Surah Yasin : Ayat 29
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَٰمِدُونَ
"Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan demikian, tidak ada siksaan terhadap mereka yang mendus-takan utusan Allah melainkan dengan satu teriakan saja, yaitu teriakan jibril yang sangat keras; maka seketika itu mereka pun mati. Demikianlah balasan di dunia bagi orang yang mendustakan utusan Allah. 30. Orang-orang yang mendustakan para rasul akan menyesal pada hari kiamat. Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul yang menyeru kepada mereka agar beriman kepada Allah dan menempuh jalan yang benar, mereka selalu memperolok-olokkan bahkan membunuh-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 26-29 Qatadah berkata bahwa tidaklah kamu menjumpai orang mukmin, melainkan dia adalah seorang yang mengharapkan kebaikan bagimu, dan tidaklah kamu jumpa dia sebagai seorang penipu. Setelah lelaki itu menyaksikan penghormatan yang diberikan Allah kepadanya: ("Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui (26) apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan” (27)) dia mengharapkan andaikata kaumnya mengetahui kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya dan akibat terpuji yang dia dapatkan. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya (28)) Allah SWT memberitahukan bahwa Dia membalas perbuatan kaumnya setelah dia dibunuh mereka karena murka kepada mereka, karena mereka mendustakan para rasulNya dan membunuh kekasihNya. Lalu Allah SWT menyebutkan bahwa Dia tidak menurunkan dan membutuhkan untuk membinasakan mereka dengan pasukan malaikat untuk membinasakan mereka, bahkan perkara itu lebih mudah dari hal itu. Firman Allah SWT: (Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit) yaitu risalah lain kepada mereka, Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Qatadah berkata bahwa demi Allah, Allah tidak menegur kaumnya setelah mereka membunuhnya, (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka dengan serta merta mereka semuanya mati (29)) Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang pertama adalah yang paling shahih, karena risalah tidak dinamakan pasukan. Para Mufasir berkata bahwa Allah SWT mengirimkan malaikat Jibril kepada mereka. Jibril memegang kedua sisi pintu gerbang negeri mereka, kemudian dia meneriakkan satu kali teriakan terhadap mereka. Maka seketika mereka semuanya mati, tanpa ada seorangpun yang selamat saat itu
Tafsir As-Sa'di
29. “tidak ada,” maksudnya, siksaan atas mereka, “melainkan satu teriakan suara saja,” yakni, satu suara saja yang dilontarkan oleh salah seorang malaikat Allah, “maka tiba-tiba mereka semuanya mati,” hati mereka tercabik-cabik (hancur) di dalam rongga tubuh mereka dan mereka terus tersentak karena suara teriakan itu, maka mereapun menjadi mati, tidak bersuara, tidak bergerak dan tidak pula hidup setelah kecongkkan dan kesombongan mereka serta setelah merespon orang-orang yang paling mulia (rasul) dengan perkataan kotor dan sikap semena-mena kepada mereka.
Tafsir Al-Wajiz
29. Tidak ada hukuman bagi mereka kecuali hanya suara (suara yang sangat menggelisahkan) yang dikeluarkan oleh Jibril. Lalu suara itu menghancurkan mereka. Ketika sudah mati, mereka semua terdiam dan tidak dapat merasakan apapun. Kata {Idza} untuk menunjukkan betapa cepatnya sesuatu setelahnya itu terjadi
Tafsir Al-Muyassar
Kebinasaaan mereka hanya dengan satu teriakan, dan merekapun bergelimpangan tanpa sesuatupun tersisa dari mereka.
Tafsir Al-Madinah
29. Kebinasaan mereka hanya dengan suara keras yang dikeluarkan oleh satu malaikat saja, dan merekapun binasa seluruhnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
29. Pembinasaan atas kaumnya hanya dengan satu suara keras yang Kami kirimkan kepada mereka, maka tahu-tahu mereka terkapar tak bernyawa dan tak bersisa, mereka seperti api yang menyala lalu padam seketika, tak meninggalkan bekas.
Tafsir Zubdatut
29. (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja) Malaikat Jibril berteriak kepada mereka sehingga membinasakan mereka semua. (maka tiba-tiba mereka semuanya mati) Mereka semua mati, tidak terdengar dari mereka rintihan sama sekali, seperti api yang padam dan kembali dingin.
Tafsir Ash-Shaghir
Hal itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka seketika itu mereka mati} mereka mati tidak bergerak
Tafsir Hidayatul
Mereka tidak bersuara dan tidak bergerak lagi setelah sebelumnya bersikap angkuh dan sombong, serta menyikapi makhluk yang mulia (para rasul) dengan sikap yang buruk.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 29: Allah menjelaskan bahwasanya azab untuk orang-orang yang bermaksiat ini adalah dengan membinasakan mereka dengan tanpa suara ataupun gerakan. Inilah akhir balasan bagi mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapatkan azab neraka.