Surah At-Tur : Ayat 32
أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَٰمُهُم بِهَٰذَآ ۚ أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

"Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Tuduhan-tuduhan orang-orang kafir itu tidak berdasar. Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka yang sesat untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini ataukah mereka memang kaum yang melampaui batas kewajaran sehingga tidak segan melancarkan tuduhan negatif itu'33. Ataukah mereka juga menuduhnya menggubah Al-Qur'an, dengan berkata, 'dia telah mereka-rekanya dengan pikirannya sendiri dan mengklaimnya sebagai wahyu Allah. ' tidak! semua yang mereka katakan itu tidaklah benar! sesungguhnya merekalah yang tidak beriman kepada ajaran Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 29-34 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW agar menyampaikan risalahNya kepada para hambaNya dan memberikan peringatan kepada mereka melalui apa yang Dia turunkan kepadanya. Kemudian Allah menafikan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan terhadapnya oleh para pendusta dan pendurhaka. Jadi Allah SWT berfirman: (Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila (29)) yaitu berkat karunia Allah, engkau bukanlah seorang dukun, seperti yang dikatakan oleh orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir Quraisy. Dukun adalah orang yang biasa didatangi jin, lalu mengucapkan kalimat-kalimat yang dicuri dari langit (dan bukan pula seorang gila) yaitu orang terkena sentuhan setan. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingkari ucapan mereka terhadap Rasulallah SAW: (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) yaitu malapetaka yang membawa kepada kematiannya. Mereka berkata,"Kita menunggu dia dan tetap bersikap sabar terhadapnya sehingga kematian datang menjemputnya, maka kita akan terbebas dari ulahnya dan dari urusannya" Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu” (31)) yaitu, tunggulah dan sesungguhnya aku juga menunggu bersama kalian, dan kalian akan mengetahui siapakah yang akan mendapat akibat yang baik dan pertolongan di dunia dan akhirat Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya kaum Quraisy ketika berkumpul di Dar An-Nadwah berbicara tentang perkara Nabi SAW. Seseorang dari mereka berkata, "tangkaplah dia dalam keadaan terikat, lalu tunggulah sampai sampai binasa sebagaimana para penyair sebelumnya binasa, seperti Zuhair dan An-Nabighah. Sesungguhnya dia sama dengan mereka" Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya: (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Apakah mereka diperintahkan oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan itu) yaitu akal mereka memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan dan melancarkan tuduhan-tuduhan yang bathil itu, yang diri mereka sendiri mengetahui bahwa itu adalah dusta dan tidak benar (ataukah mereka kaum yang melampaui batas?) Akan tetapi mereka adalah kaum yang melampaui batas, tersesat, dan mengingkari kebenaran; inilah yang mendorong mereka melemparkan tuduhan-tuduhan itu terhadapmu. Firman Allah SWT: (Ataukah mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) membuat-buatnya") yaitu membuat-buat Al-Qur'an dari dirinya sendiri. Maka Allah SWT berfirman (Sebenarnya mereka tidak beriman) yaitu kekafiran merekalah yang mendorong mereka untuk mengucapkan ini (Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar (34)) yaitu juka mereka benar dalam ucapan yang mereka buat-buat, maka hendaknya mereka mendatangkan hal yang serupa dengan Al-Qur'an yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW, karena sesungguhnya jika mereka dan semua penduduk bumi dari kalangan jin dan manusia berkumpul untuk membuat hal yang serupa dengan Al-Qur'an, maka mereka tidak dapat mendatangkan hal yang serupa. Bahkan mereka tidak akan mampu membuat sepersepuluhnya atau satu surah yang serupa dengannya
Tafsir As-Sa'di
32. “Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?” artinya, apakah kedustaan serta perkataan-perkataan itu berasal dari akal dan khayalan yang membuahkan perkataan seperti itu, karena akal-akal mereka menyebut orang yang paling sempurna akalnya sebagai orang gila dan menjadikan perkataan yang paling jujur serta kebenaran puncak sebagai kedustaan dan kebatilan. Sungguh itu merupakan akal yang tidak terdapat pada orang gila, ataukah karena kezhaliman serta tindakan mereka yang melampaui batas yang membuat mereka menyatakan kekejian itu? Dan inilah nyatanya. Orang yang melampaui batas tidak lagi memiliki aturan, sehingga tidak perlu heran terhadap semua perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Wajiz
32. Atau apakah akal mereka menyuruh mereka untuk mengucapkan kalimat yang saling bertentangan ini, yaitu anggapan bahwa Al-Qur’an adalah sihir, ilmu perdukunan, atau syair? Ataukah karena mereka sangat zalim dan sangat keras kepala serta sombong sehingga mereka mengucapkan hal itu.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan apakah orang-orang yang mendustakan itu diperintahkan oleh akal mereka agar mengatakan kata-kata yang bertentangan ini? Hal itu karena kriteria dukun, penyair dan orang gila tidak mungkin terkumpul di saat yang sama. Mereka memang suatu kaum yang melampaui batas dalam kesombongan.
