Surah Al-Qalam : Ayat 3
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ

"Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya."

Tafsir Ringkas Kemenag
1-4. Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. Satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. N'n. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan. Dengan karunia tuhanmu yang berupa risalah dan nubuwah, engkau, wahai nabi Muhammad sekali-kali bukanlah orang gila sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrik. Dan sesungguhnya berkat perjuangan dan kesabaranmu engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak Al-Qur'an
Tafsir As-Sa'di
3. Kemudian Allah menyebutkan kebagahagiaan Nabi Muhammad di akhirat seraya berfirman, “Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.” Yaitu pahala besar sebagaimana yang disebutkan oleh kata nakirah dalam ayat ini. Pahala besar yang tidak ada putusnya, namun tetap mengalir. Hal itu dikarenakan amal shalih yang dilakukan oleh Rasulullah, akhlak yang sempurna, dan petunjuk menuju kebaikan
Tafsir Al-Wajiz
2-3. Kamu tidaklah gila wahai Rasulallah akibat nikmat yang diberikan Tuhanmu berupa risalah dan nubuwwah sebagaimana yang dituduhkan orang-orang musyrik. Maksudnya adalah Allah menghilangkan kegilaan dari (diri)mu. Ibnu Al-Mundzir dari Ibnu Juraij yang berkata: “Orang-orang musyrik itu berkata bahwa Nabi SAW itu orang gila dan setan. Kemudian turunlah ayat {Maa Anta Bi Ni’mati Rabbika Bi Majnuun}”. Sesungguhnya bagimu pahala yang tidak terputus-putus
Tafsir Al-Muyassar
1-4. Nun, pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awal Surat al-baqarah. Allah bersumpah dengan pena yang dengannya para malaikat dan manusia menulis, dan dengan apa yang mereka tulis, berupa kebaikan, manfaat dan ilmu-ilmu, kamu (wahai rasul) bukan orang yang lemah akal dan bodoh pendapat karena nikmat Allah berupa kenabian dan kerasulan. Sesungguhnya kamu, atas beban berat yang kamu pikul selama menyampaikan risalah, akan mendapatkan pahala yang besar yang tidak dikurangi dan tidak terputus, dan sesungguhnya kiamu (wahai Rasul) benar-benar memilki akhlak yang agung, yaitu akhlak-akhlak yang dikandung al-Quran. Pelaksanaan terhadap al-Quran merupakan ciri khusus Rasulullah, beliau melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Tafsir Al-Madinah
3. Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad akan mendapat pahala yang besar dan tidak terbatas, karena beliau telah memikul beban risalah dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Dan sungguh kamu benar-benar akan mendapatkan pahala yang besar tanpa putus atas penderitaan yang kamu rasakan karena menyampaikan risalah kepada manusia, dan tidak ada jasa yang diberikan orang lain kepadamu.
Tafsir Zubdatut
3. (Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar) Yakni pahala atas beban kenabian yang kamu emban serta atas berbagai cobaan yang menimpamu. (yang tidak putus-putusnya) Yakni tanpa terputus. Yakni kamu tidak diberi kenikmatan itu oleh manusia.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya bagimulah pahala yang tidak putus-putus} tidak dikurangi dan tidak terputus
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qalam ayat 3: Sesungguhnya bagimu (Nabi ﷺ) telah mendapatkan balasan yang besar dan derajat yang tinggi di sisi Allah, tidak ada seorangpun (selain Allah) yang memberi kenikmatan kepadamu.