Surah Al-Ankabut : Ayat 37
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ
"Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
-.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 36-37 Allah SWT memberitahukan tentang hamba dan rasulNya, Syu'aib, bahwa dia memberi peringatan kepada kaumnya, penduduk Madyan. Dia memerintahkan kepada mereka untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya; dan hendaknya mereka takut kepada azab dan pembalasan Allah di hari kiamat. Maka dia berkata: (Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, dan harapkanlah (pahala) hari akhir) Ibnu Jarir berkata,”Sebagian dari mereka ada yang berkata bahwa maknanya adalah,”Takutlah terhadap hari akhir” Ini sebagaimana firmanNya SWT: ((yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat) (Surah Al-Ahzab: 21) Kemudian dia melarang mereka berbuat onar dan kerusakan di bumi, yaitu berbuat sewenang-wenang terhadap penghuninya. Demikian itu karena mereka biasa mengurangi takaran dan timbangan serta menyamun. Bersamaan dengan semua tindakan itu, mereka juga kafir kepada Allah dan rasulNya, maka Allah membinasakan mereka dengan gempa dahsyat yang menghancurkan negeri mereka, dan pekikan mengguntur yang dapat mengeluarkan jantung mereka. Azab itu terjadi pada hari yang dinaungi awan yang gelap; sehingga arwah mereka meregang dari tempatnya, sesungguhnya itu merupakan azab yang besar. Kisah mengenai mereka telah disebutkan panjang lebar dalam surah Al-A'raf, surah Hud, dan surah Asy-Syu'ara. Firman Allah: (dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka) Qatadah berkata bahwa maknanya adalah menjadi mayat
Tafsir As-Sa'di
36-37. Maksudnya, “Dan,” Kami mengutus “kepada penduduk Madyan,” suatu suku yang sangat terkenal, “Syu’aib,” lalu dia memerintah mereka untuk beribadah kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dan berima kepada kebangkitan (sesudah kematian), mengharapkannya dan beramal untuk menghadapinya. Dan dia pun melarang mereka berbuat kerusakan di muka bumi ini, seperti berbuat curang dalam takar-menakar dan timbang menimbang serta melakukan perompakan di jalan-jalan. “Maka mereka mendustakannya,” lalu mereka ditimpa azab Allah, “maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.”
Tafsir Al-Wajiz
37. Lalu mereka mendustakan Syu’aib, kemudian mereka ditimpa gempa, yaitu guncangan dahsyat melalui teriakan Jibril yang mengakibatkan gempa. Kemudian mereka menjadi tumpukan-tumpukan mayat dalam rumah-rumah mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Maka penduduk Madyan mendustakan syuaib dalam perkara yang dibawanya diri Allah berupa risalah, maka merepa ditimpa gempa yagn besar sekali, maka negeri mereka menjadi hancur dan binasa.
Tafsir Al-Madinah
37. Akan tetapi kaum Nabi Syuaib menentang dakwahnya dan terus menerus mendustakannya, sehingga mereka tertimpa gempa dahsyat sehingga mereka semua mati bergelimpangan di dalam rumah mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
37. Lalu kaumnya mendustakannya, maka mereka pun ditimpa gempa sehingga mereka bergelimpangan jatuh dengan muka mereka tersungkur ke tanah, meninggal tak bergerak di rumah-rumah mereka.
Tafsir Zubdatut
37. (lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat) Yakni gempa yang disebabkan teriakan malaikat Jibril. (dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka) Yakni mati tergeletak tertelungkup di atas tanah di negeri atau di rumah-rumah mereka seperti burung-burung yang mati.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-‘Ankabut ayat 37: Akan tetapi penduduk Madain mendustakan Nabi mereka, dan tidak beriman dengan apa yang telah datang kepada mereka, maka Allah timpaka adzab kepada mereka, Allah berikan gempa bumi yang keras, mereka terombang-ambing dan binasa, maka jadilah negeri mereka seperti benda-benda mati yang mayat-mayat mereka tergeletak.