Surah Yasin : Ayat 35
لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
"supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menciptakan dan menganugerahkan semua itu kepada manusia agar mereka dapat makan dari buahnya dan menikmati dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur kepada-Nya' mengingkari nikmat adalah sikap yang tidak pantas bagi orang yang berakal. 36. Mahasuci Allah dari sifat yang tidak layak bagi-Nya, dialah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, yaitu keturunan nabi adam dari jenis laki-laki dan perempuan, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui dari semua ciptaan Allah yang terbentang di alam semesta.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 33-36 Allah SWT berfirman: (Dan suatu tanda bagi mereka) yaitu menunjukkan adanya Pencipta dan kekuasaanNya yang sempurna, kemampuanNya menghidupkan yang telah mati (adalah bumi yang mati) yaitu ketika mati dan tandus, tidak ada tumbuhan pun padanya. Maka ketika Allah SWT menurunkan hujan padanya, maka menjadi subur dan menumbuhkan beragam tumbuhan yang indah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan) yaitu, Kami menjadikannya sebagai rezeki bagi mereka dan ternak mereka (Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air (34)) yaitu Kami menjadikan padanya sungai-sungai yang mengalir di tempat-tempat yang memerlukannya agar mereka memakan buah-buahannya. Setelah menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya dengan menumbuhkan tanaman-tanaman bagi mereka, Dia mengaitkan dengan penyebutan buah-buahan, dan keberagamannya Firman Allah (dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka) yaitu semuanya tidak lain karena rahmat Allah SWT kepada mereka, bukan karena usaha dan jerih payah mereka, bukan juga karena kemampuan dan kekuatan mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?) yaitu, mengapa mereka tidak mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka yang tidak terhitung. Ibnu Jarir memilih bahkan menetapkannya, dan tidak ada yang meriwayatkan pendapat ini selain dia, kecuali bahwa huruf "maa" dalam firmanNya: (dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka) Bermakna "al-ladzi" yang maknannya adalah agar mereka dapat makan dan buahnya yang diusahakan oleh tangan mereka, yaitu apa yang mereka tanam dan semai. Dia berkata bahwa demikianlah bacaan Ibnu Mas ud (supaya mereka dapat makan dari buahnya yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?) Kemudian Allah SWT berfirman: (Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi) yaitu berbagai macam tanaman, buah-buahan, dan tumbuhan (dan dari diri mereka sendiri) Maka Dia menjadikan mereka ada yang laki-laki dan yang perempuan (maupun dari apa yang tidak mereka ketahui) yaitu dari berbagai makhluk yang tidak mereka ketahui. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (39)) (Surah Adz-Dzariyat)
Tafsir As-Sa'di
35 “supaya mereka dapat makan dari buahnya,” sebagai makanan pokok, buah-buahan, penyedap makanan, dan kelezatan, “dan” sesungguhnya buah-buahan itu “dari apa,” yang diusahakan “oleh tangan mereka,” mereka sama sekali tidak mempunyai andil dalam menciptakan ataupun membuatnya. Itu semua sesungguhnya ciptaan Allah yang Mahabijaksana dan pemberi rizki yang terbaik. Dan juga, tidak dilakukan oleh tangan mereka dalam bentuk memasaknya di atas api atau lainnya, melainkan Allah-lah yang mengadakan buah-buahan itu, yang tidak perlu dimasak atau diapakan saja, melainkan langsung diambil dari pohonnya lalau bisa dimakan saat itu juga. “maka mengapakah mereka tidak bersyukur” kepada yang telah melimpahkan berbagai nikmat ini dan mencurahkan bagian dari kemurahan dan karuniaNYa kepada mereka hingga permasalahan agama dan dunia mereka menjadi baik? Tidakkah yang telah menghidupkan tanah setelah kematiannya (kekeringannya) lalu menumbuhkan padanya berbagai tanaman dan pepohonan, meletakkan pada rasa lezat buah-buahan dan mengeluarkan benih-benih baru di dahan-dahannya serta memancarkan dari tanah yang kering lagi mati beberapa sumber air, maka bukankan itu bukti Allah Kuasa untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati?! Ya, sesungguhnya Dia kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Wajiz
35. Kami melakukan itu supaya manusia bisa memakan buah-buahan dari tanaman dan pohon-pohon yang ada di kebun-kebun itu. Mereka juga bisa memakan sesuatu yang diproduksi oleh tangan-tangan mereka seperti jus, sirup dan lain.lain. Apakah mereka tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat ini?
Tafsir Al-Muyassar
Semua itu adalah agar manusai makan dari buah-bbuahnya, dan hal itu tidak lain kecuali karena rahmat Allah kepada mereka dan bukan karena usaha dan upaya mereka, bukan pula dengan kekuatan dan daya mereka. maka mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah atas nimat-nikmatnya yang dia limpahkan kepada mereka yang tidak terhitung dan tak terhinggga?
Tafsir Al-Mukhtashar
35. Agar manusia makan dari buah kebun-kebun itu apa yang Allah limpahkan kepada mereka sebagai kenikmatan tanpa mereka melakukan usaha yang berarti padanya. Tidakkah mereka mensyukuri Allah yang telah memberi mereka semua itu sebagai karunia dari-Nya dan rahmat kepada mereka dengan menyembah-Nya semata dan beriman kepada rasul-rasul-Nya?
Tafsir Zubdatut
35. (supaya mereka dapat makan dari buahnya) Yakni buah-buahan dari kebun-kebun dan pohon kurma itu. (dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka) Yakni agar mereka dapat memakan buah dari kebun itu dan dapat makan dari apa yang dihasilkan oleh tangan mereka seperti sari buah, sari kurma, dan lain sebagainya. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah agar mereka dapat memakan buah dari kebun itu, padahal mereka tidak mengusahakan apapun, sebab pada hakikatnya yang mengusahakan adalah Allah.
Tafsir Ash-Shaghir
Agar mereka makan dari buahnya, dan apa yang dibuat tangan mereka. Apakah mereka tidak bersyukur
Tafsir Hidayatul
Kata “Maa” di ayat tersebut bisa juga diartikan maa nafiyah yang berarti tidak. Sehingga artinya, “Padahal bukan dari hasil usaha tangan mereka.” Bahkan hal itu merupakan tindakan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, tindakan dari sebaik-baik pemberi rezeki. Mereka tidak perlu mematangkan buah-buahan itu, bahkan Allah yang mematangkannya sehingga mereka bisa langsung memakannya. Kepada Tuhan yang memberikan nikmat-nikmat ini kepada mereka, melimpahkan kemurahan dan ihsan-Nya, di mana dengannya urusan agama dan dunia mereka menjadi baik.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 35: Allah menjelaskan dalam urusan penciptaan kebun-kebun ini, yaitu kebun kurma dan anggur, serta mata air untuk dikonsumsi oleh manusia beserta buah-buahannya, di mana mereka tidaklah menciptakannya; Akan tetapi Allah lah yang menciptakannya, maka selama urusannya demikian, wajib bagi mereka untuk bersyukur atas kenikmatan yang agung.