Surah Yasin : Ayat 32
وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
"Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan setiap umat, dari generasi pertama hingga terakhir, semuanya akan dihadapkan oleh malaikat kepada kami untuk diminta pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di dunia. 33. Usai menjelaskan kuasa-Nya membinasakan para pendurhaka, Allah lantas menjelaskan tanda kekuasaan-Nya di bumi. Dan suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi mereka adalah bumi yang mati atau tandus sehingga tidak bisa ditumbuhi tanaman, lalu kami hidupkan bumi itu dengan air hujan dan kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari biji-bijian itu mereka makan untuk menjamin kelangsungan hidup dan memperoleh kekuatan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 30-32 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu) yaitu, alangkah celakanya hamba-hamba itu. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu) yaitu alangkah kecewanya hamba-hamba itu atas diri mereka karena menyia-nyiakan perintah Allah dan melalaikan kewajiban mereka kepada Allah. Menurut suatu bacaan disebutkan "Alangkah kecewanya hamba-hamba itu atas diri mereka” maknannya adalah alangkah kecewa dan menyesalnya mereka pada hari kiamat jika mereka menyaksikan azab, karena mereka mendustakan para rasul Allah dan menentang perintahNya saat mereka hidup di dunia (tiada datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya) yaitu mendustakan, memperolok-olok, dan mengingkari kebenaran yang disampaikan olehnya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka (31)) yaitu apakah mereka tidak mengambil pelajaran dari orang-orang yang sebelum mereka yang mendustakan para rasul? bagaimana mereka tidak dikembalikan ke dunia ini. dan perkaranya tidaklah seperti apa yang diduga oleh kebanyakan dari orang-orang bodoh dan orang-orang durhaka mereka yang berkata: (kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup) (Surah Al-Mu-minun: 37) Mereka adalah orang-orang yang berkata tentang adanya pengulangan dari golongan “Dahriyyah”. Mereka adalah orang-orang yang berkeyakinan, karena kebodohan mereka, bahwa mereka akan dikembalikan ke dunia sebagaimana mereka hidup di sana. Maka Allah menolak keyakinan mereka yang bathil itu, maka Allah SWT berfirman: (Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka (31)) Firman Allah: (Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami (32)) yaitu sesungguhnya semua umat yang terdahulu dan yang akan datang, akan dikumpulkan untuk menjalani perhitungan amal perbuatan di hari kiamat di hadapan Allah SWT. Maka Dia akan membalas amal perbuatan mereka dari yang baik dan yang buruk. Makna ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka) (Surah Hud: 111)
Tafsir As-Sa'di
31-32. “tidakkah mereka mengetahui betapa bnayak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasannya (orang-orang yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada kami,” Allah menyatakan, tidakkah mereka melihat dan mengambil pelajaran dari orang-orang sebelum mereka, yaitu generasi-generasi yang mendustakan para rasul yang telah dibinasakan oleh Allah dan ditimpa azabNya; dan kelak Allah akan mengembalikannya sebagai makhluk baru, Dia akan menghidupkan kembali sesudah kematian mereka serta akan menghadirkan mereka di hadapanNya untuk diberikan keputusan dengan keputusan yang adil di antara mereka, yang di situ Dia tidak menzhalimi seberat biji sawipun, "jika kebaikan, maka Dia akan melipatgandakannya dan akan memberikan pahala yang sangat besar dari sisiNya."
Tafsir Al-Wajiz
32. Setiap manusia tidak lain akan dihadirkan di hadapan Allah untuk dihisab. Setelah dibangkitkan, setiap manusia dikumpulkan di tempat perkumpulan pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas. Kata {Jami’} disini bermakna dikumpulkan, dan kata {Makhdhurun} bermakna bahwa para malaikat menghadirkan mereka untuk diazab.
Tafsir Al-Muyassar
Semua umat pada abad yang telah berlalu yang telah kami binasakan mereka dan selain mereka , semuanya akan dihadirkan di depan kami di hari kiamat untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amal.
Tafsir Al-Madinah
32. Setiap umat pasti akan didatangkan ke hadapan Allah untuk mendapat balasan; baik itu pahala maupun siksa.
Tafsir Al-Mukhtashar
32. Semua umat tanpa kecuali akan dihadirkan di hadapan Kami pada hari Kiamat sesudah mereka dibangkitkan untuk Kami beri balasan atas amal-amal mereka.
Tafsir Zubdatut
32. (Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami) Tidak lain mereka semuaa pasti akan dikumpulkan kepada Kami untuk menjalankan hisab.
Tafsir Ash-Shaghir
{Tidak ada satu pun kecuali} tidak ada satupun kecuali {semuanya akan dihadirkan kepada Kami
Tafsir Hidayatul
Di mauqif (padang mahsyar) setelah dibangkitkan untuk dihisab dan diberikan keputusan yang adil yang tidak ada kezaliman sedikit pun. Jika amalnya baik, maka Allah akan melipatgandakannya dan akan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya, dan jika amalnya buruk, maka Dia akan membalas dengan balasan yang sesuai.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 32: Ketahuilah bahwasanya seluruh dari mereka yang kami binasakan dari umat-umat yang terdahulu dan selain mereka, akan dikumpulkan dan dihadapkan di hadapan Allah pada hari kiamat untuk dibalas dan dihisab.