Surah An-Nisa : Ayat 28
يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ ضَعِيفًا

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah juga hendak memberikan keringanan atas beban yang dipikulkan-Nya kepadamu. Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersifat lemah, maka tidak ada hukum-Nya yang di luar kemampuan manusia untuk memikulnyaayat-ayat yang lalu berbicara tentang hukum pernikahan, sementara pernikahan itu tidak bisa dilepaskan dari harta, terutama berkaitan dengan maskawin. Oleh sebab itu, ayat berikut berbicara tentang bagaimana manusia beriman mengelola harta sesuai dengan keridaan Allah. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah sekali-kali kamu saling memakan atau memperoleh harta di antara sesamamu yang kamu perlukan dalam hidup dengan jalan yang batil, yakni jalan tidak benar yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat, kecuali kamu peroleh harta itu dengan cara yang benar dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu yang tidak melanggar ketentuan syariat. Dan janganlah kamu membunuh dirimu atau membunuh orang lain karena ingin mendapatkan harta. Sungguh, Allah maha penyayang kepadamu dan hamba-hamba-Nya yang beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-28 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia hendak menjelaskan kepada kalian, wahai orang-orang mukmin, tentang apa yang dihalalkan bagi kalian dan apa yang diharamkan bagi kalian, dari hal-hal yang telah dijelaskan dalam surah ini dan lainnya. (dan menunjukkanmu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu) yaitu cara-cara terpuji mereka dan mengikuti hukum-hukum Allah yang Dia cintai dan ridhai. (dan (hendak) menerima taubatmu) dari dosa-dosa dan larangan-larangan. (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu dalam hukum, ketentuan, perbuatan, dan firmanNya. Firman Allah, (sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya) yaitu orang-orang yang mengikuti setan yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani, dan para pezina ingin agar kalian menyimpang dari kebenaran dan menuju kesesatan sejauh-jauhnya. (Allah hendak memberikan keringanan kepadamu) yaitu dalam hukum, perintah, larangan, dan ketetapan-ketetapanNya untuk kalian. Oleh karena itu, Dia mengizinkan pernikahan dengan budak wanita dengan syarat-syarat tertentu, sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid dan lainnya terkait firman Allah, (dan manusia dijadikan bersifat lemah) maka keringanan itu sesuai dengannya karena adanya kelemahan pada dirinya, tekadnya, dan semangatnya. Diriwayatkan dari Ibnu Thawus dari ayatnya (dan manusia dijadikan bersifat lemah) yaitu dalam perkara wanita"
Tafsir As-Sa'di
28. “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu” yaitu dengan mudahnya perkara yang Allah perintahkan kalian kepadanya dan perkara yang kalian dilarang darinya, kemudian bersamaan dengan adanya kesulitan pada beberapa syariat, Allah membolehkan juga bagi kalian apa yang sangat dibutuhkan oleh keterdesakan kebutuhan kalian, seperti bangkai, darah dan semacamnya, bagi orang yang terpaksa. atau seperti menikahi budak wanita bagi seorang laki-laki merdeka dengan syarat-syarat yang telah disebutkan terdahulu, semua itu karena rahamat Allah yang sempurna, kebaikanNya yang menyeluruh dan ilmu serta hikmahNya akan kelemahan manusia dari berbagai segi, lemah dari segi postur tubuhnya, lemah dalam kehendak, lemah dalam bertekad, lemah dalam keimanan, lemah dalam kesabaran, lalu untuk menyesuaikan hal itu, Allah meringankan apa yang mereka lemah padanya, dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh keimanan kesabaran dan kekuatannya.
Tafsir Al-Wajiz
28. Allah ingin meringankan kalian dengan memperbolehkan untuk menikahi budak wanita. Dan manusia itu diciptakan lemah menghadapi syahwat yang sangat besar, atau menghadapi hawa nafsunya sendiri
Tafsir Al-Muyassar
Allah menghendaki dengan ajaran yang disyariatkanNYA kepada kalian suatu kemudahan dan tidak adanya kesulitan bagi diri kalian, dikarenakan sesungguhnya kalian diciptakan dalam keadaan bersifat lemah.
Tafsir Al-Madinah
28. Allah menginginkan bagi kalian kemudahan, sebab agama ini menjelaskan dalam menjaga kebaikan dan menjauhi keburukan dengan cara yang paling mudah dan paling ringan. Hal ini karena rahmat dan kebaikan-Nya yang sempurna serta karena pengetahuan-Nya tentang kelemahan manusia dari berbagai sisi, terutama yang berhubungan dengan urusan wanita, oleh sebab itu Allah meringankan manusia dari apa yang tidak mampu dilakukan oleh keimanan, kesabaran, dan kekuatannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
28. Allah hendak meringankan syariat yang Dia tetapkan bagi kalian. Maka Dia tidak membebani kalian dengan sesuatu di luar kemampuan kalian. Karena Dia mengetahui kelemahan manusia, baik dalam jasad maupun akhlaknya.
