Surah Al-Isra : Ayat 30
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sebab utama sifat kikir manusia adalah karena takut terjerumus ke dalam kemiskinan. Ayat ini mengingatkan bahwa sungguh, tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki untuk dilapangkan rezekinya dan menyempitkannya kepada siapa yang dia kehendaki untuk disempitkan rezekinya; sesungguhnya dia maha mengetahui segala sesuatu, maha melihat akan hamba-hambanya. Dia memberikan kepada hamba-Nya segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatannya apabila ia menjalani sebab-sebab untuk mendapatkannya. Kemudian Allah melarang kaum muslim membunuh anak-anak mereka seperti yang dilakukan beberapa suku dari kaum arab jahiliyah. Allah berfirman, dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan akan menimpa mereka. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka, bukan kamu yang memberi rezeki kepada mereka, dan kami juga yang memberi rezeki kepadamu. Janganlah kamu mencemaskan mereka karena kemiskinan, maka oleh sebab itu kamu membunuhnya. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 29-30 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan untuk bersikap sederhana dalam kehidupan, mencela sifat kikir, dan melarang sifat berlebihan (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu) yaitu, janganlah kamu menjadi orang kikir dan selalu menolak orang, tidak memberikan sesuatu kepada seseorang. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi, (semoga laknat Allah menimpa mereka) (tangan Allah terbelenggu) (Surah Al-Maidah: 64) Mereka menghubungkan Allah dengan sifat kikir, Dia Maha Tinggi, Maha Suci, Maha Mulia dan Maha Pemberi. Firman Allah: (dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya) yaitu janganlah berlebihan dalam membelanjakan harta dengan memberi di luar kemampuanmu dan mengeluarkan lebih banyak dari pemasukanm karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. Hal ini termasuk dalam jenis keterangan laf nasyr. yaitu jika kamu kikir, maka kamu adalah orang yang tercela dimana orang-orang akan mencelamu, mencacimu dan tidak membutuhkanmu. Sebagaimana yang dikatakan Zuhair bin Abi Salma dalam Mu'aliaqatnya: “Barangsiapa yang berharta, lalu dia kikir dengan hartanya terhadap kaumnya, maka dia tidak digauli oleh mereka dan dicela” Ketika kamu membuka tanganmu melebihi kemampuanmu, maka kamu tidak akan memiliki sesuatu lagi untuk dibelanjakan, lalu kamu seperti hasir, yaitu hewan yang tidak kuat untuk berjalan, maka dia berhenti karena lemah dan tidak mampu. Hewan yang demikian disebut hasir, yakni hewan yang diambil dari kelelahan. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang? (3) Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemu­kan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah (4)) (Surah Al-Mulk) yaitu lemah dari melihat adanya cela. Demikianlah penafsiran ayat ini bahwa yang dimaksud dengan kikir dan berlebih-lebihan, menurut ibnu Abbas, Al-Hasan, Qatadah, Ibnu Juraij, Ibnu Zaid, dan lainnya. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya) pemberitahuan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Memberi, menyempitkan, dan mengatur rezeki untuk makhlukNya sesuai dengan apa yang Dia kehendai. Jadi Dia menjadikan kaya orang yang Dia kehendaki, dan menjadikan miskin orang yang Dia kehendaki. Dalam hal itu terdapat hikmah. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya) yaitu Maha Melihat dan Maha Mengetahui siapa saja yang layak menjadi kaya dan yang layak menjadi miskin. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu benar-benar terdapat orang yang tidak layak baginya kecuali hanya miskin. Seandainya Aku jadikan dia kaya, maka kekayaannya itu akan merusak agamanya. Dan sesungguhnya di antara hamba-hambaKu benar-benar terdapat orang yang tidak pantas baginya kecuali hanya kaya. Seandainya Aku jadikan dia miskin, tentulah kemiskinan itu akan merusak agamanya” Terkadang kekayaan itu pada manusia merupakan suatu pembiaran baginya, dan terkadang kemiskinan merupakan suatu hukuman Allah. Kami berlindung kepada Allah dari hal ini dan hal itu
Tafsir As-Sa'di
30. Kemudian Allah memberitahukan bahwasanya Allah “melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki,” dari hamba-hambaNya, menakdirkan dan menyempitkannya atas siapa yang dikehendakiNya sebagai bentuk hikmah dariNya. “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya,” maka Allah membalas mereka dengan balasan yang baik bagi mereka menuruut pandanganNya, serta mengatur mereka dengan kelembutan dan kemuliaanNYa.
Tafsir Al-Wajiz
30. Sesungguhnya Tuhanmu meluaskan rejeki orang yang dikehendakiNya dan menyempitkan orang yang dikehendakiNya sesuai kebijaksanaanNya yang ditujukan untuk kebaikan para hamba. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui setiap sesuatu, sehingga Dia memberi rejeki hamba-hambaNya sesuai kemaslahatan mereka
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rizki bagi sebagian manusia dan menyempitkannya bagi sebagian yang lain, sejalan dengan ilmu dan hikmah Allah .Sesungguhnya Dia maha mengetahui rahasia-rahasia para hambaNya, tidak ada yang tersembunyi dari ilmuNya sesuatu yang kecil pun dari kondisi-kondisi mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
30. Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan menyempitkannya bagi siapa saja yang Dia kehendaki untuk suatu hikmah yang besar. Sungguh Dia Maha Mengetahui lagi Melihat hamba-hamba-Nya, tidak ada satu urusan mereka yang tersembunyi dari-Nya, sehingga Dia bisa menentukan apa saja terhadap urusan mereka sekehendak-Nya.
Tafsir Zubdatut
30. (Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya) Yakni melapangkan rezeki kepada sebagian orang dan menyempitkan rezeki sebagian yang lain sesuai dengan hikmah Allah yang dalam. (Maha Mengetahui lagi Maha Melihat) Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan} melapangkan {rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkannya} menyempitkan {Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) yabsuthur rizqa limay yasyaa`u wa yaqdir : meluaskan, dan menyempitkan rezeki sebagai ujian. Makna ayat: Firman-Nya ta’ala “Sesungguhnya Rabbmu yang melapangkan rezeki kepada yang Dia kehendaki...” melapangkannya kepada yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah ia bersyukur atau mengingkari, dan menyempitkan rezeki bagi yang Dia kehendaki sebagai cobaan, apakah ia bersabar atau malah murka. “Sesungguhnya Dia kepada hamba-hamba-Nya, Maha Teliti Maha Melihat.” Oleh karena itu Dia melapangkan dan menyempitkan rezeki sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya, karena ada sebagian dari hamba-Nya yang tidak tahan kecuali dengan kelapangan, dan ada yang tidak tahan kecuali dengan kesempitan. Pelajaran dari ayat: • Jelasnya hikmah Allah ta’ala dalam meluaskan dan menyempitkan rezeki hamba-Nya.
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Isra ayat 30: Dia mengetahui batin dan zahir mereka, oleh karenanya Dia akan membalas mereka dengan sesuatu yang cocok bagi mereka dan mengatur mereka dengan kelembutan dan kemurahan-Nya.