Tafsir Ringkas Kemenag
Bukan saja dia meninggikan agama islam, tetapi dia juga yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk, yakni Al-Qur'an, yang berisi berita-berita yang benar serta bukti-bukti nyata tentang keesaan Allah, dan agama yang benar, yakni sikap keberagamaan yang lurus yang membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat, untuk diunggulkan atas segala agama baik agama-agama yang lebih dulu ada, maupun agama-agama baru yang diciptakan oleh manusia, walaupun terhadap kenyataan itu orang-orang musyrik tidak menyukai-Nya. Setelah ayat sebelumnya menerangkan tentang ketidaksukaan kaum musyrik dan ahli kitab terhadap tersebarnya islam, maka ayat ini menginformasikan perilaku buruk sebagian pemimpin ahli kitab yang menyimpang. Wahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya banyak dari orang-orang alim yahudi dan rahib-rahib nasrani mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, baik dengan jalan suapmenyuap, meminta bayaran dalam proses penebusan dosa, riba, berbuat curang, mencuri, termasuk menganjurkan berinfak namun untuk kesejahteraan dirinya sendiri, dan mereka juga menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalan Allah, yakni agama islam, melalui berbagai macam cara seperti menciptakan kebohongan terhadap islam, menumbuhkan keraguan terhadap Al-Qur'an, dan mencela pribadi rasulullah yang agung. Padahal, kerusakan akhlak, pemikiran, dan akidah seorang tokoh atau pemimpin agama adalah sangat membahayakan bagi kehidupan umat manusia yang dipimpinnya. Dan di samping itu, mereka juga termasuk orang-orang yang suka menyimpan emas dan perak, yakni menumpuk-numpuk harta, dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, bah-kan cenderung serakah dan kikir. Terhadap mereka itu, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, sebagai bentuk ejekan sekaligus celaan, bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 32-33 Allah SWT berfirman,”Orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik dan Ahli Kitab: (Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah) yaitu petunjuk dan agama yang benar yang Dia kirimkan melalui Rasulullah SAW, yang mereka bantah dan buat-buat. Perumpamaan mereka dalam hal itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya bulan dengan tiupan. Tidak ada jalan untuk itu. Demikian juga apa yang dikirimkan melalui Rasulallah SAW itu pasti sempurna dan tampak. Oleh karena itu Allah SWT seraya menjawab apa yang mereka inginkan dan kehendaki: (dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.) dan kafir adalah orang yang menutupi sesuatu. Berdasarkan hal itu, malam disebut dengan kata “kafir” (penutup), sebab malam menutupi segala sesuatu, dan seorang petani disebut dengan kafir, karena dia menutup benih tanaman didalam tanah, sebagaimana Allah berfirman: (Menyenangkan hati penanam-penanamnya) (Surah Al-Hadid: 20). Kemudian Allah SWT berfirman: (Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar) Petunjuk adalah sesuatu yang dibawa beliau. berupa berita-berita yang benar, keiimanan yang benar, dan ilmu yang bermanfaat. Agama yang benar adalah amal shalih yang benar dan bermanfaat di dunia dan akhirat. (untuk dimenangkan-Nya atas segala agama) yaitu di atas semua agama, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah melipatkan bumi untukku bagian barat dan timurnya, dan kelak kerajaan umatku akan mencapai semua bagian yang dilipatkan bagiku darinya"
Tafsir As-Sa'di
33. Kemudian Allah menjelaskan cahaya yang Allah menjamin akan menjaga dan menyempurnakannya, Dia berfirman, “Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran)”, yaitu ilmu yang bermanfaat “dan agama yang benar”, yaitu amal yang shalih. Apa yang dengannya Allah mengutus Muhammad mencakup penjelasan yang haq dengan yang batil dalam nama, sifat, dan perbuatan Allah, dalam hukum dan beritaNya, perintah kepada semua kemaslahatan yang bermanfaat bagi hati, rohani, dan jasmani, mulai dari mengikhlaskan ketaatan hanya kepada Allah semata, mencintai dan menyembah Allah, perintah kepada kemuliaan akhlak, kebaikan sifat, amal shalih, dan adab yang bermanfaat, serta larangan terhadap apa yang menjadi lawannya, berupa amal dan akhlak yang buruk, yang memudaratkan hati, jasmani, dunia, dan akhirat. Allah mengutus Muhammad dengan petunjuk dan agama yang benar “untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”, yakni agar Dia meninggikannya di atas agama-agama yang lain dengan hujjah dan bukti, pedang dan tombak, meskipun orang-orang musyrik membenci itu, membuat tipu daya dan makar untuknya, sesungguhnya makar yang buruk hanya akan membahayakan pelakunya, janji Allah pasti akan Dia laksanakan dan jaminanNYa pasti akan Dia tunaikan.
