Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat ini, Allah mengingatkan kepada nabi Muhammad akan kedahsyatan hari kiamat, dan ingatlah wahai nabi Muhammad pada saat datangnya hari kiamat, yaitu ketika langit pecah dan benda-benda langit pun saling bertabrakan dengan sangat dahsyatnya, sehingga mengeluarkan kabut putih semuanya menjadi debu yang beterbangan dan akhirnya menghilang. Dan ketika itu para malaikat pun diturunkan secara bergelombang dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka membawa catatan amal setiap manusia. Merekalah yang menjadi saksi atas semua tindakan manusia di dunia. 26. Pada saat itu semua kekuasaan yang mutlak hanya berada di tangan Allah. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah hanya milik tuhan yang maha pengasih. Kekuasaan itu kini berada dalam genggaman-Nya. Dialah yang menentukan nasib setiap manusia dengan seadil-adilnya, karena dialah yang maha rahman. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir. Tidak lagi bermanfaat atas mereka harta benda, anak-anak dan lainnya. Mereka akan menghadapi satu pengadilan yang sebenar-benarnya. Mereka tidak lagi didampingi oleh penolong, pelindung, sebagaimana ketika di dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 25-29 Allah SWT memberitahukan tentang kengerian hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi padanya. Di antaranya adalah terbelahnya langit, lalu mengeluarkan kabut putih, yaitu naungan yang cahaya yang besar dan menyilaukan pandangan, serta turunnya para malaikat dari langit pada hari itu, lalu mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar. Kemudian datanglah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi untuk memberikan keputusan Firman Allah SWT: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir(26)) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) (Surah Ghafir: 16) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Allah SWT menggulung langit dengan tangan kananNya, dan menggenggam bumi dengan tangan lainnya, kemudian Dia berfirman:”Akulah Raja, Akulah Yang Maha Membalas, dimanakah raja-raja bumi, dimanakah orang-orang yang melampaui batas, dan dimanakah orang-orang yang sombong?” Firman Allah: (Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir) yaitu sangat sulit, karena hari itu adalah hari keadilan, hari pemberian keputusan dan pemutusan semua perkara. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka apabila sangkakala ditiup (8) maka itulah hari yang serba sulit (9) bagi orang-orang kafir tidak mudah (10)) (Surah Al-Muddatstsir) Ini adalah keadaan orang-orang kafir pada hari itu. Adapun keadaan orang-orang mukmin sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu" (103)) (Surah Al-Anbiya’) Firman Allah SWT: (Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul (27)). Allah SWT memberitahukan tentang penyesalan orang zalim yang menyimpang dari jalan Rasulullah SAW dan apa yang dia sampaikan dari sisi Allah berupa kebenaran yang jelas yang tidak ada keraguan di dalamnya. Lalu dia menempuh jalan lain, bukan jalan Rasulullah SAW. Maka pada hari kiamat dia akan menyesal, yaitu pada hari yang tidak ada gunanya lagi penyesalan, lalu dia menggigit kedua tangannya sebagai karena kekecewaan dan penyesalannya. Sekalipun penyebab turunnya ayat ini tentang Uqbah bin Abu Mu'aith atau lainnya dari kalangan orang-orang yang celaka, tetapi maknanya bersifat umum mencakup semua orang yang zalim, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Duhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul" (66) Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) (67) Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar" (68)) (Surah Al-Ahzab). Setiap orang yang zalim pada hari kiamat akan menyesal dengan dahsyat, dan dia akan menggigit kedua tangannya seraya berkata: (Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul (27) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan itu teman akrab(ku) (28)) yaitu karena dia memalingkannya dari jalan petunjuk, lalu membawanya ke jalan kesesatan berupa menyeru kepada kesesatan, baik dia adalah Umayyah bin Khalaf atau saudara laki-lakinya, yaitu Ubay bin Khalaf atau keduanya (Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an) yaitu Al-Qur’an (ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku) yaitu sesudah Al-Qur'an sampai kepadanya. Allah SWT berfirman: (Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia) yaitu menyesatkannya dan memalingkannya dari kebenaran, lalu membawa dan menyerunya kepada kebathilan
Tafsir As-Sa'di
25-26 Allah mengabarkan tentang kedahsyatan, kesengsaraan dan kesulitan pada hari kiamat serta hal-hal yang menakutkan hati, seraya berfirman, ”dan hari ketika langit pecah belah mengeluarkan kabut,” dan kabut itu adalah kabut yang didalamnya Allah turun; Dia turun dari atas langit, hingga langit terbelah dan pecah karenanya, dan turun pula
Tafsir Al-Wajiz
25. Dan pada hari langit terbelah mengeluarkan awan, dan malaikat diturunkan berkelompok-kelompok dari setiap bagian langit, bersiap-siap untuk melaksanakan perintah-perintah Allah pada hari pemisahan dengan membawa catatan-catatan amal para hamba. Demikian itulah hari kiamat.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah (wahai Rasul) perihal hari ketika itu langit terpecah belah dan tampak melalui celah-celahnya awan putih lembut. Dan Allah menurunkan malaikat langit pada hari itu, lalu mereka mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar, dan Allah datang untuk memutuskan putusan di antara para hamba, dengan kedatangan yang layak dengan keagunganNya.