Tafsir Al-Madinah
32-34. Apakah akal mereka itu memerintahkan mereka untuk mengatakan kedustaan ini? Atau mereka adalah orang yang telah terbiasa berbuat sombong? Atau juga mereka berkata, ‘Muhammad telah membuat sendiri al-Qur’an’? Kenyataannya bukan seperti yang mereka katakan, namun itu karena mereka tidak mempercayai al-Qur’an. Hendaklah mereka mendatangkan perkataan yang seperti al-Qur’an jika perkataan mereka itu benar.
Tafsir Al-Mukhtashar
32. Apakah akal mereka yang menyuruh mereka berkata bahwa dia seorang dukun dan orang gila? Sehingga mereka menyatukan hal yang tidak mungkin bersatu pada seseorang. Justru mereka adalah kaum yang melampaui batas, tidak melandasi tindakannya dengan syariat maupun akal.
Tafsir Zubdatut
32. (Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini) Apakah akal mereka menyuruh mereka untuk mengatakan kata-kata yang saling bertolak belakang ini? Yakni dengan mengatakan bahwa al-Qur’an adalah sihir, perdukunan, atau syair. Dahulu pembesar-pembesar kaum Quraisy sangat terkenal dengan akal dan kecerdasan mereka, maka Allah merendahkan dan mengolok kecerdasan mereka karena tidak dapat mengantarkan mereka untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. (ataukah mereka kaum yang melampaui batas?) Yakni melampaui batas dalam kedurhakaan mereka, sehingga mereka mengatakan hal-hal tersebut.
Tafsir Ash-Shaghir
{Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka} akal mereka {untuk ini} atau apakah mereka kaum yang melampaui batas} melampaui batas dalam kesombongan dan keras kepala
Tafsir Hidayatul
Yaitu ucapan bahwa Beliau sebagai pesihir, dukun, orang gila atau penyair. Jika demikian, sungguh buruk akal mereka yang menghasilkan kesimpulan yang buruk pula. Karena akal yang baik tidaklah menganggap orang yang sempurna akalnya sebagai orang gila, orang yang paling jujur sebagai pendusta dan orang yang paling amanah sebagai orang yang khianat. Atau mungkin yang membuat mereka berkesimpulan seperti itu adalah kezaliman dan sikap melampaui batas mereka. Sepertinya inilah keadaan mereka. Orang yang melampaui batas sudah lepas dari aturan, maka tidak aneh jika keluar ucapan dan perbuatan yang tidak beraturan.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Tur ayat 32: 32-34. Allah mencela mereka orang-orang musyrik dengan berkata : Apakah benar mereka diperintahkan oleh akal-akal mereka (dimana mereka mengklaim keselamatan bagi mereka) dengan sebesar-besar kedustaan dan mengada-ngada ?!. Ataukah mereka adalah kaum yang melampaui batas yang membolehkan melanggar batasan-batasan yang ditetapkan Allah dengan kafir, berdusta dan mengada-ngada ?!. Ataukah mereka mengatakan : Sungguh Muhammad ﷺ telah mengada-ngada akan Al Qur’an ini dari dirinya sendir ?! Dan sebab dari kebohongan mereka ini : Mereka kufur dan menolak, dan meninggalkan untuk beriman kepada Allah, dan mereka mengikuti atas apa yang ada pada nenek moyang mereka. Maka jika mereka orang-orang musyrik jujur atas ucapan mereka : Bahwa Muhammad telah mengada-ngada pada Al Qur’an ini dari dirinya sendiri, maka wajib bagi mereka (dan mereka adalah orang-orang yang fasih bahasa arab) untuk mendatangkan dengan wujud serupa dengan Al Qur’an, ini adalah batas akhir (yang mereka tidak akan mungkin bisa berupaya) dan kelemahan bagi mereka, serta menampakkan akan kebathilan ucapan mereka yang mengada-ngada dan kebohongan mereka.