Surah Az-Zukhruf : Ayat 24
۞ قَٰلَ أَوَلَوْ جِئْتُكُم بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمْ عَلَيْهِ ءَابَآءَكُمْ ۖ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ

"(Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Apa yang dikatakan oleh umat-umat terdahulu itu dijawab oleh para rasul utusan Allah itu dengan mengatakan, 'dan apakah kamu akan mengikutinya juga sekalipun aku membawa untukmu agama, yakni keyakinan dan kepercayaan, yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari agama dan kepercayaan yang dianut nenek moyangmu dahulu'' dengan sikap menentang, mereka menjawab, 'sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya. '25. Lalu, akibat dari keyakinan dan kepercayaan mereka yang salah dan penentangan terhadap apa yang dibawa oleh para rasul itu, kami binasakan mereka dengan berbagai macam siksaan. Maka perhatikanlah, wahai Muhammad atau siapa pun yang mau memperhatikan dan mengambil pelajaran, bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh para rasul itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-25 Allah SWT berfirman serya mengingkari orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah tanpa keterangan, tanpa dalil, dan tanpa hujjah (Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya) yaitu sebelum mereka menyekutukan Allah (lalu mereka berpegang dengan kitab itu?) yaitu apa yang mereka alami itu tentu saja tidak seperti itu. sebagaimana firmanNya: (Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan? (35)) (Surah Ar-Rum) yaitu perkaranya tidak demikian. Kemudian Allah SWT berfirman: (Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka” (22)) yaitu mereka dalam kemusyrikannya itu tidak mempunyai dasar selain dari mengikuti jejak bapak-bapak dan nenek moyang mereka. Bahwa mereka berada pada suatu agama. Makna yang dimaksud adalah agama, yaitu firmanNya SWT: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu) (Surah Al Anbiya’: 92) Ucapan mereka: (dan sesungguhnya kami terhadap jejak mereka) yaitu di belakang mereka (adalah orang-orang yang mendapat petunjuk) Ini merupakan pengakuan dari mereka tanpa dalil. Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa ucapan mereka yang demikian itu telah didahului orang-orang yang serupa dan setara dengan mereka dari kalangan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul. Hati mereka semua sama, maka perkataan mereka juga sama (Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan orang-orang itu mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila” (52) Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas (53)) (Surah Adz-Dzariyat) Demikian juga Allah berfirman di sini: (Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka” (23)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Berkatalah) wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik (Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya”) yaitu, seandainya mereka mengetahui dan meyakini kebenaran dari apa kalian sampaikan kepada mereka, sungguh mereka tetap tidak mau mengikutinya, karena jeleknya niat mereka dan sifat mereka yang takabur terhadap kebenaran dan para penganutnya. Allah SWT berfirman: (Maka Kami binasakan mereka) yaitu umat-umat yang mendustakan itu dengan berbagai macam azab. Sebagaimana apa yang dijelaskan Allah SWT dalam kisah mereka (maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu) yaitu bagaimana mereka dilenyapkan dan dibinasakan, dan bagaimana Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman?
Tafsir As-Sa'di
24. karena itu, setiap rasul menanggapi orang yang menentangnya dengan syubhat batil dengan,”berkata,’apakah (kmau akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberikan petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya’,” yaitu, maukah kalian mengikuti demi petunjuk? “mereka menjawab, ’sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya,” berdasar tanggapan mereka itu dapat diketahui bahwa mereka tidak ingin mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi hanya ingin mengikuti kebatilan dan kemauan hawa nafsu mereka.
Tafsir Al-Wajiz
24. Rasul mereka berkata: “Apakah kalian akan tetap mengikuti agama leluhur kalian meskipun aku telah mendatangkan agama yang menunjukkan kepada jalan kebenaran dari agama leluhur kalian?” Mereka berkata: “Sesungguhnya kami menolak apa yang diperintahkan untukmu. Kami tidak akan mengimani dan mengamalkannya”
Tafsir Al-Muyassar
Muhammad dan para rasul yang mendahuluinya berkata kepada orang-orang yang menyangkalnya dengan syubhat batil ini, ”apakah kalian akan tetap mengikuti nenek moyang kalian sekalipun aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu dari sisi tuhan kalian yang lebih membingbing ke jalan yang benar dan lebih menunjukan jalan yang lurus dari pada agama dan ajaran yang kalian warisi dari nenek moyang kalian?” Mereka menjawab dengan penuh pengingkaran, Sesunggguhnya kami tetap ingar dan kafir kepada apa yang kalian diutus dengannya. ”
Tafsir Al-Madinah
24-25. Allah mengabarkan bahwa Nabi Muhammad dan Rasul-Rasul sebelumnya telah mengingkari orang-orang kafir yang mengikuti kekafiran nenek moyang mereka. Para rasul itu telah datang dengan membawa hidayah dari Allah, akan tetapi orang-orang kafir itu tetap berada dalam kesesatan mereka dan berkata, ‘Kami mengingkari risalah yang kalian bawa.’ Maka Kami membinasakan mereka. Hai Rasulullah, bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Allah dan para rasul-Nya?
Tafsir Al-Mukhtashar
24. Rasul mereka berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan tetap mengikuti bapak-bapak kalian jika aku mendatangkan kepada kalian apa yang lebih baik daripada agama yang mereka anut?” Mereka menjawab, “Kami kafir terhadap ajaran risalahmu dan para rasul sebelummu.”
Tafsir Zubdatut
24. ((Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?”) Yakni rasul mereka mengatakan kepada mereka: “Apakah kalian tetap mengikuti nenek moyang mereka meskipun aku telah mendatangkan kepada kalian agama yang lebih dapat memberi petunjuk daripada agama nenek moyang kalian?”
Tafsir Ash-Shaghir
Dia berkata,“Apakah sekalipun aku datang kepada kalian dengan sesuatu yang lebih baik panduannya daripada apa yang kalian peroleh dari nenek moyang kalian. Mereka menjawab,“Sesungguhnya kami terhadap apa diutus kepadamu adalah orang-orang yang ingkar
Tafsir Hidayatul
Dari sini diketahui, bahwa mereka tidak ingin mengikuti yang hak dan mengikuti petunjuk, maksud mereka adalah mengikuti yang batil dan hawa nafsu.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zukhruf ayat 24: (Rasul itu berkata) kepada mereka, ("Apakah) kalian akan mengikutinya juga (sekalipun aku membawa untuk kalian agama yang lebih nyata memberi petunjuk daripada apa yang kalian dapati bapak-bapak kalian menganutnya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami terhadap agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya) yaitu yang disampaikan oleh kamu dan oleh rasul-rasul yang sebelum kamu (adalah orang-orang yang ingkar") maka Allah berfirman seraya mengancam mereka melalui firman selanjutnya: