Surah Al-Humazah : Ayat 3
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ

"dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dia senang dan sibuk mengumpulkan harta karena mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan hidupnya di dunia. Dia terbuai oleh hartanya dan lupa bahwa harta sebanyak apa pun tidak akan dapat digunakan untuk menolak datangnya sesuatu yang tidak diinginkannya, yaitu kematian. 4. Sekali-kali tidak! harta itu tidak akan menolak datangnya kematian kepadanya. Setelah mati dan dihisab atas perbuatan buruknya itu, pasti dia akan dilemparkan dan dicampakkan dengan hina ke dalam neraka hutamah oleh para malaikat zabaniah yang bengis, kasar, dan galak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-9 “Al-hammaz” dilakukan dengan ucapan dan “al-lammaz”dilakukan dengan perbuatan. yaitu mencela dan merendahkan orang lain. Penjelasan tentang hal itu telah disebutkan dalam firmanNya: (yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan (11)) (Surah Al-Qalam) Ibnu Abbas berkata bahwa (humazah lumazah) adalah orang yang suka mencela dan membuka aib. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa “al-humazah” adalah orang yang mencela di depan, sedangkan “al-lumazah” adalah mencela dari belakang. Qatadah berkata bahwa itu adalah mencela orang lain dengan lisan dan matanya, dan suka mengumpat serta menjatuhkan orang lain. Mujahid berkata bahwa “Al-humazah” itu dilakukan tangan dan mata, sedangkan “Al-lumazah” itu dengan lisan. Demikian juga dikatakan Ibnu Zaid. Mujahid berkata bahwa ayat ini umum. Firman Allah: (yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (2)) yaitu mengumpulkan sebagiannya atas sebagian lain dan menghitung jumlahnya, sebagaimana firmanNya: (Serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) (Surah Al-Ma'arij) Pendapat itu dikatak Ibnu Jarir. Firman Allah: (dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya (3)) yaitu, mengira bahwa dengan mengumpulkan harta, maka itu akan membuatnya kekal di dunia ini, (Sekali-kali tidak!) yaitu perkaranya tidak seperti yang dia kira dan duga. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah) yaitu, sungguh orang yang menghimpun dan menghitung-hitung harta akan dicampakkan ke dalam Hutamah. Itu adalah salah satu nama neraka, karena ia meremuk redamkan orang yang dimasukkan ke dalamnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan tahukah kamu apa Hutamah itu? (5) (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan (6) yang (membakar) sampai ke hati (7)) Tsabit Al-Bannani berkata bahwa itu membakar mereka sampai ke hati, sedangkan mereka dalam keadaan hidup. Firman Allah: (Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (8)) yaitu ditutup rapat, sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir surah Al-Balad. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu pintu-pintu yang merupakan tiang–tiang panjang Abu Shalih berkata tentang firmanNya: ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu belenggu-belenggu yang memanjang.
Tafsir As-Sa'di
3. “Ia mengira,” karena kebodohannya, ”bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya” di dunia. Karena itu semua jerih payah dan usahanya hanya untuk mengembangkan harta dengan mengira hal itu bisa memperpanjang umurnya, namun ia tidak tahu bahwa sifat kikir bisa meruntuhkan usia dan merobohkan rumah, sedangkan kebaikan akan semakin menambah usia.
Tafsir Al-Wajiz
3. Dia menganggap bahwa hartanya menjadikannya dapat hidup abadi dan tidak mati. Maknanya adalah, dia melakukan pekerjaan seseorang yang tidak pernah berpikir tentang kematian.
Tafsir Al-Muyassar
Dia menyangka bahwa harta yang dikumpulkannya menjaminnya kekal di dunia dan lolos dari hisab.
Tafsir Al-Madinah
3. Orang itu mengira hartanya dapat membuatnya kekal di dunia dan memperpanjang usianya.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Ia mengira bahwa harta yang dikumpulkannya bisa menolongnya dari kematian sehingga ia bisa hidup kekal di kehidupan dunia.
Tafsir Zubdatut
3. ‌ (dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya) Yakni dia mengira hartanya akan membuatnya tetap hidup selamanya. Dia sangat takjub atas harta yang berhasil dia kumpulkan sehingga tidak lagi memikirkan kehidupan setelah kematian.
Tafsir Li Yaddabbaru
Pada ayat ini ada gambaran akan kecintaannya yang berlebihan kepada harta, dia menyangka bahwa tidak ada kehidupan tanpa harta; untuk dia berusaha untuk menjaganya dari segala kekurangan agar dapat bertahan hidup, dan barangsiapa yang bersikap seperti ini dia berhak atas ancaman dan celaka sebagaimana yang dijelas pada awal surah, karena dengan demikina pada hakikatnya dia telah berhamba kepada harta, dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda : { } "Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham" [ Diriwayatkan oleh Imam Bukhori ].
Tafsir Ash-Shaghir
Dia mengira} mengira {bahwa hartanya itu dapat membuatnya kekal} membuatnya tetap hidup dan tidak mati
Tafsir Hidayatul
Karena kebodohannya. Yakni membuatnya kekal dan tidak mati. Oleh karena itulah, usaha kerasnya hanya untuk mengembangkan hartanya yang ia kira dapat memanjangkan umurnya. Ia tidak menyadari, bahwa kebakhilan dapat mengurangi umur dan merobohkan tempat tinggalnya, sedangkan kebaikan dapat menambah umur.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Humazah ayat 3: Apakah ia (manusia bodoh dan kurang akal ini) menyangka bahwa hartanya akan kekal di dunia ini sedangkan ia akan berpaling menuju hari pembalasan. Ini adalah peringatan bagi orang-orang beriman agar tidak lalai mempersiapkan (bekal) akhirat.