Surah At-Taubah : Ayat 22
خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Lebih ditegaskan lagi bahwa mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dan tidak akan dikeluarkan dari padanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar. Setelah ayat sebelumnya menerangkan keutamaan berjihad dan berhijrah serta tidak bergunanya amal kebaikan orang-orang musyrik, maka ayat ini lebih menegaskan lagi bahwa itu semua tidak akan sempurna kecuali kaum muslim berlepas diri dari kekuasaan kaum musyrik dan lebih mencintai Allah dan rasul-Nya daripada bapak, ibu, dan saudara-saudaranya. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai auliya' bentuk jamak dari kata waliy, yakni pemimpin, teman dekat, pelindung, atau sebagai apa saja yang kamu sering kali menyampaikan rahasia kepadanya dan kamu sekalian lebih mencintai mereka mengalahkan cintamu kepada Allah dan rasul-Nya, baik dengan cara memaksakan diri apalagi secara sukarela' jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, pelindung, teman dekat, pemimpin dan lain-lain, meski masih ada hubungan kekerabatan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim karena meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, yakni dengan menjadikan wali kepada orang yang tidak tepat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-22 Lalu Allah mengutamakan keimanan dan jihad bersama Nabi SAW atas tindakan orang-orang musyrik yang memakmurkan Baitullah dan memberi minum orang yang berhaji, dan hal itu tidak bermanfaat bagi mereka dengan tindakan kemusyrikan mereka, sekalipun mereka memakmurkandan menghormati Baitullah. Allah SWT berfirman: (Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim) yaitu orang-orang yang menduga bahwa mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid. Allah. Dia menyebut mereka sebagai orang-orang zalim dengan kemusyrikan mereka, maka tindakan memakmurkan itu tidak bermanfaatkan bagi mereka sedikit pun. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang penafsiran ayat ini, dia berkata,”Ayat ini diturunkan tentang Abbas bin Abdul Muthalib ketika dia ditawan dalam perang Badar. dia berkata,"Jika kalian mendahului kami karena Islam, hijrah, dan jihad, maka sungguh kami memakmurkan Masjidil Haram, memberi minum orang-orang haji, dan membebaskan kemiskinan" Lalu Allah SWT berfirman: (Apakah (orang-orang) yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji kalian jadikan) Sampai firmanNya (dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim) yaitu bahwa semua itu dilakukan ketika dia dalam kemusyrikan, dan Allah tidak menerima apa yang dilakukan dalam kemusyrikan.
Tafsir As-Sa'di
22. “Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” Mereka tidak berpindah darinya dan tidak mau meninggalkannya “Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” Banyaknya karunia Allah, kebesaran dan kebaikanNya tidaklah mengherankan atas Dzat yang cukup berkata kepada sesuatu, dengan Kun fayakun (jadilah, maka jadilah ia).
Tafsir Al-Wajiz
22 mereka kekal di dalamnya selama-lamanya tanpa ada jeda maupun jangka waktu. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar untuk orang-orang yang senantiasa taat kepada-Nya, tanpa-Nya semua adalah hina
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tinggal di dalam surga-surga itu dengan kekal , tanpa ada waktu penghujung lamanya mereka tinggal dan menikmati kenikmatan. Itu adalah balasan dari apa yang telah mereka perbuat dari berbagai macam ketaatan dan amal shalih di kehidupan dunia mereka. Sesungguhnya Allah di sisiNya terdapat pahala besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
Tafsir Al-Mukhtashar
22. Mereka tinggal di dalam surga itu tanpa batas akhir sebagai balasan atas amal saleh yang telah mereka kerjakan di dunia. Sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dengan ikhlas semata-mata karena (menjalankan) agama.
Tafsir Ash-Shaghir
{Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah pahala yang agung
Tafsir Hidayatul
Surat At-Taubah ayat 22: Dan tidak ingin pindah daripadanya. Oleh karena itu, janganlah kamu heran terhadap balasan yang demikian besar itu, karena sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.