Surah Al-Hijr : Ayat 22
وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَسْقَيْنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan hal lain yang membuktikan kekuasaan kami adalah bahwa kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan butir-butir awan dan dari hasil perkawinan itu, kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu sekalian, tumbuh-tumbuhan, dan hewan dengan air itu, dan bukanlah kamu, melainkan kami-lah, yang menyimpan dan menguasainya. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menyatakan, dan ketahuilah bahwa sungguh, kamilah yang menghidupkan apa yang ada di alam, termasuk manusia, dan kami pula yang mematikan mereka, dan kami pula yang mewarisi apa saja yang ditinggalkan oleh makhluk-makhluk itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-25 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang memiliki segala sesuatu, dan bahwa segala sesuatu itu mudah dan tidak ringan bagiNya. Di sisiNya perbendaharaan segala sesuatu dari segala jenis hal (dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu) yaitu menurut apa yang DIa kehendaki dan dan inginkan, dan karena dalam hal itu ada hikmah yang jelas dan rahmat bagi hamba-hambaNya, bukan sebagai suatu kewajiban, bahkan Dia menetapkan atas DzatNya rahmat. Firman Allah SWT: (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) yaitu mengisi awan, sehingga bisa mengucurkan air, serta mengawinkan tumbuh-tumbuhan, sehingga terbuka daun-daunnya dan mayang bunganya. Disebutkan dalam bentuk jamak agar bisa menyubrukannya, berbeda dengan angin yang kering, maka disebutkan dalam bentuk mufrad, dan disifati dengan kata “'aqim” yaitu tidak menyuburkan. karena tidak menghasilkan sesuatu melainkan hanya dua hal atau lebih. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud tentang firmanNya: (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) dia berkata angin itu dikirimkan, maka membawa air dari langit, kemudian menggerakkan awan sehingga awan itu menjatuhkan hujan sebagaimana air susu keluar. Firman Allah: (lalu Kami beri minum kalian dengan air itu) yaitu, Kami menurunkannya kepada kalian dalam keadaan tawar sehingga kalian bisa meminumnya. Seandainya Kami menghendaki, maka Kami menjadikannya asin, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain dalam surah Al-Waqi'ah, yaitu firman Allah SWT: (Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum (68) Kaliankah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? (69) Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan air itu asin, maka mengapakah kalian tidak bersyukur? (70)) (Surah Al-Waqi'ah) dan (Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak kalian (10)) (Surah An-Nahl) Terkait firman Allah: (dan sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya) Sufyan Ats-Tsauri berkata yaitu mencegahnya. Bisa juga bahwa yang dimaksud adalah dan kalian bukanlah orang-orang yang memeliharanya, tetapi Kamilah yang menurunkan dan memeliharanya untuk kalian, lalu Kami menjadikannya mata air dan sumber air di bumi. Seandainya Allah SWT menghendaki, maka Dia mengeringkan dan melenyapkannya. Tetapi karena rahmatNya, Dia menurunkan dan menjadikannya tawar, lalu Dia memeliharanya di dalam mata air-, sumur-sumur, sungai-sungai dan tempat lainnya, agar mencukupi mereka selama satu tahun agar mereka bisa meminumnya, memberi minum hewan ternak mereka, dan mengairi tanaman dan buah-buahan mereka. Firman Allah: (Dan sesungguhnya benar-benar Kamilah yang menghidupkan dan mematikan) Pemberitahuan tentang kekuasaanNya dalam memulai penciptaan dan mengulanginya, dan bahwa Dia adalah Dat yang menghidupkan makhluk dari tidak ada, kemudian Dia mematikan mereka, lalu Dia membangkitkan mereka semua pada hari perhimpunan. Allah memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang mewariskan bumi dan makhluk yang ada padanya, dan hanya kepadaNyalah mereka kembali. Kemudian Allah berfirman seraya memberitahukan tentang kesempurnaan ilmuNya tentang mereka, dari awal hingga yang akhir mereka. Maka Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian) Ibnu Abbas berkata, bahwa orang-orang yang terdahulu adalah semua orang yang telah binasa sejak nabi Adam. dan orang-orang yang kemudian adalah orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang akan ada nanti sampai hari kiamat. Hal yang serupa diriwayatkan dari Ikrimah, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Muhammad bin Ka'b, Asy-Sya'bi, dan lainnya. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.
Tafsir As-Sa'di
22. maksudnya kami menundukan angin; angin (yang mendatangkan) rahmat yang membuahi awan sebagaimana bunga jantan membuahi bunga betina. Dari situ, muncullah air dengan izin Allah. Maka Allah memberi minum kepada manusia, binatang binatang ternak mereka serta (menyirami) tanah tanah mereka. Dan Dia menyisakan air dalam perut bumi sebagai simpanan untuk kebutuhan dan kepentingan mereka, sebagai implikasi kekuasaan dan rahmatNya. ”dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya” maksudnya tidak ada kemampuan atas kalian untuk menampung dan menyimpannya. Tapi Allah-lah yang menampungnya untuk kemaslahatan kalian dan memunculkan mata air- mata air di tanah sebagai cerminan rahmat dan kebaikanNYa kepada kalian.
