Surah Ad-Dukhan : Ayat 34
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَيَقُولُونَ

"Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,"

Tafsir Ringkas Kemenag
34-35. Sesungguhnya mereka, kaum musyrik mekah itu, yang mendustakan nabi Muhammad dan mendustakan kebangkitan di hari akhirat, pasti akan berkata, 'sesungguhnya tidak ada kehidupan selain kehidupan yang disusul dengan kematian di dunia ini. Dan karena itu pula, kami tidak akan dibangkitkan setelah kematian di dunia ini. '34-35
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 34-37 Allah SWT berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka yakin bahwa tidak ada kehidupan itu melainkan hanya kehidupan dunia ini, dan tidak ada kehidupan setelah kematian, tidak ada hari kebangkitan, dan hari pembalasan. Mereka menggunakan hujjah nenek moyang mereka yang sudah tidak ada yang tidak kembali, dan jika hari kebangkitan itu benar (maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar (36)) Ini adalah hujjah yang bathil dan alasan yang rusak, karena sesungguhnya hari kebangkitan itu hanya terjadi pada hari kiamat dan bukan di dunia, bahkan terjadi hari kebangkitan itu setelah dunia sudah habis dan lenyap, lalu Allah mengulangi penciptaan mereka dalam ciptaan yang baru. Dan dia menjadikan orang-orang zalim untuk menghuni neraka Jahanam sebagai bahan bakarnya. Hal ini terjadi di hari ketika kalian menjadi saksi atas umat manusia dan Rasulallah SAW menjadi saksi atas kalian. Kemudian Allah SWT mengancam mereka dan memperingatkan mereka terhadap azabNya yang tidak dapat ditolak, sebagaimana yang menimpa orang-orang yang serupa dengan mereka di masa lalu dari kalangan orang-orang musyrik dan ingkar kepada hari kebangkitan, yaitu kaum Tubba, (kaum Saba') dimana Allah membinasakan mereka, merusak negeri mereka, serta menjadikan mereka tercerai berai di berbagai negeri di luar negeri mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam surah Saba'. Mereka adalah orang-orang musyrik yang mula-mula ingkar kepada adanya hari kiamat Demikian juga di sini, orang-orang musyrik diserupakan dengan mereka; dan mereka dahulunya adalah orang-orang Arab dari Qahtan, sebagaimana orang-orang musyrik Makkah juga adalah orang-orang Arab dari 'Adnan. Dahulu orang-orang Himyar yaitu kaum Saba' setiap kali mengangkat seorang raja untuk mereka, mereka menjulukinya dengan Tubba', sebagaimana dikatakan Kisra bagi Raja Persia, Kaisar bagi Raja Romawi, Fir’aun bagi Raja Mesir yang kafir, Najasyi bagi Raja Habsyah, dan julukan-julukan lain di banyak bangsa.
Tafsir As-Sa'di
34-35. Allah mengabarkan bahwa, “sesungguhnya mereka (kaum musyrikin) itu,” yang mendustakan berkata seraya mengingkari Hari Kebangkitan, “Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,” yakni, tidak ada kehidupan lain selain kehidupan dunia, tidak ada kebangkitan, surga atau neraka.
Tafsir Al-Wajiz
34-35. Sesungguhnya kaum musyrik dan kaum Quraisy tersebut berkata: “tidak ada kematian selain kematian kita di dunia ini, dan kami tidak akan dibangkitkan setelah mati.
Tafsir Al-Muyassar
34-35. Sesungguhnya orang-orang musyrik dari kaummu (wahai Rasul) pasti akan berkata, “Tidak ada kecuali kematian yang kami rasakan, yaitu kematian pertama sekaligus terakhir, setelah kami mati, kami tidak dibangkitkan untuk dihisab dan menerima pahala atau hukuman.
Tafsir Al-Madinah
34-37. Hai Rasulullah, orang-orang musyrik itu berkata: “Kematian tidak lain hanyalah satu kematian kita di dunia saja, dan kita tidak akan dibangkitkan dari kubur. Jika kebangkitan itu benar, maka bangkitkanlah nenek moyang kami yang telah mati sebelumnya, jika kalian benar dalam keyakinan tentang kebangkitan itu.” Apakah orang-orang musyrik itu lebih kuat dari pada kaum Tubba’ al-Himyari dan umat-umat kafir sebelum mereka? Kami telah membinasakan mereka akibat kekafiran dan dosa-dosa besar yang mereka lakukan.
Tafsir Al-Mukhtashar
34. Sesungguhnya orang-orang musyrik yang pendusta benar-benar berkata untuk mengingkari adanya kebangkitan,
Tafsir Zubdatut
34-35. (Sesungguhnya mereka) Yakni orang-orang kafir Quraisy. (itu benar-benar berkata “tidak ada kematian selain kematian di dunia ini.) Yakni tidak ada kehidupan maupun kebangkitan setelahnya. (Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan) Yakni bukan termasuk orang-orang yang dibangkitkan.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya mereka itu pasti akan berkata
Tafsir Hidayatul
Yaitu kaum musyrik yang mengingkari kebangkitan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ad-Dukhan ayat 34: (Sesungguhnya mereka itu) yakni orang-orang kafir Mekah (benar-benar berkata,)