Surah Asy-Syu'ara : Ayat 28
قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

"Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Jawaban ketiga, merupakan jawaban yang telak dan sulit bagi fir'aun untuk mengelaknya. Dia, yakni nabi musa, berkata kepada fir'aun dengan perkataan yang pernah diucapkan juga oleh nabi ibrahim kepada penguasa yang lalim (lihat: al-baqarah/2: 258), 'dialah tuhan yang menguasai ufuk timur tempat terbit matahari dan ufuk barat tempat terbenamnya matahari dan apa yang ada di antara ke-duanya, seperti gunung-gunung, lautan dan lain sebagainya, jika kamu mengerti, dan menggunakan akalmu dengan baik dan benar. ' janganlah kau terus menerus dengan kebatilan, padahal kau tahu kebenaran. Apakah kamu mampu melakukan apa yang dilakukan tuhanku'29. Fir'aun semakin berang mendengar perkataan nabi musa dan mulai menggunakan kekuatannya, sebagaimana juga penguasa yang lalim, untuk membungkam musuh-Musuh mereka. Dia yaitu fir'aun berkata dengan nada mengancam, 'sungguh, jika engkau menyembah tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara. Sebagaimana orang-orang yang telah aku penjarakan. Aku akan siksa dirimu dengan siksaan yang amat pedih. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 23-28 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kekafiran, kedurhakaan, keingkaran, dan kperbuatan melampaui batas Fir’aun dalam firmanNya: (Siapakah Tuhan alam semesta itu?) Demikian itu karena dia berkata kepada kaumnya, (aku tidak mengetahui tuhan bagi kalian selain aku) (Surah Al-Qashash: 38) dan (Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya) (Surah Az-Zukhruf: 54) Mereka mengingkari adanya Pencipta yang Maha Agung dan Maha Tinggi, dan mereka meyakini bahwa tidak ada Tuhan bagi mereka selain Fir'aun. Setelah nabi Musa berkata kepadanya, ("Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanku, Tuhan semesta alam") Maka Fir'aun berkata kepadanya, "Siapakah Tuhan yang kamu sangka sebagai Tuhan semesta alam selain aku?" Demikianlah menurut penafsiran ulama salaf dan para imam yang kemudian. Sehingga As-Suddi berkata bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya SWT: (Fir’aun berkata,"Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?” (49) Musa berkata, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (50)) (Surah Thaha) Orang dari kalangan ahli manthiq dan lainnya menduga bahwa pertanyaan ini tentang jati diri. Sesungguhnya dia keliru. Karena sesungguhnya Fir'aun tidak mengakui keberadaan Pencipta, sehingga dia menanyakan tentang DzatNya, bahkan Fir'aun adalah orang yang sama sekali ingkar terhadap keberadaanNya, sekalipun semua hujjah dan bukti telah ditegakkan terhadapnya. Saat itu nabi Musa menjawab, setelah Fir'aun bertanya tentang Tuhan semesta alam: (Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian)”) yaitu Dia Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Tuhan segala sesuatu, tidak ada sekutu bagiNya. Dia adalah Pencipta seluruh segala sesuatu, baik alam yang tinggi dan semua yang ada padanya seperti bintang-bintang yang tetap, yang beredar, dan yang bersinar, maupun alam bawah beserta dengan segala sesuatu yang ada padanya seperti lautan, padang pasir, gunung-gunung, pepohonan, hewan-hewan, tumbuh tumbuhan, dan buah-buahan, serta yang ada di antara keduanya, seperti udara dan burung-burung, dan segala sesuatu yang ada di udara. Semuanya adalah hamba Allah, tunduk dan patuh kepadaNya. (jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayaiNya) yaitu, jika kalian mempunyai hati berkeyakinan dan mata yang tajam. Maka pada saat itu Fir'aun berpaling ke arah orang-orang yang ada di sekelilingnya yang terdiri dari pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin kaumnya seraya berkata kepada mereka dengan maksud mengejek dan mendustakan nabi Musa, untuk menjawab apa yang dia katakan: (Apakah kalian tidak mendengarkan?) yaitu apakah kalian tidak heran dengan orang ini yang menduga bahwa kalian mempunyai Tuhan selain aku? Maka nabi Musa berkata kepada mereka: (Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang dahulu) yaitu yang telah menciptakan kalian dan nenek moyang kalian terdahulu yang hidup sebelum Fir'aun (Fir'aun berkata, "Sesungguhnya Rasul kalian yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila”) yaitu tidak berakal dalam pengakuannya yang mengatakan bahwa ada tuhan lain selain aku (Musa berkata) yaitu nabi