Tafsir Zubdatut
28. (dan manusia dijadikan bersifat lemah) Yakni lemah tak mampu untuk mengendalikan diri dan melawan hawa nafsu yang bergejolak. Maka dari itu Allah menghendaki untuk memberi keringanan bagi mereka, sehingga diperbolehkan melakukan apa yang dibolehkan di ayat yang telah dijelaskan tadi.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Sufyan tsauri ditanya tentang firman Allah : { } "dan manusia dijadikan bersifat lemah." apakah yang dimaksud kelemahannya ? beliau berkata : seorang wanita melintas dihadapan laki-laki, lalu mereka tidak mampu menahan diri dari melihat wanita ini dengan nafsunya, dan tidak pun mereka mendapat manfaat darinya; maka kelemahan apakah yang lebih dari ini ? 2 ). Pada firman Allah : { } adalah menjelaskan bahwa manusia itu benar-benar lemah, didalamnya juga ada petunjuk agar manusia tidak menggiring dirinya kepada tempat-tempat maksiat, karena maksiat adalah larangan-larangan Allah. Maka siapa yang berada di dekat larangan Allah itu dikhawatirkan dia akan jatuh pada larangan tersebut". 3 ). Kelemahan kaum laki-laki sangat jelas dalam hal fitnah wanita; oleh karena itu tatkala disebutkan ayat-ayat tentang nikah, hawa nafsu, dan ihson dalam surah An-Nisa; ayat-ayat itu kemudian ditutup dengan firman Allah : { }, maka dari itu sangat menjadi kewajiban bagi orang-orang lemah akan imannya dan ia takut akan rusaknya agamanya agar tidak menyepelekan permasalahan ini, dan tidak sekali-kali mendekati fitnah-fitnah kaum wanita; mereka harus percaya dengan kejantanan mereka, dan kebaikan akalnya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Allah hendak memberikan keringanan kepada kalian} memudahkan kalian dalam hukum-hukum syariat {dan manusia diciptakan lemah
Tafsir Aisarut
Makna kata : {ﻭﺧﻠﻖ ﻹﻧﺴﺎﻥ ﺿﻌﻴﻔﺎ} wakholaqol insaana dho’iifa: tidak sabar terhadap ujian dengan adanya kaum wanita, maka diberikan keringanan kepada mereka dengan menikahi para budak. Makna ayat : Petunjuk dalam ayat yang ke 28 adalah telah dikabarkan oleh Allah dibolehkannya untuk kaum mukminin yang tidak sanggup untuk menikahi orang merdeka untuk menikahi budak yang mukminah. Allah menghendaki yang demikian sebagai bentuk keringanan bagi mereka dan kemudahan kepada kaum mukminin, serta ungkapan rasa kasih sayang dari Allah tatkala Allah mengetahui lemahnya manusa. Tidak ada kesanggupan untuk menahan dari kebutuhannya akan wanita yang mana itu adalah tabiat dasar manusia. Tabiat dasar manusia adalah kecenderungan laki-laki kepada kaum wanita untuk menjaga keberlangsungan manusia dan hikmah yang agung. Allah berfirman {ﻳﺮﻳﺪ ﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺨﻔﻒ ﻋﻨﻜﻢ ﻭﺧﻠﻖ ﻹﻧﺴﺎﻥ ﺿﻌﻴﻔﺎ} “Allah berkendak untuk meringankan kalian dan manusia adalah makhluk yang tercipta dalam keadaan lemah” Pelajaran dari ayat : • Sisi lemah manusia terhadap tabiat dasarnya, terutama adalah kebutuhan untuk berhubungan badan.
Tafsir Hidayatul
Yaitu dalam syari'at. Dia memudahkan perintah dan larangan, dan ketika terjadi kesulitan dibolehkan untuk dilakukan seperti halalnya memakan bangkai bagi orang yang kelaparan dan halalnya menikahi budak bila telah cukup syarat-syaratnya. Hal itu, tidak lain karena sayang dan Ihsan-Nya kepada kamu, pengetahuan-Nya tentang lemahnya dirimu; lemah fisik, lemah 'azam, lemah iman dan lemahnya kesabaran. Oleh karenanya, Dia meringankan sesuatu yang tidak sanggup dipikul oleh kamu.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nisa ayat 28: Allah hendak meringankan (keberatan) dari manusia lemah, kamu, karena itu dijadikan (bersifat) lemah.