Tafsir Ringkas Kemenag
Maka sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang agung itu, bertasbihlah dan sucikanlah tuhanmu dari sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya, dan sertailah tasbihmu itu dengan memuji tuhan-Mu yang telah menyokongmu dalam menaklukkan mekah, dan mohonlah ampunan kepada-Nya untukmu dan umatmu. Sungguh, dia maha penerima tobat hamba-hamba-Nya yang bertasbih dan beristigfar. Membaca tasbih, tahmid, dan istighfar adalah cara yang mulia ketika seseorang meraih kesuksesan karena pada hakikatnya Allah-lah yang memberi kesuksesan itu kepadanya, bukan dengan berpesta dan berfoya-foya. 1. Karena kebenciannya kepada nabi dan penentangannya terhadap dakwah beliau dengan cara yang menyakitkan, maka celaka dan binasalah kedua tangan abu lahab yakni diri ab' lahab, yang bernama 'abdul 'uzz' bin 'abdul muttalib; dan benar-benar binasa dia!.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Umar memasukkan aku ke dalam kelompok orang-orang tua yang ikut Perang Badar. Maka seseorang dari mereka merasa kurang enak dengan keberadaanku bersama mereka, jadi dia berkata, "Mengapa orang ini dimasukkan ke dalam golongan kita, padahal kita mempunyai anak-anak seperti dia" Maka Umar berkata, "Sesungguhnya dia termasuk seseorang yang telah kalian ketahui" Pada suatu hari Umar memanggil mereka, dan dia memasukkan dia ke dalam golongan mereka. Dan aku mengerti bahwa dia tidak memanggilku dan menggabungkan diriku bersama mereka di hari itu melainkan dengan tujuan hendak memperlihatkan kepada mereka. Lalu Umar berkata, "Bagaimanakah pendapat kalian tentang makna firman Allah SWT: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1)) Maka sebagian dari mereka menjawab.”Ayat ini memerintahkan kepada kita untuk memuji Allah dan memohon ampunan kepadaNya, apabila Dia menolong kita dan memberikan kemenangan kepada kita" Dan sebagian dari mereka hanya diam, tidak mengatakan apa pun. Maka Umar berkata kepadaku,"Apakah demikian menurutmu, wahai Ibnu Abbas?" Aku menjawab, "Tidak" Umar berkata, "Bagaimanakah menurutmu?" Maka aku menjawab,”Itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah SAW yang diberitahukan kepada beliau. Allah SWT berfirman: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1)) Maka itulah tanda dekatnya ajalmu (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat (3)) Umar bin Khattab berkata, "Aku tidak mengetahui apapun dari itu selain dari yang kamu ucapkan" Diriwayatkan dari Masruq, dia berkata bahwa ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir usia beliau memperbanyak bacaan: “Subhanallah wa bihamdihi astaghfirullah wa atubu ilaih” (Maha Suci Allah dan dengan memuji kepadaNya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya) Dan beliau SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhanku telah memberitahuku bahwa aku akan melihat suatu tanda di kalangan umatku, dan Dia memerintahkan kepadaku apabila aku telah melihatnya untuk bertasbih, bertahmid, dan beristighfar kepadaNya, sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat. Dan sesungguhnya aku telah melihatnya,, (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1) dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong (2) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat (3)) Yang dimaksud dengan “al-fath” di sini adalah kemenangan atas Makkah, menurut kesepakatan semuanya, karena sesungguhnya kabilah-kabilah Arab pada mulanya menggantungkan keislaman mereka dengan kemenangan atas Makkah. Mereka berkata, "Jika dia mendapatkan kemenangan atas kaumnya, maka dia adalah seorang nabi" Dan ketika Allah SWT memenangkannya atas Makkah, maka mereka masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Belum berlalu masa dua tahun, seluruh sampai penduduk Jazirah Arab beriman, dan tidak ada suatu kabilah Arab pun melainkan mereka menampakkan keislamannya.
Tafsir As-Sa'di
1-3. Dalam surat yang mulia ini terdapat berita gembira dan sekaligus perintah untuk RasulNya pada saat berita gembira itu terwujud, serta terdapat sebuah isyarat dan peringatan akan beberapa hal yang disebabkan olehnya. Berita gembira yang dimaksud adalah berita gembira pertolongan Allah untuk RasulNya, penaklukkan Makkah dan masuknya orang-orang “ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong,” karena kebanyakan dari mereka menjadi pemeluk dan penolongnya setelah sebelumnya mereka memusuhinya. Berita gembira yang disampaikan ini benar-benar terjadi. Sedangkan perintah setelah terwujudnya kemenangan dan penaklukan adalah perintah Allah untuk RasulNya agar bersyukur kepada Allah atas hal itu serta memahasucikan dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya. Dan berkaitan dengan isyarat, terdapat dua isyarat dalam ayat ini: pertama, isyarat bahwa kemenangan akan terus berlangsung bagi Islam dan semakin bertambah manakala terwujud tasbih (memahasucikan) Allah dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya dari RasulNya, karena hal ini termasuk rasa syukur, sebagaimana firman Allah: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. ibrahim-ayat-7) Dan hal itu telah terwujud di masa Khulafa’ Rasyidin dan generasi setelahnya dari umat ini. Dan pertolongan Allah senantiasa berlangsung hingga Islam mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh agama-agama lain dan banyak orang yang masuk ke dalam Islam dalam jumlah yang belum pernah ada pada agama lain, hingga terjadilah pembangkangan terhadap perintah Allah dalam umat ini sehingga mereka tertimpa perpecahan, ceraiberainya urusan dan terjadilah apa yang terjadi. Meski demikian, umat dan agama ini tetap memiliki rahmat dan kelembutan Allah yang tidak pernah terlintas di benak atau berlalu dalam khayalan. Isyarat kedua adalah dekatnya ajal Rasulullah. Alasannya adalah karena usia beliau adalah usia mulia yang dengannya Allah bersumpah, dan Allah telah memberitahukan bahwa hal-hal utama itu ditutup dengan istighfar seperti shalat, haji, dan lainnya. Allah memerintahkan RasulNya untuk bertahmid dan beristighfar dalam kondisi itu sebagai sebuah isyarat bahwa ajal beliau sudah dekat. Hendaklah beliau mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Rabb beliau dan menutup usianya dengan sesuatu paling istimewa yang beliau miliki. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan pada beliau. Rasulullah menafsirkan al-Quran dan mengucapkan tasbih dan istighfar dalam shalat. Dan beliau banyak memebacanya dalam ruku dan sujudnya : Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku
Tafsir Al-Wajiz
3. Maka sucikanlah Allah dan shalatlah kepadaNya sebagai wujud syukur atas nikmatNya dan mintalah ampunan kepadaNya dengan merendahkan diri kepadaNya untuk dirimu dan orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang mukmin. Sesungguhnya Maha Suci Allah yaitu Dzat yang Maha menerima taubat hamba-hambaNya
Tafsir Al-Muyassar
Bila semua itu terjadi, maka bersiaplah untuk bertemu dengan tuhanmu dengan meperbanyak bertasbih dengan memujinya, dan memperbanyak isthigfar kepada NYA, sesungguhnya Dia melimpahkan ampunan NYA kepada orang orang yang bertasbih dan berisighfar, Dia mengampuni mereka,menyayangi mereka dan menerima taubatan mereka.
Tafsir Al-Madinah
3. Jika kemenangan, penakhlukan, dan masuknya orang-orang ke dalam agama Islam telah terjadi; maka bertasbihlah menyucikan Allah dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya, dan bertahmidlah memuji-Nya atas karunia yang telah Dia berikan kepadamu, serta mohonlah ampun kepada-Nya atas segala kekurangan; agar kamu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah; dan ketika telah selesai amal-amal ketaatan yang menambah ketinggian derajat, sehingga tidak ada hal lain melainkan meminta kepada Allah untuk mengampuni kekurangannya. Sungguh Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Maka ketahuilah bahwa hal itu adalah pertanda dekatnya akhir dari tugas yang dibebankan kepadamu, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya atas nikmat pertolongan dan kemenangan. Dan mohon ampunlah kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Menerima tobat, yang menerima tobat hamba-Nya dan mengampuni mereka.
Tafsir Zubdatut
3. (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu) Di sini terkumpul antara tasbih karena hal menakjubkan dari Allah yang terjadi yang sebelumnya belum pernah terbesit dipikirannya maupun dipikiran orang lain; serta tasbih untuk memuji Allah atas kebesaran nikmat dari-Nya dengan pertolongan dan penakhlukan kota Makkah serta masuk Islamnya banyak kabilah dengan berbondong-bondong. ( dan mohonlah ampun kepada-Nya) Yakni mintalah ampunan dari Allah atas dosamu untuk merendahkan diri di hadapan-Nya dan merendahkan amalanmu. (Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat) Yakni Dia menerima taubat dan merahmati orang yang memohon ampun kepada-Nya. Imam Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yang berpendapat tentang surat ini: “ini merupakan ajal Rasulullah yang Allah kabarkan kepadanya, Dia berfirman: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) Yakni Ini merupakan tanda ajalmu. (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat)
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Diriwayatkan dari 'Aisyah ia berkata : Rasulullah sering memperbanyak dalam rukuk dan sujudnya membaca ; { } "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak membaca doa ini dalam rukuk dan sujudnya, setelah turun surat An-Nashr. Beliau lakukan demikian, dalam rangka mengamalkan perintah di akhir surat An-Nashr. (HR. Bukhari) 2 ). { } Menggabungkan antara istighfar dan tasbih; yang didalam istighfar adalah pengampunan dosa, sedangkan dalam tasbih memohon kesempurnaan. 3 ). berapa jarak antara firman Allah : { } "Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman" [ asy-Syu'aro' : 3 ] dan firman Allah : { } " dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong" ? tidaklah ia melainkan jarak waktu yang singkat.
Tafsir Ash-Shaghir
{maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat}
Tafsir Hidayatul
Dengan turunnya surah ini diketahui, bahwa ajal Beliau telah semakin dekat; penaklukkan Mekkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, sedangkan wafatnya Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan Rabi’ul Awwal pada tahun ke-11 Hijriah.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nasr ayat 3: Jika engkau melihat hal itu maka bertasbihlah dengan pujian kepada Rabbmu Yang Maha Agung atas nikmat yang diberikan ini. Dan mintalah kepada Allah ampunan bagi dirimu dan bagi umatmu, karena sesungguhnya Allah banyak menerima taubat dan rahmatnya agung bagi hamba-hamba yang beriman. Ketika Allah taklukkan Mekkah, maka terbukalah tali kekang dimana kabilah-kabilah (sebelumnya) melarang (manusia) masuk islam; Karena kabilah-kabilah arab mengetahui, barangsiapa yang masuk islam akan menjadi musuh penduduk Mekkah. Maka ketika Allah taklukkan Mekkah, tidak ada perasaan takut seorangpun dari kabilah-kabilah yang menentang quraisy. Oleh karenanya banyak dari kabilah arab yang mengikuti dan mengikrarkan islam, dengan ini dinamakan tahun jama’ah.