Tafsir Ringkas Kemenag
Mahasuci dan terpujilah Allah karena hanya milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk, patuh dan siap sedia melaksanakan perintah-Nya. 27. Hari kebangkitan bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah, sebab dialah yang memulai penciptaan manusia dari tidak ada kemudian mengulanginya dengan membangkitkan kembali menjadi makhluk yang baru, dan yang demikian itu menurut akalmu, wahai orang-orang kafir, mestinya lebih mudah bagi-Nya. Hanya bagi-Nya sifat yang mahatinggi di langit dan di bumi sebagai tuhan yang maha esa, tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan penyandang segala kesempurnaan. Dan dia yang mahaperkasa tanpa tandingan, mahabijaksana dalam penciptaan dan pengurusan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-27 Allah SWT berfirman: (Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi) yaitu milikNya dan hamba-hambaNya (Semuanya hanya kepadaNya tunduk) yaitu tunduk dan patuh, baik dengan taat maupun terpaksa Firman Allah: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkannya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknanya adalah lebih mudah bagiNya. Mujahid berkata bahwa mengembalikan hidup itu lebih mudah daripada menciptakannya dari awal. Sedangkan menciptakan dari awal itu juga mudah bagiNya Bisa jadi bahwa dhamir dalam firmanNya: (dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) merujuk kepada makhluk, yaitu lebih mudah bagi makhluk. Firman Allah: (Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknanya seperti firmanNya: (tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan Dia) (Surah Asy-Syura: 11) Qatadah berkata bahwa serupa dengan ayat ini yaitu kalimat "tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia" Ibnu Jarir juga mengemukakan pendapat yang serupa dengan ini Dia Maha Perkasa yang tidak terkalahkan dan tertandingi, bahkan Dia mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu dengan kekuasaan dan pengaruhNya. Dzat yang Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatanNya secara syariat maupun takdir. Diriwayatkan dari Malik dalam tafsirannya yang diriwayatkan darinya dari Muhammad bin Al-Munkadir tentang firmanNya: (Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi) dia berkata yaitu semakna dengan kalimat "Tidak ada Tuhan selain Allah"
Tafsir As-Sa'di
26. “dan kepunyaanNya-lah siapa saja yang ada di langit dan bumi,” semuanya adalah ciptaanNya, dan hamba-hambaNya. Dia-lah yang berwenang mengendalikan mereka tanpa ada pesaing, penolong ataupun penentang; semua mereka tunduk kepada keagunganNya, patuh kepada kesempurnaanNya.
Tafsir Al-Wajiz
26. Dan milik Allah itu segala sesuatu di langit dan bumi baik kerajaan, makhluk, dan hamba. Semuanya taat kepadaNya dan tunduk atas kehendakNya di langit dan bumi berupa kehidupan dan kematian, kesehatan dan sakit, serta kebangkitan, penghisaban dan lainnya.
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi, mencakup malaikat, manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Semua itu tunduk kepada perintah Allah dan patuh kepada kesempurnaanNya.
Tafsir Al-Madinah
26. Milik Allah semata segala makhluk yang ada di tujuh langit dan bumi, semuanya tunduk kepada ketetapan Allah.
Tafsir Al-Mukhtashar
26. Dan hanya bagi Allah semata apa yang ada di langit, dan hanya bagi Allah semata apa yang ada di bumi, baik secara kepemilikannya, penciptaannya dan penentuannya. Setiap yang ada di langit dan setiap yang ada di bumi dari para makhluk-makhluk-Nya tunduk kepada-Nya dan pasrah kepada perintah-Nya.
Tafsir Zubdatut
26. (Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi) Dari seluruh makhluk yang ada. Dia-lah yang memiliki yang mengatur dan yang menciptakan semua itu, tanpa campur tangan selain-Nya. (Semuanya hanya kepada-Nya tunduk) Yakni penuh ketaatan.
Tafsir Ash-Shaghir
MilikNyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya tunduk kepadaNya} tunduk dan patuh terhadap perintahNya
Tafsir Hidayatul
Yakni milik-Nya, ciptaan-Nya, dan hamba-Nya. Dia pula yang mengatur tanpa ada yang menentang, dan tanpa pembantu. Semuanya tunduk kepada keagungan dan kesempurnaan-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ar-Rum ayat 26: Ketahuilah wahai manusia bahwasanya Allah sajalah yang memberi karunia apa yang ada di langit dan di bumi dari para malaikat, manusia, jin dan selainnya dari makhluk ciptaan-Nya. Dialah pencipta, raja, dan penguasa. Setiap dari makhluk tersebut diperintahkan untuk beribadah dan taat (baik ketaatan atas kuasa-Nya, maupun ketaatan atas kehendak-Nya). Maka semua yang tunduk dengan apa yang Allah inginkan dari kehidupan, mati, kebangkitan, sehat, sakit, kaya, miskin, mulia, terhina, maka seorang mukmin memiliki perbedaan dalam ketaatan hati, bukan hanya ketaatan atas kuasa Allah saja.