Surah Yasin : Ayat 28
۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

"Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Beralih dari penjelasan perihal 'ab'b an-najj'r yang mati dibunuh dan harapannya agar kaumnya ikut beriman, Allah dalam ayat berikut menjelaskan azab yang akan ditimpakan kepada orang musyrik. Dan setelah dia, yakni 'ab'b an-najj'r dibunuh karena keimanannya, kami tidak menurunkan suatu pasukan malaikat pun dari langit kepada kaumnya untuk menghancurkan mereka. Kami sudah menetapkan siksa bagi mereka berupa teriakan yang sangat keras. Dan karena itu, kami tidak perlu menurunkannya, yakni para malaikat, dalam jumlah banyak. 29. Dengan demikian, tidak ada siksaan terhadap mereka yang mendus-takan utusan Allah melainkan dengan satu teriakan saja, yaitu teriakan jibril yang sangat keras; maka seketika itu mereka pun mati. Demikianlah balasan di dunia bagi orang yang mendustakan utusan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-29 Qatadah berkata bahwa tidaklah kamu menjumpai orang mukmin, melainkan dia adalah seorang yang mengharapkan kebaikan bagimu, dan tidaklah kamu jumpa dia sebagai seorang penipu. Setelah lelaki itu menyaksikan penghormatan yang diberikan Allah kepadanya: ("Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui (26) apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadi­kan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan” (27)) dia mengharapkan andaikata kaumnya mengetahui kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya dan akibat terpuji yang dia dapatkan. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya (28)) Allah SWT memberitahukan bahwa Dia membalas perbuatan kaumnya setelah dia dibunuh mereka karena murka kepada mereka, karena mereka mendustakan para rasulNya dan membunuh kekasihNya. Lalu Allah SWT menyebutkan bahwa Dia tidak menurunkan dan membutuhkan untuk membinasakan mereka dengan pasukan malaikat untuk membinasakan mereka, bahkan perkara itu lebih mudah dari hal itu. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit) yaitu risalah lain kepada mereka, Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Qatadah berkata bahwa demi Allah, Allah tidak menegur kaumnya setelah mereka membunuhnya, (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka dengan serta merta mereka semuanya mati (29)) Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang pertama adalah yang paling shahih, karena risalah tidak dinamakan pasukan. Para Mufasir berkata bahwa Allah SWT mengirimkan malaikat Jibril kepada mereka. Jibril memegang kedua sisi pintu gerbang negeri mereka, kemudian dia meneriakkan satu kali teriakan terhadap mereka. Maka seketika mereka semuanya mati, tanpa ada seorangpun yang selamat saat itu
Tafsir As-Sa'di
28. Allah berfirman tentang siksaan bagi kaumnya, “dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia meninggal suatu pasukan dari langit untuk membinasakan mereka, “dan tidak layak kami menurunkannya,” karena tidak ada perlunya untuk itu, karena keagungan kekuasaan Allah dan betapa sangat rapuhnya manusia, sehingga siksaan yang paling ringan saja, sudah cukup buat mereka.
Tafsir Al-Wajiz
28. Dan Kami tidak menurunkan pasukan malaikat dari langit untuk kaum orang mukmin ini (Habib An-Najjar setelah kematiannya) untuk menghancurkan dan membalas perbuatan mereka. Kami tidak menurunkan malaikat untuk mereka karena didahului oleh ketentuan Kami untuk menghancurkan mereka menggunakan suara yang mengerikan dan menghancurkan. Untuk menghancurkan mereka tidak membutuhkan malaikat, cukup dengan satu suara saja.
Tafsir Al-Muyassar
Perkaranya tidak membutuhkan diturunkannya pasukan dari langit untuk mengazab mereka setelah mereka membunuh laki-laki shaleh yang menasihati mereka dan pendustaan mereka terhadap utusan-utusan mereka, karena lebih lemah dan lebih hina dari itu dan kami juga tidak menurunkan malaikat kepada umat-umat bila kami membinasakan mereka, akan tetapi kami (cukup) mengirimkan azab yang menghancurkan mereka.
Tafsir Al-Madinah
28. Kami tidak menurunkan kepada kaum lelaki shalih yang terbunuh itu tentara dari langit untuk mengazab mereka, sebab mereka tidak layak terlalu remeh untuk diturunkan para malaikat kepada mereka agar membinasakan mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
28. Kami tidak memerlukan bala tentara Malaikat yang turun dari langit untuk membinasakan kaumnya yang mendustakannya dan membunuh mereka, karena perkara mereka sangat mudah bagi Kami. Kami telah menetapkan bahwa kebinasaan mereka adalah dengan suara menggelagar dari langit bukan dengan menurunkan Malaikat azab.
Tafsir Zubdatut
28. (Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal)) Yakni tidak menurunkan kepada kaum Habib al-Najjar setelah mereka membunuhnya. (suatu pasukanpun dari langit) Untuk membinasakan dan membalas mereka. (dan tidak layak Kami menurunkannya) Karena telah Kami tetapkan bahwa pembinasaan mereka adalah dengan suara yang keras, dan bukan dengan menurunkan pasukan. Atau ini adalah penyepelean dan peremehan bagi mereka, sebab mereka tidak layak dibinasakan dengan pasukan yang dikirim dari langit.
Tafsir Ash-Shaghir
Kami tidak menurunkan kepada kaumnya satu pasukan pun} dari golongan malaikat {dari langit setelahnya dan Kami tidak perlu menurunkannya
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman tentang hukuman untuk kaum itu. Maksudnya, Kami tidak perlu susah-susah membinasakan mereka dengan menurunkan satu pasukan malaikat dari langit untuk membinasakan mereka. Karena tidak ada keperluan untuk itu. Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang demikian hebat, sedangkan manusia begitu lemah cukup dengan menimpakan sedikit azab yang dapat membinasakan mereka. Azab tersebut adalah satu teriakan saja yang dilakukan oleh sebagian malaikat Allah, yaitu malaikat Jibril ‘alahis salam.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 28: Allah mengabarkan bahwasanya kaum tersebut memiliki dendam kepada laki-laki sholeh setelah membunuhnya, karena sebab mereka adalah orang-orang yang mendustakan para rasul dan membunuh wali -wali Allah yang sholeh, Allah mengabarkan bahwasanya Allah tidak menurunkan atau membutuhkan malaikat untuk membinasakan mereka.