Surah Al-Mu'minun : Ayat 31
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
"Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain."
Tafsir Ringkas Kemenag
31-32. Azab atas orang-orang yang membangkang terhadap dakwah nabi nuh bukanlah suatu kebetulan, melainkan ketetapan dari Allah. Allah berfirman, 'kemudian setelah mereka binasa, kami ciptakan umat yang lain, yaitu kaum 'ad. Lalu kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu nabi hud. Dia menyeru kaumnya, 'sembahlah Allah! tidak ada tuhan yang berhak disembah bagimu selain dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya, yakni menjauhkan diri dari siksa-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya'''31-32
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 31-41 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menjadikan umat lain setelah kaum nabi Nuh. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah kaum 'Ad, karena sesungguhnya merekalah yang berkuasa setelah kaum nabi Nuh. Dikatakan juga bahwa mereka adalah kaum Tsamud, berdasarkan firmanNya: (Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak) Dan bahwa Allah SWT mengutus seorang rasul di antara mereka yang menyeru mereka untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu mereka mendustakannya, menentangnya, dan menolak mengikutinya hanya karena dia adalah seorang manusia seperti mereka. Mereka enggan mengikuti rasul yang merupakan seorang manusia, mereka mendustakan pertemuan dengan Allah pada hari kiamat, dan mereka mengingkari hari kebangkitan di mana manusia dibangkitkan kembali. Mereka berkata: (Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)? (35) Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu (36)) yaitu hal itu sangat mustahil sekali (Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah) yaitu dalam apa yang disampaikan kepada kalian berupa risalah, peringatan, dan berita tentang hari kiamat ("dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya” (38) Rasul itu berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku” (39)) yaitu rasul itu memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah dalam menghadapi mereka, dan Allah mengabulkan doanya (Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal” (40)) yaitu mereka menentangmu dan mengingkari apa yang kamu sampaikan kepada mereka (Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak) yaitu mereka memang berhak mendapatkan hal itu dari Allah karena kekafiran dan kesewenang-wenangan mereka. Yang jelas bahwa ini menunjukkan bahwa azab ini merupakan berupa gabungan antara angin kencang, sangat kuat dan sangat dingin (yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka) (Surah Al-Ahqaf: 25) Firman Allah: (dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir) yaitu mati dan binasa seperti buih banjir, yaitu sesuatu yang hina dan tidak ada artinya dan manfaatnya sama sekali (maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu) sebagaimana firmanNya: (Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (76)) (Surah Az-Zukhruf) karena kekafiran, keingkaran, dan pertentangan mereka kepada Rasulallah SAW. Maka orang-orang yang mendengarnya itu menghindari dari perbuatan mendustakan rasul mereka
Tafsir As-Sa'di
31 ketika Allah menceritakan tentang Nabi Nuh dan kaumnya serta bagaimana Allah membinasakan mereka, maka Dia berfirman, “kemudian, kami jadikan sesudah mereka umat yang lain,” secara zahir, mereka adalah kaum tsamud, kaum Nabi Shaleh. Sebab kisah ini menyerupai (kronologis) sejarah mereka.
Tafsir Al-Wajiz
31. Kemudian, Kami jadikan sesudah kebinasaan mereka umat yang lain yaitu kaum ‘Ad kaum nabi Hud
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Kami menciptakan setelah kaum Nuh generasi lain, yaitu kaum Ad.
Tafsir Al-Madinah
31-32. Kemudian Kami menciptakan kaum ‘Ad, yaitu kaum Nabi Hud, setelah kebinasaan kaum Nabi Nuh. Lalu Kami mengutus seorang rasul dari golongan mereka, yaitu Hud untuk menyampaikan: “Sembahlah Allah Semata karena tidak ada Tuhan selain Dia, tidakkah kalian takut dari azab-Nya?”
Tafsir Al-Mukhtashar
31. Kemudian setelah kebinasaan kaum Nuh, Kami ciptakan umat yang lain.
Tafsir Zubdatut
31. (Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain) Yakni setelah kebinasaan mereka. Mayoritas ulama tafsir berpendapat yang dimaksud adalah kaum ‘Aad, umat dari Nabi Hud.
Tafsir Ash-Shaghir
{Kemudian Kami menciptakan setelah mereka} setelah membinasakan kaum Nuh {umat} kaum {yang lain
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 31: Maksudnya adalah kaum 'Aad. Ada pula yang berpendapat, bahwa mereka adalah kaum Tsamud (pendapat ini dipegang pula oleh Syaikh As Sa’diy). Namun yang pertama lebih nampak, dan itulah yang dipegang oleh jumhur mufassir. Oleh karena itu, rasul yang diutus dari kalangan mereka yang disebutkan dalam ayat 32 berikut ialah Nabi Hud ‘alaihis salam.