Surah Al-Fajr : Ayat 26
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٌ

"dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya. Ikatan Allah sangat kukuh dan kuat. Tidak ada kekuatan yang mampu mengendurkan ikatan itu, apalagi melepaskannya. 27. Allah berfirman kepada manusia yang beriman dan beramal saleh, 'wahai jiwa yang tenang, tenteram, damai, dan tidak takut apa pun serta tidak merasa sedih karena apa pun.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-30 Allah SWT memberitahukan tentang kejadian hari kiamat, berupa kengerian yang agung. Jadi Allah SWT berfirman: (Jangan (berbuat demikian)) yaitu benar (Apabila bumi diguncangkan berturut-turut) yaitu, diratakan sehingga menjadi rata tanpa ada gunung-gunung, dan semua makhluk dibangkitkan dari kubur mereka untuk menghadap kepada Tuhan mereka (dan datanglah Tuhanmu) yaitu untuk memutuskan keputusan di antara makhlukNya. Lalu datanglah Allah SWT untuk memutuskan keputusan sebagaimana yang Dia kehendaki, sedangkan para malaikat datang di hadapanNya bersaf-saf Firman Allah SWT: (dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam) Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Neraka Jahanam pada hari itu didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali yang masing-masing kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya” Firman Allah SWT (dan pada hari itu ingatlah manusia) yaitu semua amal perbuatan dan apa yang dilakukan terdahulu, baik yang telah lama dan yang baru (akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya) yaitu tiada manfaatnya baginya peringatan itu (Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini” (24)) yaitu dia menyesali perbuatan-perbuatan durhaka yang telah dilakukan di masa lalu jika dia orang yang durhaka, Dan dia berharap seandainya dia dahulu menambah ketaatan jika dia adalah orang yang taat Firman Allah SWT: (Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya (25)) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih keras azabnya selain azab Allah SWT terhadap orang yang durhaka kepadaNya (dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatannya (26)) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih keras ikatan dan pukulannya daripada ikatan malaikat Zabaniyah terhadap orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka SWT. Hal ini menyangkut orang-orang yang berdosa dan orang-orang zalim. Adapun apa yang dialami oleh jiwa yang suci dan tenang yang selalu tetap tunduk patuh kepada kebenaran, maka dikatakan kepadanya: (Hai jiwa yang tenang (27) kembalilah kepada Tuhanmu (28)) yaitu ke sisiNya, ke pahalaNya, dan kepada apa yang Dia sediakan bagi para hambaNya di dalam surgaNya (dengan hati yang puas lagi diridhai) yaitu hati yang puas karena mendapat ridha dari Allah SWT (Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu (29)) yaitu, ke dalam golongan mereka (dan masuklah ke dalam surga-Ku (30)) Hal ini dikatakan kepadanya ketika dia menjelang ajalnya pada hari kiamat, sebagaimana para malaikat menyampaikan kepadanya berita gembira ini ketika dia menjelang ajalnya dan di saat dia dibangkitkan dari kuburnya. Diriwayatkan dari ibnu Abbas tentang firmanNya SWT: (Hai jiwa yang tenang (27) kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (28)) ayat ini diturunkan ketika Abu Bakar sedang duduk, lalu dia berkata,"Wahai Rasulullah, alangkah baiknya hal ini" Maka Rasulullah SAW menjawab,”Ingatlah, sesungguhnya hal itu akan dikatakan kepadamu”
Tafsir As-Sa'di
25-26. “Maka pada hari itu tiada seorangpun menyiksa seperti siksaNya” bagi orang yang melalaikan hari itu dan melupakan amal untuk hari itu, “dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya,” karena mereka diikat dengan belenggu dari api neraka dan diseret di atas wajah mereka ke dalam neraka yang membara kemudian mereka dijadikan bara api di dalam neraka. Inilah balasan orang-orang yang durjana.
Tafsir Al-Wajiz
26. Tidak ada yang bisa menandingi ikatan atas dirinya yang menggunakan rantai-rantai. “Isim dhamir” pada kata {‘Adzabahu} dan {watsaqahu} merujuk kepada orang kafir. Watsaq atau Itsaq artinya adalah ikatan, dan arti kedua {Itsaq} adalah yang dimaksud dalam ayat ini
Tafsir Al-Muyassar
25-26. Pada hari yang sulit itu tidak ada seorng pun yang mampu dan sanggup menyiksa seperti azab Allah terhadap siapa yang mendurhakaiNYA, tidak ada seorang pun yang mampu membelenggu NYA, tidak ada seorangpun yang menandingiNYA dalam hal itu.
Tafsir Al-Mukhtashar
26. Dan tidak ada yang mengikat dengan rantai seperti ikatan Allah bagi orang-orang kafir.
Tafsir Zubdatut
26. (dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya) Dan orang kafir tidak dibelenggu dengan rantai seperti belenggu yang Allah lakukan kepada mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Tidak ada seorang pun juga yang mampu mengikat seperti ikatanNya} tidak ada satupun yang bisa mengikat suatu ikatan dan belenggu seperti ikatan Allah
Tafsir Hidayatul
Mereka diikat dengan rantai dan diseret di atas mukanya ke dalam air yang sangat panas kemudian dibakar dalam api (lihat surah Az Zumar: 71-72). Ini adalah balasan bagi orang-orang yang berdosa, adapun orang yang merasa tenang kepada Allah, beriman kepada-Nya dan membenarkan rasul-rasul-Nya, maka akan dikatakan kepadanya, “Wahai jiwa yang tenang!”
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Fajr ayat 26: 25-26. Pada hari itu tidak ada yang diadzab oleh Allah (di dunia) sebagaimana adzab bagi orang kafir, tidak juga pernah ada (manusia di dunia) dibelenggu kemudian diberikan minum dari api dan diberikan rasa haus sebagaimana orang kafir rasakan; Dengan kata lain, adzab bagi mereka adalah adzab yang diberikan hingga sampai derajat manusia lebih mengingkan mati (ketimbang di adzab).