Surah Al-Hijr : Ayat 3
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi Muhammad dan kaum muslim, apabila mereka tetap keras pada pendiriannya, biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan terus dilalaikan oleh angan-angan kosong mereka dari beriman, mengikuti dakwahmu, dan hal-hal penting lainnya. Kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan buruk yang pernah mereka lakukan. Dan Allah menegaskan bahwa kami tidak membinasakan suatu negeri pun bersama dengan penduduknya, melainkan sudah ada ketentuan dan waktu yang ditetapkan bagi kebinasaan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Pembahasan tentang huruf-huruf hijaiyyah ini telah dijelaskan di permulaan surah-surah. Firman Allah SWT: (Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan) pemberitahuan tentang mereka bahwa mereka akan menyesali kekafiran mereka, dan mereka hanya bisa berharap seandainya mereka menjadi orang-orang muslim di dunia. DIkatakan, bahwa yang dimaksud adalah setiap orang kafir ketika didatangkan kepadanya hal itu maka dia menginginkan seandainya dia menjadi orang mukmin sebelumnya. Dikatakan juga, bahwa ini adalah pemberitahuan tentang hari kiamat, sebagaimana firmanNya: (Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadap­kan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembali­kan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman" (27)) (Surah Al-An'am) Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud tentang firmanNya (Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim (2)) dia berkata bahwa ini tentang penghuni neraka Jahanam ketika mereka melihat teman-teman mereka keluar dari neraka. Firman Allah: (Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang) ancaman dan peringatan keras, sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya tempat kembali kalian ialah neraka”) (Surah Ibrahim: 30) Firman Allah ("Makanlah dan bersenang-senanglah kalian (di dunia dalam waktu) yang pendek, sesung­guhnya kalian adalah orang-orang yang berdosa” (46))(Surah Al-Mursalat) Oleh karena itu Allah berfirman (dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong)) yaitu dari bertaubat dan kembali (maka kelak mereka akan mengetahui) yaitu akibat perbuatan mereka
Tafsir As-Sa'di
3. “biarkanlah mereka (didunia ini) makan dan bersenang senang” dengan kelezatan kelezatan (hidup) mereka “dan dilalaikan oleh angan angan kosong” maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan mereka diakhirat ”maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)” mereka akan mengetahui bahwa keyakinan yang mereka pegangi adalah batil, amalan amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung, janganlah mereka terpedaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat umat manusia.
Tafsir Al-Wajiz
3. Wahai Nabi, biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang dengan dunia ini, serta dilalaikan oleh angan-angan kosong dan menjauh dari keimanan. Maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan buruk mereka ketika mendapat balasan akhirat. Ini adalah ancaman bagi mereka
Tafsir Al-Muyassar
Wahai rasul, biarkanlah orang-orang kafir makan dan menikmati kesenagan mereka dengan dunia mereka dan mereka sibuk dengan kerakusan terhadapnya menghanyutkan mereka dari taat kepada Allah. Mereka nanti akan mengetahui kesudahan nasib mereka yang merugi di dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Madinah
3. Hai Rasulullah, biarkanlah mereka bersenang-senang dengan makan dan minum, tenggelam dalam syahwat dunia, dan sibuk dengan keserakahan dan angan-angan yang panjang sehingga mereka lalai dari ajal yang pasti mendatangi mereka. Kesudahan mereka adalah kerugian di dunia dan di akhirat.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Biarkanlah -wahai Rasul- orang-orang yang mendustakan itu makan seperti hewan-hewan makan, menikmati kesenangan-kesenangan dunia yang sesaat, panjang angan-angan telah membuat mereka lalai dari iman dan amal saleh, mereka akan mengetahui kerugian yang mereka alami manakala mereka pulang menghadap Allah pada hari Kiamat.
Tafsir Zubdatut
3. (Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang) Ini merupakan ancaman bagi mereka. Yakni biarkan saja mereka, sebab mereka tidak akan keluar dari kebatilan mereka; dan tinggalkan mereka menyibukkan diri dengan makan dan bersenang-senang dengan kenikmatan dunia, karena mereka seperti hewan ternak yang hanya mementingkan hal tersebut. Dan biarkan mereka terlena dengan kenikmatan itu yang melalaikan mereka dari keimanan kepadamu, kelak mereka akan mengetahui akibat dari perbuatan mereka.
Tafsir Li Yaddabbaru
Ahli 'ilmu mengatakan : kata { } dalam ayat ini sebagai peringatan, dan kata { } adalah peringatan lain; lalu kapan hidup ini akan selamat diantara dua peringatan itu ?
Tafsir Ash-Shaghir
Biarkanlah mereka} biarkanlah mereka {makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan} disibukkan oleh harapan-harapan karena umur yang panjang, angan-angan yang sampai pada mereka, dan terus-menerus pada keadaan menjauh dari keimanan dan kataatan {Mereka akan mengetahui (akibatnya)
Tafsir Aisarut
Makna kata : () wa yatamata’uu : “dan bersenang-senang” dengan kelezatan dan syahwat. ( ) wa yulhihimul amal : “dan terbuai dengan angan-angan.” Dengan panjang umur, tercapainya keinginan dan hasrat duniawi. Makna ayat : Firman-Nya : ( ) “Biarkanlah mereka di dunia makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong mereka, kelak mereka akan mengetahui.” Tinggalkanlah mereka, wahai Rasul Kami, yaitu, tinggalkanlah orang-orang kafir makan apapun yang mereka inginkan dari makanan, bersenang-senang dengan segala syahwat dan kelezatan yang mereka miliki, dan dilalaikan oleh angan-angan mereka dari memikirkan akhir dari perkara mereka. Karena mereka hanya mengharapkan umur yang panjang dan tercapainya keinginan mereka, mereka akan mengetahui kelak ketika kembali kehadirat Allah, penguasa mereka yang sebenarnya dan sia-sialah segala apa yang mereka perbuat, mereka dahulu di dunia telah berbuat salah dengan berpaling dari kebenaran, dakwah yang benar, dan dari agama yang benar.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hijr ayat 3: Oleh karena itu, janganlah tertipu karena penundaan Allah terhadap mereka, karena hal itu memang Sunnah-Nya yang biasa dilakukan-Nya terhadap orang-orang yang mendustakan.