Surah As-Sajdah : Ayat 29
قُلْ يَوْمَ ٱلْفَتْحِ لَا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِيمَٰنُهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

"Katakanlah: “Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh”."

Tafsir Ringkas Kemenag
29-30. Allah memberi petunjuk kepada nabi Muhammad untuk menanggapi pertanyaan kaum kafir itu. Katakanlah, 'ketahuilah, pada hari kemenangan itu, yaitu hari kiamat ketika setiap manusia akan memperoleh putusan dan balasan dengan adil, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir itu keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan untuk dikembalikan ke dunia supaya bertobat, beriman, dan beramal saleh. ' maka, wahai nabi Muhammad, berpalinglah engkau dari mereka. Abaikanlah pendustaan mereka dan tunggulah masa ketika Allah mendatangkan janji-Nya dengan memenangkan orang beriman atas orang kafir, sesungguhnya mereka juga menunggu kapan kalian mati atau terbunuh dalam perang. []29-30
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 28-30 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir yang tergesa-gesa terjadinya azab, murka, dan pembalasan Allah menimpa mereka karena anggapan mustahil, kedustaan dan keingkaran mereka (Dan mereka bertanya, "Bilakah kemenangan itu (datang)) yaitu kapankah kamu menang atas kami, wahai Muhammad? Sebagaimana yang kamu duga, bahwa kamu akan menadapatkan kemenangan atas kami dan kamu dapat membalas kami, kapankan hal itu terjadi? Tidaklah kami melihat kamu dan semua sahabatmu, melainkan bersembunyi ketakutan dan hina. Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Pada hari kemenangan itu”) yaitu ketika pembalasan, murka dan kemarahan Allah telah menimpa kalian di dunia dan akhirat ("Tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh”) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka) (Surah Ghafir: 83). Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan “al-fath” adalah hanyalah peradilan dan keputusan, yaitu sebagaimana firman Allah: (maka itu adakanlah suatu keputusan antara aku dan mereka) (Surah Asy-Syu'ara: 118) dan firmanNya: (Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui" (26)) (Surah Saba’) dan (Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala (15)) (Surah Ibrahim) Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu) yaitu, berpalinglah dari orang-orang musyrik itu dan sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Sebagaimana firmanNya: (Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (106)) (Surah Al-An'am) Dan tunggulah, karena sesungguhnya Allah akan menunaikan kepadamu apa yang Dia janjikan kepadamu, dan Dia akan menolongmu dalam menghadapi orang-orang yang menentangmu. Sesungguhnya Dia tidak akan mengingkari janji. Firman Allah: (sesungguhnya mereka (juga) menunggu) yaitu engkau menunggu. Mereka menunggu dan mengintai kelengahanmu (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) (Surah Ath-Thur) Maka kamu akan menyaksikan akibat dari kesabaranmu terhadap mereka dan menyampaikan risalah Allah, yaitu Aku akan menolong dan mendukungmu. Mereka akan mendapati akibat dari apa yang mereka tunggu-tunggu terhadapmu dan sahabat-sahabatmu, yaitu siksaan dan azab Allah yang menimpa dan membinasakan mereka
Tafsir As-Sa'di
29. “Katakanlah, ‘Pada hari kemenangan itu’,” yang ketika itu azab kalian menimpa, kalian sama sekali tidak dapat mengambil manfaat apa pun. Kalau azab itu terjadi, sementara penangguhan kalian telah terjadi di mana kalian bisa mengejar ketinggalan kalian di saat perkaranya sudah menjadi keyakinan bagi kalian maka tentu hal itu masih ada gunanya. Akan tetapi apabila hari kemenangan itu datang niscaya permasalahan sudah selesai dan sudah tidak ada lagi tempat bagi cobaan dan ujian, maka “tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka,” karena pada saat itu berarti menjadi iman terpaksa “dan tidak pula mereka diberi tangguh,” maksudnya, tidak diberi waktu, sehingga azab bisa ditunda dari mereka, lalu dengannya mereka dapat mengejar permasalahan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
29. Maka katakanlah kepada mereka wahai Rasul: hari dimana diturunkannya adzab kepada mereka pada hari kiamat, dimana keimanan orang kafir tidak berguna, apabila mereka percaya, maka mereka tidak akan menunda-nunda untuk bertaubat. Abu Qatadah berkata: Para Sahabat bertanya: Kami memiliki hari yang kami ragukan apakah kami beristirahat dan kami diberi nikmat. Orang-orang musyrik menjawab: Kapan hidayah ini akan turun jika kalian, maka ayat ini turun
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai Rasul) kepada mereka, “Di hari keputusan dimana saat itu hukuman terhadap kalian akan menimpa kalian, dan saat itu kalian menyaksikan kematian, iman orang-orang kafir tidak berguna bagi mereka, mereka juga tidak diberi kesempatan untuk bertaubat dan kembali (ke dunia).
Tafsir Al-Mukhtashar
29. Katakan -wahai Rasul- kepada mereka, “Janji ini terjadi pada hari Kiamat. Hari Kiamat adalah hari Penentuan di antara para hamba, tatkala keimanan orang-orang kafir kepada Allah di dunia tidak lagi bermanfaat setelah melihat hari Kiamat, mereka pun tidak diberi waktu tenggang untuk bertobat kepada Rabb mereka dan kembali kepada-Nya.”
Tafsir Zubdatut
29. (Katakanlah: “Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka) Jika mereka beriman saat itu. (dan tidak pula mereka diberi tangguh”) Yakni tidak diberi lagi kesempatan.
Tafsir Ash-Shaghir
Katakanlah,“Pada hari kemenangan itu} keputusan di antara para hamba {tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan”} dan mereka tidak ditangguhkan sehingga mereka bisa bertaubat dan menyampaikan alasan
Tafsir Hidayatul
Hari kemenangan ialah hari Kiamat, atau kemenangan dalam perang Badar, atau penaklukan kota Makkah, di mana ketika itu mereka merasa terpukul dan tertimpa azab. Karena beriman ketika itu karena terpaksa. Untuk bertobat dan mengejar hal yang telah mereka tinggalkan.
Tafsir An-Nafahat
Surat As-Sajdah ayat 29: Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ agar berkata kepada mereka orang-orang kafir : Ketahuilah bahwa hari pembalasan dan hisab antara kami dan kalian dekat, dan tidaklah bermanfaat bagi kalian keimanan kalian dan adanya udzur bagi kalian pada hari itu, Allah tidaklah mengakhirkan adzab bagi kalian; Bahkan Allah akan memberikan adzab bagi kalian dengan adzab yang cepat.