Surah Az-Zalzalah : Ayat 3
وَقَالَ ٱلْإِنسَٰنُ مَا لَهَا

"dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,"

Tafsir Ringkas Kemenag
1-3. Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah israfil meniupkan sangkakala pertama, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung-Nya, baik kekayaan yang ada di dalamnya atau mayat-mayat yang terkubur, dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, 'apa yang terjadi pada bumi ini' mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya' apakah ini hari kiamat''4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya kepada manusia, mengapa bumi berguncang dan mengeluarkan semua kandungannya. Pada hari itu pula bumi bersaksi kepada Allah dengan rinci apa saja yang telah manusia lakukan di atasnya: kebajikan atau keburukan, besar atau kecil.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 (Apabila bumi diguncangkan dengan seguncang-guncangnya (yang dahsyat) (1)) yaitu bergerak dan bergetar dari bagian bawahnya (dan bumi mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2)) yaitu mengeluarkan orang-orang mati dari dalamnya. Pendapat itu dikatakan beberpaa ulama Salaf, dan ini sebagaimana firmanNya: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat) (1)) (Surah Al-Hajj) sebagaimana firmanNya: (dan apabila bumi diratakan (3) dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong (4)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah: (dan manusia bertanya, "Mengapa bumi (jadi begini)?” (3)) yaitu heran dengan keadaannya, padahal sebelumnya bumi tenang, kokoh, dan stabil, dan manusia diam di atas permukaannya. yaitu, keadaannya berbalik, saat itu bumi bergerak dan berguncang. Telah datang kepadanya perintah Allah SWT yang memerintahkan kepadanya untuk melakukann guncangan yang tidak bisa dielakkan lagi. Kemudian bumi mengeluarkan semua orang mati yang ada dalam perutnya dari kalangan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. Saat itulah manusia heran dengan keadaan bumi, karena bumi diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit; lalu mereka digiring untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Menang. Firman Allah: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) yaitu memberitahukan tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tinggal permukaannya. Firman Allah: (karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya (5)) Imam Bukhari berkata bahwa kalimat “auha laha” dan “wa auha ilaiha” serta “waha laha” dan “waha ilaiha” itu sama. Demikian juga dikatakan Ibnu Abbas, bahwa (auha laha) itu sama dengan auha ilaiha. Makna yang tampak adalah bahwa ini mengandung makna mengizinkan kepadanya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (pada hari itu bumi menceritakan beritanya (4)) dia berkata yaitu Tuhannya berfirman kepadanya,'"Berbicaralah" maka saat itu juga bumi berbicara. Mujahid berkata tentang firmanNya (auha laha) yaitu memerintahkan kepadanya. Firman Allah: (Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu mereka kembali dari tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yaitu dalam keadaan bermacam-macam, ada yang celaka dan yang berbahagia. Para malaikat diperintahkan untuk membawa ke surga, dan membawa ke neraka. Firman Allah SWT: (supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka) yaitu agar mereka mengetahui dan mendapat balasan dari apa yang telah mereka perbuat di dunia, dari yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8)) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari disebutkan dari Adi secara marfu',”Hindarilah neraka, sekalipun dengan separuh buah kurma, dan sekalipun dengan kalimat yang baik” dan hadits shahih,”Jangan sekali-kali kamu meremehkan sesuatupun dari kebaikan, sekalipun kamu menuangkan sebagian air dari wadahmu ke wadah orang yang meminta minum, dan sekalipun kamu menyambut saudaramu dengan wajah yang berseri-seri”
Tafsir As-Sa'di
3. “Dan manusia bertanya,” ketika melihat hal-hal besar yang menimpa bumi karena begitu besarnya peristiwa itu, “Mengapa bumi (jadi begini)?” yakni apa yang menimpanya?
Tafsir Al-Wajiz
3-4. Maka orang kafir yang terkejut dengan hal yang dia ingkari itu berkata: “Apa yang membuat bumi mengalami guncangan ini”. Dia terkejut dengan kondisi genting ini. Pada hari itu, bumi mengabarkan beritanya, dia berbicara menggunakan situasi atau ungkapan itu, untuk menyampaikan firman Allah SWT melalui semua hal yang dialaminya baik kebaikan maupun keburukan
Tafsir Al-Muyassar
1-3. Apabila bumi diguncang dengan dahsyat, Bumi mengeluarkan isi perutnya, yaitu orang orang mati dan kekayaannya. Dan manusia bertanya tanya ketakutan, ”apa yang terjadi padanya?”
Tafsir Al-Madinah
3. Dan kamu akan melihat manusia tidak dapat mengurusi urusannya sama sekali, sehingga ia akan ketakutan dan kebingungan karena melihat sesuatu yang belum pernah dia lihat, kemudian dia akan bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi?
Tafsir Al-Mukhtashar
3. Dan manusia berkata dalam kondisi bingung, “Kenapa bumi bergerak dan berguncang?”
Tafsir Zubdatut
3. (dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”) Yakni ia bertanya karena merasa heran dengan apa yang menimpa bumi: “mengapa bumi digoncang dan dikeluarkan segala isinya?”
Tafsir Ash-Shaghir
{Dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi padanya"} apa yang terjadi pada bumi
Tafsir Hidayatul
Yaitu orang yang kafir kepada kebangkitan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zalzalah ayat 3: 1-3. Surat ini dimulai dengan kejadian berkenaan dengan goncangan besar yang akan terjadi pada hari kiamat, Allah berkata : Jika aku guncangkan bumi, aku getarkan dan aku hancurkan sehancur-hancurnya. Dan aku keluarkan padanya perbendaharaan dan semua apa yang terkandung dalam perutnya. Adapun mayit-mayit akan Allah keluarkan ketika tiupan yang kedua, maka berkatalah manusia kebingungan dengan apa yang dilihat dan nampak : Apa yang sebenarnya telah terjadi ?