Surah Al-Isra : Ayat 38
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُۥ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

"Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Semua itu, yakni keburukan-keburukan yang disebutkan dalam ayatayat sebelum ini, kejahatannya amat dibenci di sisi tuhanmu. Itulah sebagian hikmah, hukum-hukum yang mengandung kebenaran yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yang diwahyukan tuhanmu kepadamu, yakni nabi Muhammad, melalui malaikat jibril. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela oleh dirimu sendiri dan orang lain dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 37-38 Allah SWT berfirman seraya melarang hamba-hambaNya bersikap angkuh dan sombong dalam berjalan (Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan som­bong) yaitu dengan langkah-langkah yang angkuh seperti langkahnya orang-orang yang sewenang-wenang (karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi) yaitu kamu tidak akan dapat menembus bumi, pendapat ini dikatakan Ibnu Jarir. Dia menafsirkan demikian dikuatkan dengan ucapan Ru’bah bin A-Ajjaj: “dan suatu tempat yang jauh di daerah pedalaman, tiada suatu jalan pun padanya yang dapat di tempuh” Firman Allah : (dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung) yaitu dengan keangkuhan, kesombongan, kebanggaanmu terhadap dirimu, bahkan orang yang melakukan demikian akan dibalas dengan sebaliknya. sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,”Dahulu kala di kalangan orang-orang sebelum kalian terdapat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan langkah-langkah yang angkuh seraya memakai dua lapis baju burdahnya, tiba-tiba dia ditelan oleh bumi, dan dia amblas ke dalam bumi sampai hari kiamat” Demikian pula Allah memberitahukan tentang Qarun, bahwa dia pergi menemui kaumnya dengan per­hiasannya lalu Allah SWT membenamkannya dan rumah­nya ke dalam bumi Firman Allah: (Semua kejahatan itu adalah amat dibenci di sisi Tuhanmu (38)) Adapun orang yang membacanya “sayyi’atan” yaitu kekejiannya. Maka maknanya adalah bahwa semua yang telah Kami larang dari firmanNya: (Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan) sampai dengan ayat ini adalah perbuatan buruk yang pelakunya akan dihukum karena itu dan hal itu dibenci Allah, Allah tidak menyukai dan tidak meridhainya. Adapun orang yang membacanya “sayyi’uhu” dengan diidhafah maka makna yang dimaksud adalah bahwa semua yang telah kami sebutkan dari firmanNya: (Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia) (Surah Al-Isra’: 23) sampai dengan ayat ini adalah perbuatan buruk yaitu perbuatan buruk yang dibenci di sisi Allah. Demikian itu menurut pendapat Ibnu Jarir.Allah SWT melarang hamba-hambaNya angkuh dan sombong dalam berjalan (Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan som­bong) yaitu yaitu angkuh dan sombongseperti langkah orang-orang yang sewenang-wenang (karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi) tidak akan menembus bumi dengan langkahmu itu. Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir. Dia menguatkannya dengan ucapan Ru’bah bin Al-Ajjaj: “dan suatu tempat yang jauh di daerah pedalaman, tiada suatu jalan pun padanya yang dapat ditempuh” Firman Allah: (dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung) yaitu dengan keangkuhan, kesombongan dan kebanggaan atas dirimu, bahkan orang yang berlaku demikian akan mendapat hal yang sebaliknya. Seperti yang disebut­kan dalam hadits shahih ,”Dahulu kala di kalangan orang-orang sebelum kalian terdapat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan langkah-langkah yang angkuh seraya memakai dua lapis baju burdahnya, tiba-tiba ia ditelan oleh bumi, dan ia dibenamkan ke dalam bumi sampai hari kiamat” Demikian juga Allah SWT memberitahukan tentang Qarun, bahwa pada Qarun pergi menemui kaumnya dengan memakai per­hiasannya lalu Allah SWT membenamkan dia dan rumah­nya ke dalam bumi Firman Allah : (Semua kejahatan itu adalah amat dibenci di sisi Tuhanmu) Adapun orang membacanya “sayyi’atan” yaitu kekejian. Makna yang dimaksud menurutnya adalah semua yang telah Kami larang dimulai dari firmanNya: (Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan) sampai dengan ayat ini bahwa itu adalah perbuatan-perbuatan buruk yang pelakunya dihukum karenanya dan dibenci Allah, tidak disukai dan tidak diridhai olehNya. Adapun orang yang membacanya “sayyi’uh”, dengan diidhafah maka makna yang dimaksud adalah bahwa semua yang kami sebutkan mulai dari firmanNya: (Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia) (Surah Al-Isra: 23) sampai ayat ini bahwa semua kejahatan ini dibenci di sisi Allah. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Jarir.
Tafsir As-Sa'di
38. “Semua itu,” semua larangan yang telah disebutkan yang telah Allah larang pada ayat-ayat sebelumnya, mulai dari Firman Allah, “Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah,” dan larangan durhaka kepada kedua orang tua, dan deretan larangan setelahnya “kejahatannya amat dibenci di sisi Rabbmu,” maksudnya semua itu berakibat buruk dan berbahaya bagi pelakunya. Terlebih lagi, Allah pun membenci dan menolak perbuatan-perbuatan itu.
Tafsir Al-Wajiz
38. Setiap larangan yang disebutkan adalah sifat-sifat terlarang yang dibenci, tidak diridhai dan akan dihukum oleh Allah
Tafsir Al-Muyassar
Semua yang sudah disebutkan, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan, Allah tidak menyukai keburukannya, dan tidak meridhai hal itu pada hamba-hambaNya.
Tafsir Al-Madinah
38. Segala perkara-perkara yang jauh dari akhlak yang mulia ini sangat Allah benci keburukannya dan tidak akan Allah ridhai, serta Allah akan memberi balasan atas perbuatan tersebut.
Tafsir Al-Mukhtashar
38. Wahai manusia! Semua yang telah disebutkan di atas, berupa amalan yang dilarang, merupakan kejahatan yang sangat dibenci dan dilarang oleh Tuhanmu, Allah tidak akan meridai pelakunya, bahkan Dia memurkainya.
Tafsir Zubdatut
38. (Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu) Yakni hal-hal terlarang yang telah disebutkan itu adalah sesuatu yang dibenci dan dimurkai Allah.
Tafsir Ash-Shaghir
Semua itu} setiap hal yang telah disebutkan itu {kejahatannya} kejahatan dari hal itu {dibenci di sisi Tuhanmu
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Isra ayat 38: Maksudnya, semua larangan yang tersebut pada ayat-ayat 22, 23, 26, 29, 31, 32, 33, 34, 36, dan 37 surat ini.