Surah Asy-Syu'ara : Ayat 213
فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ

"Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab."

Tafsir Ringkas Kemenag
213. Allah mengingatkan nabi Muhammad. Maka janganlah sekali-kali kamu menyeru orang lain untuk menyembah tuhan selain Allah, karena nanti pada hari kiamat, kamu termasuk orang-orang yang diazab karena syirik itu dosa tidak akan diampuni oleh Allah bagi siapa pun yang tidak bertobat ketika di dunia. 214. Dan berilah peringatan, wahai rasul, kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, janganlah mereka menyekutukan Allah, dan ajaklah mereka ke jalan yang benar. Keluarga adalah lingkaran pertama yang harus menjadi prioritas dakwah. Mengandalkan unsur kekerabatan tidak bisa menolong dari siksa Allah jika mereka masih tetap berbuat syirik.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 213-220 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan agar menyembahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya; dan memberitahu­kan bahwa barangsiapa yang menyekutukanNya, maka Dia pasti akan mengazabnya. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya agar memberi peringatan kepada keluarganya yang terdekat, dan bahwa tidak ada yang menyelamatkan seseorangpun dari kaum kerabatnya kecuali keimanannya kepada Tuhannya SWT. Lalu Allah memerintahkan kepada RasulNya agar bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang mengikutinya dari kalangan hamba-hambaNya yang mukmin. Dan barangsiapa di antara makhluk Allah durhaka kepadaNya, maka hendaklah dia berlepas diri dari apa yang dia lakukan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan" (216)) Peringatan yang khusus ini tidak bertentangan dengan peringatan yang umum, bahkan itu merupakan bagian darinya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang leluhurnya belum pernah mendapat peringatan, karena itu mereka lalai (6)) (Surah Yasin) dan (agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di sekitarnya) (Surah Asy Syura: 7) serta (Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya) (Surah Al-An'am: 51) Diriwayatkan dari Qabishah bin Mukhariq dan Zuhair bin Amr, keduanya berkata bahwa ketika ayat ini diturunkan: (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214)) Maka Rasulullah SWT menaiki sebuah tumpukan batu besar yang ada di puncak sebuah bukit, lalu berseru: Wahai Bani Abdu Manaf, sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan, dan sesungguhnya perumpamaan diriku dan diri kalian adalah bagaikan seorang lelaki yang melihat musuh, lalu dia memberi peringatan kepada kaumnya agar jangan keduluan oleh musuh. Lalu dia berseru dengan sekuat suaranya,"Awas serangan musuh!" Firman Allah SWT: (Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang) yaitu, bertawakalah kepada Allah dalam semua urusanmu, karena sesungguhnya Dia pasti akan mendukungmu, memeliharamu, menolongmu, memenangkanmu, dan meninggikan kalimatmu. Firman Allah SWT: (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (salat)) yaitu Dia selalu memperhatikanmu, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami) (Surah Ath-Thur: 48). Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk salat)) yaitu untuk shalat. Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri) yaitu ketika kamu shalat sendirian. Firman Allah : (dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud (219)) Qatadah berkata tentang firmanNya: (Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (218) dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud (219)) dia berkata yaitu dalam shalatmu yang sendirian Allah melihatmu, dan melihatmu juga dalam shalatmu yang jamaah. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (220)) yaitu Maha Mendengar semua ucapan hamba-hambaNya, dan Maha Mengetahui semua gerakan dan diamnya mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur'an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya) (Surah Yunus: 61)
Tafsir As-Sa'di
213 Allah melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagi sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbutan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makhluk ini(dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu.
Tafsir Al-Wajiz
213. Maka janganlah kamu menyembah tuhan yang lain selain Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Seruan ini adalah untuk umat, dimulai dari Nabi karena dia sebagai teladan dan penyemangat. Artinya bahwa jika kamu melakukan kesyirikan itu lalu Kami azab, maka bagaimana dengan yang lain?
Tafsir Al-Muyassar
Maka janganlah kamu menyembah suatu sesembahan lain bersama Allah, sehingga akibatnya akan turun kepadamu siksaan yang dahulu menimpa orang-orang yang menyembah sesembahan lain bersama Allah.
Tafsir Al-Madinah
213-216. Allah memberi petunjuk kepada Rasulullah dengan petunjuk-petunjuk yang agung dan hukum-hukum yang penuh hikmah agar dia menyampaikannya kepada para hamba: Janganlah kamu menyembah sesembahan lain selain Allah, karena jika kamu melakukan itu maka Allah akan mengazabmu dengan neraka Jahannam. Perintah ini ditujukan bagi umatnya, sebab Rasulullah maksum dan terlindungi dari melakukan hal seperti itu. Dan berilah peringatan dari azab neraka kepada keluargamu yang terdekat sampai yang terjauh; dan rendah hatilah kepada para sahabatmu yang beriman itu, dan jika mereka tidak mentaatimu maka katakanlah kepada mereka: “Aku berlepas diri dari kesyirikan kalian terhadap Allah.” Rasulullah telah menjalankan perintah ini, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: “ketika Allah menurunkan ayat
Tafsir Al-Mukhtashar
213. Maka janganlah engkau menyembah tuhan lain di samping Allah dengan menyekutukan-Nya, sebab hal itu menjadikan engkau termasuk orang-orang yang diazab.
Tafsir Zubdatut
213. (Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab) Seakan-akan Allah berfirman: Hai Muhammad, kamu adalah makhluk yang paling mulia bagi-Ku dan paling terhormat di sisi-Ku, andai kamu menjadikan Tuhan selain Aku niscaya Aku akan tetap mengazabmu, lalu bagaimana dengan hamba-hamba-Ku yang lain?
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka janganlah menyembah Tuhan lain bersama Allah. sehingga kamu termasuk orang-orang yang diazab
Tafsir Hidayatul
Surat Asy-Syu’ara ayat 213: Allah Subhaanahu wa Ta'aala melarang Rasul-Nya dan termasuk pula umatnya dari menyembah selain Allah, dan bahwa yang demikian dapat menyebabkan seseorang terkena azab yang kekal, karena hal itu adalah perbuatan syirk, di mana Allah mengharamkan pelakunya masuk surga dan akan menempatkannya di neraka. Larangan terhadap sesuatu berarti perintah terhadap kebalikannya, larangan terhadap syirk berarti perintah mentauhidkan-Nya.