Tafsir Al-Wajiz
33. Allahlah yang mengutus utusanNya, Muhammad SAW dengan petunjuk yang menyeluruh lagi berdiri tegak atas dasar bukti dan hukum yang benar, dan agama Islam yang haq yang merupakan sandaran yang benar dan cara bertauhid yang murni agar Dia (Allah) meninggikan dan memenangkannya atas agama-agama yang bertentangan denganNya dengan bukti dan hukum yang kuat walaupun orang-orang musyrik membenci hal tersebut
Tafsir Al-Muyassar
Dia lah yang telah mengutus RasulNya, Muhammad , dengan membawa al-qur’an dan agama islam, untuk meninggikannya di atas seluruh agama yang ada, walaupun kaum musyrikin membenci agama yang haq ini (islam) dan kemenangannya di atas seluruh agama.
Tafsir Al-Madinah
33. Kemudian Allah menjelaskan penyempurnaan cahaya-Nya dengan berfirman: “Allah menjamin penyempurnaan cahaya ini dengan mengutus Rasul-Nya yang paling sempurna dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, yang tidak akan diganti dengan agama yang lain. Lalu Allah menyebutkan tujuan diutusnya Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dengan membawa agama yang benar; dia berfirman: “Untuk meninggikan agama ini atas agama-agama yang lain dengan hujjah dan bukti, petunjuk dan pengetahuan, dan kepemimpinan dan kekuasaan; meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu, karena Allah telah menetapkannya meski mereka tidak rela.”
Tafsir Al-Mukhtashar
33. Allah -Subḥānahu- yang telah mengutus rasul-Nya, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan membawa Al-Qur`ān yang merupakan petunjuk jalan bagi manusia, dan membawa agama yang benar, yaitu agama Islam, untuk menjadikannya unggul di atas agama-agama lainnya dengan hujah-hujah, bukti-bukti, dan hukum-hukum yang ada di dalamnya, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu.
Tafsir Zubdatut
33. (Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran)) Yakni dengan sesuatu yang menjadi petunjuk manusia, berupa bukti-bukti, mukjizat, dan hukum-hukum yang disyariatkan Allah bagi hamba-Nya. (dan agama yang benar) Yakni agama Islam yang merupakan kepercayaan yang benar dan pengesaan peribadatan serta penjauhan diri dari penyembahan kepada makhluk meskipun makhluk itu agung dan besar. (untuk dimenangkan-Nya) Yakni untuk meninggikan Rasul-Nya, atau agama-Nya yang benar yang mengandung bukti-bukti dan hujjah-hujjah. Dan Rasul serta agama-Nya telah ditinggikan, walhamdulillah.
Tafsir Ash-Shaghir
Dialah yang mengutus RasulNya dengan petunjuk} dengan Al-Qur’an {dan agama yang benar} agama Islam {agar Dia mengunggulkannya} meninggikannya {atas semua agama} atas seluruh agama {walaupun orang-orang musyrik tidak suka
Tafsir Hidayatul
Surat At-Taubah ayat 33: Di ayat ini, Allah memperjelas kembali, bahwa cahaya itu akan disempurnakan-Nya dan akan dijaga-Nya. Bisa juga berarti ilmu. Yakni amal saleh. Oleh karena itu, isi agama yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menerangkan kebenaran, baik dalam nama Allah, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya, hukum-hukum–Nya, berita-berita-Nya dan memerintahkan semua yang memberikan maslahat bagi hati, ruh dan badan berupa ikhlas, cinta kepada Allah dan beribadah kepada-Nya, memerintahkan akhlak mulia, amal yang saleh dan adab-adab yang baik, serta melarang semua yang bertentangan dengan itu berupa akhlak dan amal yang buruk lagi membahayakan hati, ruh dan badan di dunia dan akhirat. Dengan ilmu dan senjata meskipun orang-orang musyrik membenci dan telah membuat tipu daya yang besar untuk memusnahkannya, karena sesungguhnya makar yang buruk tidaklah menimpa selain kepada pembuatnya, dan Allah telah berjanji untuk menyempurnakan cahaya-Nya, maka pasti akan sempurna.