Surah Al-Hijr : Ayat 29
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ
"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadian-Nya dan aku telah meniupkan roh ciptaan-ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu, wahai para malaikat, dengan sukarela sebagai tanda penghormatan kamu kepadanya dengan bersujud. Maka dengan segera dan serta merta bersujudlah para malaikat itu semuanya secara bersama-sama dengan penuh kepatuhan dan ketaatan, .
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-33 Allah SWT menyebutkan tentang pengangkatan nabi Adam di kalangan para malaikatNya sebelum penciptaan dan pemuliaan Allah terhadapnya dengan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Allah menyebutkan pula pembangkangan iblis yang enggan bersujud kepadanya, dimana dia berada di antara para malaikat kepada dengki, ingkar, menentang, dan sombong serta membanggakan diri dengan kebathilan. Oleh karena itu dia berkata: ("Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau lelah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”) sebagaimana dia berkata di ayat lain: (Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah) (Surah Al A’raf: 12) dan firmanNya: (Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil” (62)) (Surah Al-Isra)
Tafsir As-Sa'di
28-29. ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat ”sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya” dalam bentuk raga yang sempurna, ”dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
Tafsir Al-Wajiz
29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan penciptaannya, dan telah meniupkan ruh ciptaan-Ku kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Ruh adalah ruhani yang menakjubkan ciptaan Allah. Sebagai pemuliaan kepada Adam.
Tafsir Al-Muyassar
Lalu apabila Aku telah menciptakannya, dan Aku sempurnakan bentuk fisiknya, dan Aku tiupkan ruh padanya, maka bersujudlah padanya sebagai bentuk salam dan penghormatan, bukan sujud peribadahan.
Tafsir Al-Mukhtashar
29. Bila Aku telah menyelesaikan pembentukannya dan menyempurnakan penciptaannya, maka sujudlah kalian untuk melaksanakan perintah-Ku dan sebagai penghormatan kepadanya."
Tafsir Zubdatut
29. (Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya) Telah serasi bentuk rupanya dan telah sempurna anggota tubuhnya. (dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku) Imam al-Qurthubi berkata: ruh adalah jasad halus yang dijadikan Allah untuk menciptakan kehidupan pada badan. Allah menisbatkan ruh kepada diri-Nya sebagai nisbat makhluk kepada Penciptanya, karena ruh adalah makhluk menakjubkan diantara makhluk-makhluk-Nya. (maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud) Sujud sebagai penghormatan, dan bukan sujud sebagai penyembahan. Dan Allah memuliakan makhluk-Nya yang Dia kehendaki dengan cara yang Dia kehendaki pula.
Tafsir Ash-Shaghir
Maka apabila Aku telah menyempurnakan} menyeimbangkan bentuknya {dan telah meniupkan ruh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah} tersungkurlah {kepadanya dengan bersujud
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) faidzaa sawwaituh : jika Aku telah menyempurnakannya. ( ) faqa’uu lahuu saajidiin : maka bersujudlah kalian. Makna ayat: Sujudlah kepada Adam yaitu sujud penghormatan dan pengagungan, bukan sujud menyembah Adam, karena yang berhak disembah adalah yang memperintahkan dan ditaati yaitu Allah ta’ala. Pelajaran dari ayat: • Keutamaan sujud, karena Allah menyuruh para malaikat untuk sujud, dan mereka semua bersujud kecuali Iblis.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hijr ayat 29: Diidhafatkan atau dihubungkan kata roh dengan Allah Ta’ala adalah untuk menunjukkan kemuliaan Adam, sebagaimana kata “baitullah” (rumah Allah), dsb. Dimaksud dengan sujud di sini bukan menyembah, tetapi sebagai penghormatan atau sujud membungkuk.