Tafsir Al-Madinah
25. Pada hari kiamat langit akan terpecah belah, dan dari belahan-belahannya terlihat awan, lalu para malaikat turun dengan berkelompok-kelompok.
Tafsir Al-Mukhtashar
25. Dan ingatlah -wahai Rasul- hari ketika langit terbelah mengeluarkan kabut putih yang tipis dan Malaikat diturunkan secara bergelombang ke padang mahsyar lantaran jumlah mereka yang banyak.
Tafsir Zubdatut
25. (Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih) Pada hari kiamat langit akan terpecah belah dan diliputi oleh awan. Terdapat pendapat mengatakan bahwa langit terbelah kerena pada malaikat yang turun pada saat itu. (dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang) Kelompok malaikat diturunkan setelah kelompok lainnya.
Tafsir Li Yaddabbaru
25-26 Az-Zarkasyi mengatakan: aku dikejutkan pada suatu hari oleh firman Allah: { } "Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang", { } "Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah" lalu aku berkata: Wahai engkau dzat yng maha lembut! engkau mengetahui bahwa hati para waliMu yang tampaknya memiliki kengerian tidak menahan diri; namun Engkau tetap lembut pada mereka dengan menambahkan kata (()) kepada nama yang paling umum dari sifat rahmatMu, engkau berfirman: { }; dan jika saja gantinya adalah nama lain seperti al-Aziz dan al-Jabbar; niscaya hati-hati akan hancur.
Tafsir Ash-Shaghir
{(Ingatlah) hari (ketika) langit pecah} pecah {mengeluarkan kabut putih} awan-awan putih tebal {dan malaikat diturunkan secara bergelombang
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Furqan ayat 25: Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang dahsyatnya hari Kiamat, derita dan hal yang menegangkan hati ketika itu. Awan ini adalah awan yang Allah turun di situ (lihat tafsir As Sa’diy), Dia turun dari atas langit lalu langit terbelah dan para malaikat dari setiap langit turun bergelombang, lalu mereka berdiri berbaris-baris mengelilingi makhluk, wallahu a’lam. Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang kedahsyatan hari Kiamat dan perkara-perkara dahsyat yang terjadi di sana, di antaranya terbelahnya langit dan terpecahnya serta mengeluarkan awan, yakni naungan cahaya yang besar yang menyilaukan penglihatan, turunnya malaikat dari langit-langit pada hari itu, lalu mengepung makhluk di padang mahsyar, kemudian Allah Tabaaraka wa Ta'aala datang untuk memberikan keputusan. Mujahid berkata, “Hal ini sama seperti firman Allah Ta’ala, “Tidak ada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan…dst.” (Terj. Al Baqarah: 210) Ibnu Abbas berkata, “Langit dunia terbelah, lalu turun penghuninya yang lebih banyak dari penghuni bumi dari kalangan jin dan manusia, kemudian langit kedua terbelah, lalu turun penghuninya yang lebih banyak dari penghuni bumi dari kalangan jin dan manusia, kemudian seterusnya sampai langit ketujuh terbelah, dan penghuni setiap langit lebih banyak lagi daripada penghuni langit sebelumnya, kemudian malaikat Karrubiiyin turun, lalu para malaikat pemikul ‘Arsy.” Malaikat karena jumlahnya yang banyak dan kuatnya mereka, mereka turun mengelilingi makhluk sambil tunduk kepada perintah Tuhan mereka. Ketika itu, tidak ada seorang pun yang berani berbicara kecuali dengan izin Allah, lalu bagaimana menurutmu tentang manusia yang lemah, khususnya mereka yang berani berhadapan dengan Tuhan mereka dengan perkara-perkara besar yang menunjukkan beraninya mereka terhadap Allah, yang mengerjakan perbuatan yang mendatangkan kemurkaan-Nya, mengerjakan dosa dan tidak bertobat daripadanya. Ketika itulah, Allah Yang Maha Pengasih memberikan keputusan yang tidak ada kezaliman meskipun seberat dzarrah (debu). Oleh karena itulah hari itu adalah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir, berbeda dengan orang mukmin yang diringankan bebannya.