahwa urusan dan tugas (Muhammad ﷺ) adalah hanya menasihati, memberikan petunjuk, dan menyampaikan risalah, dan tidak ada kewajiban baginya memaksakan kehendak atas mereka sesuai kemauannya (Muhammad ﷺ), maka engkau wahai Nabi hanyalah sebagai yang menyampaikan dan di sisi Allah lah hisabnya.