Surah Asy-Syu'ara : Ayat 211
وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ

"Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa."

Tafsir Ringkas Kemenag
211. Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Qur'an itu, karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Qur'an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (lihat: surah al-isr'/17: 88). 212. Di samping alasan di atas, Allah telah menjaga kesucian Al-Qur'an. Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan. Karena jalan-jalan di langit yang biasa mereka lalui untuk menyadap kabar-kabar langit. Telah distrilkan dari lalu lalang mereka (lihat: surah jin/72:8-9) sehingga Al-Qur'an bisa sampai kepada nabi secara utuh.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 210-212 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kitabNya yang agung yang tidak datang kebathilan padanya baik dari depan maupun belakang, yang diturunkan dari sisi Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji, dan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan melalui Ruhul Amin dari Allah. (Dan Al-Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan (210)) Kemudian Allah SWT menyebutkan bahwa mereka dicegah dari melakukan hal itu karena tiga hal. Salah satunya adalah bahwa tidak layak bagi mereka. yaitu, tugas itu bukan merupakan tujuan mereka, bukan juga maksud mereka, karena tabiat mereka adalah suka kepada kerusakan dan menyesatkan para hamba. Padahal di dalam Al-Qur'an terkandung perintah kepada kebaikan dan larangan terhadap kemungkaran; serta mengandung cahaya, petunjuk, dan bukti yang agung. Sehingga antara Al-Qur'an dan tujuan setan-setan itu bertentangan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur’an itu) Firman Allah SWT: (dan mereka pun tidak akan kuasa) yaitu seandainya tugas itu layak bagi mereka, maka mereka tidak akan mampu melakukannya. Allah SWT berfirman: (Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah) (Surah Al-Hasyr: 21) Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa seandainya layak bagi mereka dan mereka mampu membawanya, maka mereka tidak akan sampai ke arah itu, karena mereka dijauhkan dari mendengar Al-Qur'an ketika Al-Qur'an diturunkan, karena langit dipenuhi oleh penjaga yang keras dan bintang-bintang yang menyala-nyala saat Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW. Maka tidak ada satu setan pun yang sempat mendengarkannya walau sehuruf pun, agar perkaranya tidak bercampur baur. Hal ini merupakan rahmat dari Allah kepada hamba-hambaNya, pemeliharaanNya terhadap syariatNya dan dukunganNya kepada Kitab dan RasulNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Al-Qur'an itu (212)) Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang jin, (Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita­ beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (9) Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya (10)) (Surah Al-Jin)
Tafsir As-Sa'di
210-212 setelah Allah menjelaskan kesempurnaan al-qur’an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari segala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ”dan al-qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-qur’an itu,” maksudnya, tidak lain dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. “dan merekapun tidak akan sanggup,” melakukannya. “sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-qur’an itu,” yakni: mereka telah dijauhkan drainya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk menjaganya. Dan al-qur’an itu dibawa turun oleh jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran disekitarnya. Ayat ini mirip dengan firman Allah, “sesungguhnya kami-lah yang menurunkan al-qur’an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya,” (al-hijr:9)
Tafsir Al-Wajiz
211. Tidaklah patut bagi mereka untuk menurunkan Al Quran itu, merekapun tidak akan kuasa
Tafsir Al-Muyassar
210-212. Dan al-Qur’an tidak dibawa turun oleh setan-setan kepada Muhammad sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Demikian itu tidak benar dari mereka, dan mereka tidak mampu untuk itu. Sebab sesungguhnya mereka terhalangi dari mendengar al-Qur’an dari langit, lagi akan dilontari bola api.
Tafsir Al-Mukhtashar
211. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu ke dalam hatinya, dan merekapun tidak akan kuasa melakukannya.
Tafsir Zubdatut
211. (Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu) Yakni itu tidak patut dan tidak benar untuk mereka lakukan. (dan merekapun tidak akan kuasa) Yakni pada dasarnya mereka tidak mampu melakukan apa yang dituduhkan orang-orang kafir ini.
Tafsir Ash-Shaghir
Tidak pantas bagi mereka} tidak benar bagi mereka untuk turun membawanya {dan mereka tidak akan sanggup