Tafsir Al-Wajiz
22. Kami telah meniupkan angin untuk mempertemukan awan sehingga mengandung air hujan sehingga menjadi hujan. Juga meniupkan angin untuk mengawinkan tumbuh, pepohonan dan bunga-bungaan. Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, juga untuk keperluan pertanian dan peternakan. Juga untuk membersihkan bumi serta cuaca. Sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya
Tafsir Al-Muyassar
Dan kami telah menghembuskan angin dan menundukannya untuk membentuk awan dan membawa air hujan, menyemaikan pepohonan, lalu dedaunannya dan kelopak buahnya mekar, juga membawa hujan, hal-hal yang baik dan yang berguna. Kemudian kami menurunkan dari awan itu air yang kami sediakan bagi minuman kalian, tanah dan biantang-binatang ternak kalian. Dan kalain tidaklah dapat menyimpannya dalam gudang-gudang penyimpanan kalian, Kami lah yang menyimpannya sebagai rahmat bagi kalian dan kebajikan bagi kalain.
Tafsir Al-Madinah
22. Dan Kami kirimkan angin yang mengumpulkan awan sehingga dapat turun hujan dan yang mengawinkan pepohonan sehingga dapat berbuah. Dan Kami jadikan hujan sebagai minuman bagi kalian dan bagi tanaman dan hewan peliharaan kalian, dan kalian tidak dapat menyimpannya, namun Kami yang menyimpan air hujan itu dalam mata air, sumur, dan sungai-sungai.
Tafsir Al-Mukhtashar
22. Kami hembuskan angin yang menggiring awan, lalu Kami menurunkan hujan dari awan yang sarat dengan kandungan air, Kami memberi mereka minum dari air hujan. Kalian -wahai manusia- bukan penyimpan air ini di dalam perut bumi sehingga ia menjadi mata air dan sumur, akan tetapi Allah yang menyimpannya untuk kalian.
Tafsir Zubdatut
22. (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)) Angin mengawinkan awan dengan uap-uap air sehingga ia mengandung banyak air, dan mengawinkan pepohonan sehingga dapat berbuah. (lalu Kami beri minum kamu dengan air itu) Yakni Kami menjadikan hujan itu untuk memberi kalian minum dan sebagai minuman untuk hewan ternak kalian dan sebagai pengairan untuk tanah ladang kalian. (dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya) Di dalam sumur-sumur, sungai-sungai, dan mata air.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan} mengawinkan awan {Lalu Kami menurunkan hujan dari langit} dari awan-awan itu {lalu memberi kalian minum dengan air itu, sedangkan kalian bukanlah orang-orang yang menyimpannya} orang yang menjaganya
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) wa arsalnar riyaaha lawaaqih : “dan Kami utus angin untuk mengawinkan” menggabungkan awan, hingga terisi air, sebagaimana penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan jantan dan betina. ( ) wa maa antum lahuu bikhaaziniin : “dan bukanlah kalian yang menyimpan.” Kalian tidak memiliki hak atas perbendaharaan ini, sehingga kalian menghalangi dan memberi kepada yang kalian kehendaki. Makna ayat: Firman-Nya : ( ) “dan Kami utus angin untuk mengawinkan” menggabungkan awan dengan awan, sehingga terisi air, ( ) “Dan Kami turunkan dari langit air.” Dengan kuasa dan pengaturan Kami ( ) “Maka Kami beri minum kalian, dan bukanlah kalian yang menyimpannya.” Kalian tidak memiliki perbendaharaannya, sehingga kalian bisa menahan dan memberikan siapa saja yang kalian kehendaki, namun Allah ta’ala sang pemilik, Dia yang menurunkan hujan pada suatu bumi, dan menahan hujan pada sisi lain.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hijr ayat 22: Yakni mengawinkan awan dan tumbuh-tumbuhan. Dikawinkan awan oleh angin agar muncul air dengan izin Allah, dan dikawinkan tumbuh-tumbuhan agar muncul buah. Demikian pula hewan ternak mereka dan tanah mereka yang tandus, kemudian tinggallah air itu tersimpan di dalam bumi untuk keperluan mereka yang merupakan kekuasaan dan rahmat-Nya. Kamu tidak mampu menyimpannya, akan tetapi Allah yang menyimpannya untuk kamu, mengeluarkan sumber air di bumi sebagai rahmat dan ihsan-Nya kepada kamu.