Tafsir Ringkas Kemenag
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa malam qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan. 4. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh, yakni jibril, dari langit ke bumi dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan makhluk yang telah ditentukan-Nya di lauh mahf'z untuk satu tahun mendatang, seperti umur, rezeki, kematian, dan sebagainya. Inilah yang membuat malam itu begitu mulia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an di malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) (Surah Ad-Dukhan: 3) yaitu Lailatul Qadar yang ada dalam bulan Ramadhan, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al-Qur’an) (Surah Al-Baqarah: 185) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sekaligus dari Lauhil Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara terpisah-pisah sesuai dengan kejadian-kejadian dalam masa dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah SAW. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengagungkan perkara Lailatul Qadar yang dikhususkan dengan diturunkan di dalamnya. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3)) Karena melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar sebanding pahala melakukan ibadah selama seribu bulan, telah disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala Allah, maka diampunilah baginya semua dosanya yang terdahulu” Firman Allah: (Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan (4)) yaitu banyak malaikat yang turun di malam kemuliaan ini karena banyaknya keberkahannya. Dan para malaikat turun bersamaan dengan turunnya keberkahan dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur'an dibacakan dan mengelilingi perkumpulan yang melakukan dzikir dan meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu dengan benar karena menghormatinya. Adapun tentang kata “ar-ruh” di sini, dikatakan bahwa yang dimaksud adalah malaikat Jibril yang hal ini termasuk “athaf khas ‘alal ‘am”. Dikatakan juga bahwa “ar-ruh” adalah malaikat tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah An-Naba’. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Malam itu (penuh) kesejahteraan) dia berkata, yaitu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan atau melakukan gangguan padanya. Qatadah dan lainnya berkata yaitu semua urusan ditetapkan di dalamnya dan semua ajal serta rezeki ditakdirkan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (4)) (Surah Ad-Dukhan) Firman Allah: (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) diriwayatkan dari Asy-Sya'bi tentang firmanNya: (untuk mengatur segala urusan (4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) dia berkata yaitu salamnya para malaikat di malam Lailatul Qadar kepada orang-orang yang ada di dalam masjid sampai fajar terbit. Qatadah dan Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (malam itu (penuh) kesejahteraan) yaitu semuanya baik, tidak ada suatu keburukan pada malam itu sampai matahari terbit
Tafsir As-Sa'di
3. “Malam qadar itu lebih baik dari seribu bulan,” yakni keutamaannya menyamai seribu bulan. Amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari amal yang dikerjakan selama seribu bulan penuh. Inilah salah satu hal yang membuat orang berakal terkesima dan tercengang karena Allah memberi karunia pada umat yang lemah ini berupa kekuatan dan daya dalam satu malam, di mana amal yang dikerjakan pada malam itu nilainya sama bahkan lebih dari amalan seribu bulan, sementara seseorang paling-paling diberi usia panjang selama delapan puluh sekian tahun.
Tafsir Al-Wajiz
3. Malam lailatul qadar yaitu malam dimana amal shalih ketika itu lebih baik daripada amal selama seribu bulan di waktu selain lailatul qadar. Jarir mengatakan dari Mujahid yang berkata: “Salah satu laki-laki dari Bani Israil ada yang melaksanakan shalat di waktu malam sampai pagi, kemudian berperang memerangi musuhnya di waktu siang sampai sore, dan dia melaksanakan hal itu selama seribu bulan, kemudian Allah menurunkan ayat {Lailatul qadri khairum min alfi syahr} sebagaimana yang diamalkan oleh laki-laki itu.”
Tafsir Al-Muyassar
Malam qadar adalah malam penuh berkah, amal shalih padanya lebih baik daripada amal 1000 bulan diselainnya yang tidak ada malam qadar padanya. Dan ini merupakan keutamaan dari Allah ta’ala untuk umat ini.
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Malam ini adalah malam yang penuh dengan kebaikan yang agung, ia lebih baik dari seribu bulan bagi orang yang menjalankan salat malam dengan keimanan dan mengharap pahala.
Tafsir Zubdatut
3. (Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan) Yakni beramal pada satu malam itu lebih baik daripada beramal selama seribu bulan.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Tahukah anda berapa persamaan seribu tahun dalam hitungan jam ? ya, seribu tahun sama dengan 720.000 jam , atau lebih dari 33,200,000 menit, yakni satu detik yang berlaku dalam malam lailatul qadr itu adalah 70,244 detik pada malam-malam lain, maka sugguh merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya pada malam itu dengan keburukan. 2 ). Jika seandainya ditawarkan kepada salah seorang dari kita suatu saham yang keuntungannya akan lebih besar sepuluh kali lipat, sungguh dia akan berlari mengambilnya dengan penuh semangat, maka bagaimana mungkin seseorang yang mengabaikan saham yang keuntungannya jauh lebih besar seribu kali lipat ?! { } sesungguhnya itu adalah kesalahan yang sangat besar.
Tafsir Ash-Shaghir
{Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan} amal shalih pada malam itu lebih baik daripada beramal selama seribu bulan di lain waktu itu
Tafsir Hidayatul
Yakni beramal saleh atau beribadah bertepatan dengan malam itu lebih baik baik daripada beribadah selama seribu bulan. Syaikh As Sa’diy berkata, “Hal ini termasuk hal yang mencengangkan hati dan akal, karena Allah Tabaaraka wa Ta'aala melimpahkan nikmat kepada umat yang lemah kekuatannya dengan malam yang beramal pada malam itu mengimbangi dan melebihi (beramal) selama seribu bulan; (seukuran) umur seseorang yang dipanjangkan umurnya selama 80 tahun lebih.”
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qadr ayat 3: 3-5. Allah mengabarkan bahwa tahun di malam ini lebih utama dibandingkan seribu tahun. Allah juga mengabarkan bahwa para malaikat dan bersamanya Jibril turun pada malam ini dari langit menuju ke bumi dengan izin Allah dan juga perintah ketuhanan. Dan Ia juga mengabarkan bahwa malam Al Qadr meliputi keselamatan dimulai dari awal malam sampai munculnya fajar, tidak terdapat di dalamnya kejelekan atau kesedihan yang palsu.