Tafsir Ringkas Kemenag
Sebagai balasan atas kekejiannya kepada nabi Muhammad dan dosa-dosanya yang lain, kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak dan membakar seluruh tubuhnya secara terus-menerus. Dia tidak akan pernah mati di dalamnya dan tidak pula akan keluar darinya. 4. Abu lahab akan masuk neraka, dan demikian pula istrinya, ummu jam'l arw' binti harb bin umayyah, sang pembawa kayu bakar berduri. Dia meletakkannya di sepanjang jalan yang dilalui nabi untuk menjebak beliau. Dia juga gemar menyebar fitnah kepada nabi dan para pengikutnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju ke lembah Batha, lalu menaiki bukit dan berseru,"Awas ada musuh di pagi hari!" Maka orang-orang Quraisy berkumpul kepadanya dan beliau bersabda: "Bagaimanakah pendapat kalian jika aku sampaikan berita kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi atau petang hari, apakah kalian akan percaya kepadaku?” Mereka menjawab, "Ya” Nabi SAW bersabda, "Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya azab yang keras” Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu ini, apakah karena ini kamu mengumpulkan kami?" Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) sampai akhir surat Pendapat pertama adalah kutukan terhadapnya, sedangkan yang kedua menunjukkan pemberitahuan tentangnya. Abu Lahab adalah salah seorang paman Rasulullah SAW, namanya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, dan gelarnya adalah Abu Utbah. Sesungguhnya dia dijuluki Abu Lahab hanya karena wajahnya yang cerah. Dia adalah orang yang banyak menyakiti Rasulullah SAW, sangat membenci, meremehkan, dan memojokkan beliau dan agama beliau. Firman Allah SWT (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) yaitu merugi, kecewa, dan sia-sialah amal perbuatan dan usahanya (dan sesungguhnya dia akan binasa) yaitu sesungguhnya dia celaka dan telah nyata merugi dan binasa. Firman Allah: (Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan (2)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata tentang firmanNya: (dan apa yang ia usahakan) yaitu, anaknya. Diriwayatkan hal yang semisal dari Aisyah, Mujahid, ‘Atha’, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin. Firman Allah: (Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (3)) yaitu neraka yang apinya bergejolak, menyala dahsyat, dan sangat membakar (Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar (4)) Istrinya dari kalangan pemimpin wanita Quraisy yaitu Ummu Jamil. Nama aslinya adalah Arwah binti Harb bin Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan. Dia membantu suaminya dalam kekafiran dan keingkaran. Oleh karena itu pada hari kiamat dia menjadi pembantu yang mengazabnya di neraka Jahanam. Oleh karena itu Allah berfirman: (pembawa kayu bakar (4) yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya untuk menambah api yang membakarnya. Istrinya diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya. (Yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) Mujahid dan Urwah berkata bahwa maknanya adalah berupa api neraka. Diriwayatkan dari Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi tentang firmanNya: (pembawa kayu bakar) yaitu istrinya gemar berjalan menghamburkan hasutan. Pendapat yang benar adalah yang pertama; hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
3-5. “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak,” yakni neraka akan mengelilinginya dari segenap penjuru, dia “dan istrinya, pembawa kayu bakar.” Istrinya juga amat menyakiti Rasulullah. Abu lahab dan istrinya saling bahu membahu dalam dosa dan permusuhan. Ia menimpakan keburukan dan berusaha sekuat tenaga menyakiti Rasulullah sehingga dosa-dosanya menumpuk di atas punggungnya, sama seperti orang yang menumpuk kayu bakar dengan tali yang telah disiapkan di lehernya, “dari sabut,” yaitu dari pintalan sabut atau ia membawa kayu bakar di neraka untuk suaminya dengan mengalungi tali dari sabut di lehernya. Bagaimana pun juga dalam ayat ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang nyata, karena allah menurunkan surat ini ketika Abu Lahab dan istrinya belum mati. Allah memberitahukan bahwa keduanya akan disiksa di neraka dan itu pasti. Sebagai konsekuensinya, keduanya tidak masuk Islam. Dan terjadilah seperti yang diberitahukan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.
Tafsir Al-Wajiz
3. Dia akan masuk ke neraka Jahanam yang menyala-nyala sangat panas. Perumpamaan “memiliki gejolak api” sesuai dengan julukan Abu Lahab.
Tafsir Al-Muyassar
3-4. Dia akan masuk api neraka jahanam yang menyala nyala, Begitu juga istriya yang membawa duri-duri lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau.
Tafsir Al-Madinah
3-4. Dia akan masuk neraka Jahannam yang sangat membara bersama dengan istrinya (Ummu Jamil, saudari Abu Sufyan) yang dahulu suka menyebarkan aib orang lain untuk membuat kerusakan, dan dia senantiasa membawa duri-duri untuk disebar di jalan yang dilewati Rasulullah agar dapat menyakitinya.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Ia akan masuk pada hari Kiamat ke dalam Neraka yang apinya bergejolak, ia bakal merasakan panasnya.
Tafsir Zubdatut
3. (Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak) Yakni dia akan diazb di neraka jahannam yang bergejolak yang membakar kulitnya.
Tafsir Li Yaddabbaru
Surah ini merupakan bukti atas kenabian Muhammad, yaitu pada ayat yang Allah firmankan : { } "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejola", maka Allah pun mengabarkan tentang keduanya atas kegelisahan hati dan tidak adanya iman dalam hati, baik secara zohir maupun bathin, tersembunyi maupun yang nyata, oleh karena itu pernyataan ini yang menjadi bukti atas kenabian Muhammad yang jelas. Dan ayat ini pun menjadi salah satu sebab keislaman seorang ilmuan Amerika.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kelak dia akan memasuki api} dia akan masuk api yang sangat panas {yang bergejolak} yang membara dan menyala-nyala
Tafsir Hidayatul
Api neraka akan mengelilinginya dari segala penjuru, demikian pula mengelilingi istrinya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Lahab ayat 3: 3-4. Allah mengabarkan bahwa Abu Lahab akan merasakan panasannya api neraka dan diadzab dengan nyala apinya, (dia dan isterinya Ummu Jamil) sebagai balasan permusuhannya dan celaannya kepada Nabi ﷺ, serta penghinaan dan ragu kepada jalan Nabi ﷺ.