Surah At-Taubah : Ayat 21
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَٰنٍ وَجَنَّٰتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ
"Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Inilah kemenangan dan keberuntungan hakiki yang mereka peroleh, yakni tuhan akan senantiasa menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat yang sangat luas, dan mengistimewakan mereka dengan keridaan-Nya. Inilah balasan yang sesungguhnya. Dan, bukan hanya itu, di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. Lebih ditegaskan lagi bahwa mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dan tidak akan dikeluarkan dari padanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-22 Lalu Allah mengutamakan keimanan dan jihad bersama Nabi SAW atas tindakan orang-orang musyrik yang memakmurkan Baitullah dan memberi minum orang yang berhaji, dan hal itu tidak bermanfaat bagi mereka dengan tindakan kemusyrikan mereka, sekalipun mereka memakmurkandan menghormati Baitullah. Allah SWT berfirman: (Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim) yaitu orang-orang yang menduga bahwa mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid. Allah. Dia menyebut mereka sebagai orang-orang zalim dengan kemusyrikan mereka, maka tindakan memakmurkan itu tidak bermanfaatkan bagi mereka sedikit pun. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang penafsiran ayat ini, dia berkata,”Ayat ini diturunkan tentang Abbas bin Abdul Muthalib ketika dia ditawan dalam perang Badar. dia berkata,"Jika kalian mendahului kami karena Islam, hijrah, dan jihad, maka sungguh kami memakmurkan Masjidil Haram, memberi minum orang-orang haji, dan membebaskan kemiskinan" Lalu Allah SWT berfirman: (Apakah (orang-orang) yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji kalian jadikan) Sampai firmanNya (dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim) yaitu bahwa semua itu dilakukan ketika dia dalam kemusyrikan, dan Allah tidak menerima apa yang dilakukan dalam kemusyrikan.
Tafsir As-Sa'di
21. “Rabb mereka menggembirakan mereka”, sebagai rahmat, kemurahan, kebaikan, perhatian, dan kecintaan dariNya untuk mereka “dengan memberikan rahmat daripadaNya.” Dengannya Dia menghilangkan keburukan-keburukan dan menyampaikan kepada mereka semua kebaikan, “keridhaan” dariNya yang merupakan kenikmatan surga paling besar dan paling utama. Dia memberikan keridhaanNya, maka Dia tidak murka kepada mereka selamanya. “Dan Surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal.” Dari semua yang diinginkan oleh jiwa, yang dinikmati oleh mata yang tidak diketahui sifat dan kadarnya kecuali oleh Allah yang di antaranya adalah bahwa Allah menyediakan bagi para mujahidin di jalanNya seratus derajat, antara satu derajat dengan yang lainnya seperti antara langit dan bumi, seandainya semua makhluk berkumpul dalam satu derajat surga niscaya satu derajat surga itu mencukupi mereka.
Tafsir Al-Wajiz
21 Tuhan mereka memberi kabar gembira mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan, yaitu ridho yang sempurna dari segala hal, itu adalah nikmat surga yang paling agung dan berupa surga-surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya dan tidak dipisahkan
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya mereka orang-orang mukmin yang berhijrah itu, bagi mereka berita gembira dari Tuhan mereka dengan rahmat yang luas dan keridhaan yang tdak ada kemurkaan setelah itu. Dan tempat kembali mereka adalah menuju surga yang abadi dan kenikmatan yang terus menerus.
Tafsir Al-Madinah
21-22. Setelah Allah menyebutkan balasan yang besar bagi mereka; kemudian Allah menjelaskan balasan tersebut: “Tuhan mereka memberi mereka kabar gembira melalui lisan Rasul-Nya dan lisan para malaikat ketika mereka meninggal dunia, bahwa mereka akan mendapatkan rahmat dan keridhaan-Nya yang tidak akan tercampur dengan kemurkaan-Nya, surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan dalam surga-surga itu mereka mendapat kenikmatan yang tidak akan habis karena begitu besar dan sempurna, mereka akan tinggal dalam surga-surga itu selama-lamanya. Sesungguhnya balasan atas keimanan dan amal shalih di sisi Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya tidak ada yang dapat mengukurnya kecuali Allah.
Tafsir Al-Mukhtashar
21. Allah, Rabb mereka, menyampaikan kepada mereka sesuatu yang menyenangkan hati mereka, yaitu kasih sayang dan keridaan dari-Nya untuk mereka, sehingga Dia tidak akan pernah murka kepada mereka, dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga di mana mereka akan mendapatkan kenikmatan abadi yang tidak akan pernah berhenti.
Tafsir Zubdatut
21. (Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal) Kesenangan diatas apa yang disebutkan dan dibayangkan siapapun. Dan makna ( ) yakni yang kekal dan terus-menerus yang tak akan lepas dari pemiliknya.
Tafsir Ash-Shaghir
Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dariNya, keridaan, dan surga-surga. Bagi mereka di dalamnya itu kesenangan yang kekal} kekekalan yang tidak akan hilang
Tafsir Hidayatul
Surat At-Taubah ayat 21: Dia akan menghindarkan dari mereka semua keburukan dan akan menyampaikan kepada mereka semua kebaikan. Yang merupakan nikmat surga yang paling besar dan paling agung, Dia akan ridha kepada mereka dan tidak akan pernah murka selama-lamanya. Mereka memperoleh apa yang disenangi oleh jiwa mereka dan hal yang menyejukkan pandangan mereka, di mana tidak ada yang mengetahui sifat dan ukurannya selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Di antaranya juga adalah Allah telah menyiapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya 100 derajat, di mana antara masing-masing derajat jaraknya sebagaimana antara langit dan bumi,