Musa berkata kepada orang-orang yang telah ditipu oleh Fir'aun melalui dakwaan palsunya itu, lalu nabi Musa menjawab dengan berkata: (Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian) jika kalian menggunakan akal) yaitu Dialah Dzat yang menjadikan timur sebagai tempat terbitnya bintang-bintang, dan menjadikan barat sebagai tempat tenggelamnya bintang-bintang, baik yang tetap maupun beredar, sesuai dengan tatanan yang telah ditundukkan dan diatur olehNya. Yaitu, jika tuhan yang kalian sangkakan sebagai tuhan kalian sebenarnya, hendaklah dia membalikkan tatanan tersebut dengan menjadikan arah timur menjadi barat dan barat menjadi timur. Sebagaimana Allah SWT memberitahukan tentang: (orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim) (Surah Al-Baqarah: 258) Oleh karena itu Fir'aun kalah dan tidak punya hujjah lagi, maka dia beralih menggunakan kekuasaan, kekuatan, dan pengaruhnya. Dia menduga bahwa hal itu bermanfaat dan berpengaruh langsung terhadap nabi Musa, Lalu Allah SWT berfirman tentang itu
Tafsir As-Sa'di
28 kemudian Musa berkata dengan nada heran terhadap pengingkaran Fir’aun dan penolakan terhadap Rabb semesta alam, “Rabb yang menguasai timur dan barat dan sesuatu yang ada diantara keduanya” yaitu berupa seluruh makhluk ciptaan, “jika kamu benar-benar mempergunakan akal” sesungguhnya aku telah menyampaikan penjelasan kepada kalian, yang bisa dipahami oleh setiap orang yang memiliki sedikit daya nalar. Lalu kenapa kalian masih tetap saja berpura-pura tidak mengerti terhadap apa yang aku sampaikan kepada kalian? Uraian ini mengandung isyarat dan peringatan bahwa tuduhan gila yang kalian alamatkan kepada Musa sebenarnya adalah penyakit kalian. Kalian telah menuduh manusia yang paling cemerlang akalnya dan paling sempurna ilmunya
Tafsir Al-Wajiz
28. Musa berkata: “Dia adalah Tuhan yang dapat kalian lihat bukti-bukti kekuasaanNya setiap hari. Dialah Tuhannya arah timur yang memunculkan matahari dan Tuhannya arah barat yang menjadikan matahari terbenam serta Tuhannya seluruh makhluk di antara keduanya jika kalian termasuk orang-orang berakal yang mau berpikir tentang Tuhan alam semesta”
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata, “Tuhan Yang menguasai timur dan barat serta semua yang ada di antara keduanya, berupa cahaya dan kegelapan; ini semua menuntut keharusan beriman kepadaNya semata jika kalian orang-orang yang berakal dan mau merenung!”
Tafsir Al-Madinah
28. Musa membantahnya: “Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan timur yang menerbitkan matahati dari arah timur dan menjadikannya tenggelam di arah barat. Dia Pencipta makhluk-makhluk yang ada di antara timur dan barat; jika kalian memikirkan, tidak ada yang mampu melakukan itu melainkan Allah Tuhan semesta alam.”
Tafsir Al-Mukhtashar
28. Musa berkata, "Allah yang aku seru kalian kepada agama-Nya adalah Tuhan yang menguasai timur dan barat serta apa yang ada di antara keduanya. Itulah Rabb kalian jika kalian benar-benar memiliki akal yang masih digunakan untuk berpikir.”
Tafsir Zubdatut
28. (Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya) Nabi Musa tidak menyibukkan diri untuk membantah tuduhan Fir’aun bahwa ia adalah orang gila, namun dengan mengatakan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di alam semesta yang kadang diliputi cahaya dan kadang diliputi kegelapan ini merupakan kuasa Allah. (jika kamu mempergunakan akal”) Yakni jika kalian termasuk orang yang berakal hai Fir’aun dan pengikutnya.
Tafsir Ash-Shaghir
Dia (Musa) berkata,“Tuhan timur dan barat serta segala yang ada di antara keduanya jika kalian berpikir”
Tafsir Hidayatul
Dan menciptakan. Dalam kalimat, “jika kamu mengerti.” Terdapat isyarat bahwa tuduhan gila terhadap Nabi Musa ‘alaihis salam adalah tuduhan yang keji, padahal sesungguhnya merekalah yang gila karena mengingkari keberadaan yang wajib ada, yaitu Pencipta langit dan bumi serta di antara keduanya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 28: Dan Musa tetap terus-menerus dalam mendakwahkan kepada fir’aun, serta menegakkan dalil-dalil atas kebathilan seruan-seruan fir’aun, maka Musa menyeru kepada seluruh yang hadir : Allah adalah Tuhan kalian dan Tuhan timur dan barat serta apa yang ada di antara keduanya. Maka renungkanlah jika kalian memiliki akal yang dapat membedakan antara Pencipta dan yang diciptakan, dan akal yang dapat mebedakan Pemelihara dan yang dipelihara.