Surah Az-Zariyat : Ayat 36
فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
"Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri."
Tafsir Ringkas Kemenag
35-36. Allah mengkhususkan azabnya kepada mereka yang melampaui batas, sehingga orang-orang yang telah beriman tidak akan merasakan azab tersebut. Sebelum azab Allah datang, para malaikat memperingatkan mereka, lalu kami, yakni Allah dan subjek lain yang berperan dalam penyelamatan ini, keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya, yakni di negeri kaum lut, itu agar mereka selamat dari bencana yang segera tiba. Maka para malaikat yang kami utus tidak mendapati di dalamnya, yaitu di negeri tersebut, kecuali sebuah rumah saja dari orang-orang muslim yang beriman dan mengikuti ajaran nabi lut. 37. Kami turunkan azab sebagai peringatan bagi mereka yang ingkar, dan kami telah tinggalkan pula padanya, yaitu negeri nabi lut, suatu tanda yang sangat jelas tentang kebesaran dan kekuasaan kami. Kami menjadikannya pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 31-37 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim (Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth (74) Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali kepada Allah (75) Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak (76)) (Surah Hud) dan di sini Allah berfirman: (Ibrahim bertanya, “Apakah urusanmu, hai para utusan?” (31)) yaitu apakah urusan kalian? dan apakah yang menyebabkan kalian datang? (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (32)) yang mereka maksud adalah kaum nabi Luth (agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yang keras) (33) yang ditandai) yaitu diberi tanda (di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas”) yaitu dicatatkan pada setiap batu nama orang yang akan dikenainya. Allah berfirman dalam surah Al-'Ankabut: (Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Para malaikat berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)" (32)) (Surah Al-'Ankabut) di sini Allah berfirman: (Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu (35)) Mereka adalah nabi Luth dan ahli baitnya kecuali istrinya (Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri (36)) Firman Allah SWT: (Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih (37)) yaitu Kami menjadikannya sebagai pelajaran bagi yang lainnya tentang azab, pembalasan, dan batu dari tanah yang keras yang Kami timpakan kepada mereka, dan Kami menjadikan bekas tempat mereka danau yang berbau busuk dan kotor. Dalam hal itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang beriman (bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih)
Tafsir As-Sa'di
35-36. “Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri,” yakni rumah keluarga Nabi Luth kecuali istrinya karena termasuk orang-orang yang akan dibinasakan.
Tafsir Al-Wajiz
36. Kami tidak menemukan satupun orang muslim selain Ahlu Bait dalam negeri itu. Ahli bait itu adalah Ahlu bait Luth kecuali istrinya. Iman adalah Akidah (keyakinan) dan Islam adalah mengerjakan segala sesuatu yang diwajibkan
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak melihat di perkampungan tersebut selain satu rumah dari kaum Muslimin, yaitu rumah Luth.
Tafsir Al-Mukhtashar
36. Ternyata tidak Kami dapati di kampung mereka ini selain satu rumah dari orang-orang yang berserah diri, yaitu keluarga Lūṭ -'alaihissalām-.
Tafsir Zubdatut
36. (Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri) Yakni kecuali satu keluarga dari mereka, yaitu keluarga Nabi Luth.
Tafsir Li Yaddabbaru
1). { } "Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu" { } "Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri" Tanpa berkata: Maka kami keluarkan Luth dan penghuni rumahnya. Dimaksudkan untuk menonjolkan iman dan Islam, artinya Allah menyelamatkan mereka dari siksa karena keimanan mereka terhadap apa yang dibawa Rasul mereka, bukan karena mereka keluarga Luth. 2). Berkata Qatada pada firman Allah ta'ala: { } "Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri" : Seandainya ada lebih banyak orang dari itu, niscaya Allah akan menyelamatkan mereka; Untuk mengetahui bahwa keimanan dijaga oleh Allah dan tidak hilang bagi penghuninya 3). Jadi berhati-hatilah, saudaraku sang pendakwah. Jangan khawatir jika engkau menyerukan suatu kebenaran, tetapi hanya sepuluh dari seratus yang menjawab Anda. Para utusan Allah tetap berada di antara kaumnya selama berabad-abad, dan hanya sedikit yang mengikuti mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah} penghuni rumah Luth AS {dari orang-orang muslim
Tafsir Hidayatul
Rumah Nabi Luth ‘alaihis salam dan keluarganya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Az-Zariyat ayat 36: Allah menjelaskan bahwa tidak ada dari penghuni negeri tersebut selain satu rumah yang terdapat di dalamnya orang-orang muslim, rumah tersebut adalah yang di dalamnya terdapat keluarga Luth, (tidak ada selainnya) di antara seluruh penghuninya yang berlumur dosa dan fasik dalam negeri tesebut. Allah berfirman : , dan pada ayat sebelumnya Allah berfirman : . Karena sebab rumah Luth tidak semua yang di dalamnya adalah termasuk orang-orang yang beriman, istrinya Luth termasuk orang-orang yang berserah diri, akan tetapi tidak ikut diselamatkan (dari adzab); Karena ia termasuk orang-orang yang munafik dan khianat; Dimana dia berada di atas keyakinan agama kaum Luth, dan berkhianat, yang mengabarkan kepada orang-orang fasik akan kedatangan para tamu Luth (suaminya).