Surah Al-Mu'minun : Ayat 39
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
"Rasul itu berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar pendustaan dan pengingkaran kaumnya yang sungguh terlalu, dia, yaitu nabi hud, berdoa, 'ya tuhanku, tolonglah aku untuk mengalahkan mereka, karena mereka telah mendustakan aku. '40-41. Allah mengabulkan doa nabi hud. Dia berfirman, 'bersabarlah, wahai nabi hud. Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal. ' lalu setelah tiba waktunya, mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur. Mereka pantas mendapat azab itu sehingga kedatangan azab itu hak adanya. Dan kami jadikan mereka seperti sampah yang dibawa banjir akibat kezaliman mereka sendiri. Maka, binasalah bagi orang-orang yang zalim.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 31-41 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menjadikan umat lain setelah kaum nabi Nuh. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah kaum 'Ad, karena sesungguhnya merekalah yang berkuasa setelah kaum nabi Nuh. Dikatakan juga bahwa mereka adalah kaum Tsamud, berdasarkan firmanNya: (Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak) Dan bahwa Allah SWT mengutus seorang rasul di antara mereka yang menyeru mereka untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu mereka mendustakannya, menentangnya, dan menolak mengikutinya hanya karena dia adalah seorang manusia seperti mereka. Mereka enggan mengikuti rasul yang merupakan seorang manusia, mereka mendustakan pertemuan dengan Allah pada hari kiamat, dan mereka mengingkari hari kebangkitan di mana manusia dibangkitkan kembali. Mereka berkata: (Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)? (35) Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu (36)) yaitu hal itu sangat mustahil sekali (Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah) yaitu dalam apa yang disampaikan kepada kalian berupa risalah, peringatan, dan berita tentang hari kiamat ("dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya” (38) Rasul itu berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku” (39)) yaitu rasul itu memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah dalam menghadapi mereka, dan Allah mengabulkan doanya (Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal” (40)) yaitu mereka menentangmu dan mengingkari apa yang kamu sampaikan kepada mereka (Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak) yaitu mereka memang berhak mendapatkan hal itu dari Allah karena kekafiran dan kesewenang-wenangan mereka. Yang jelas bahwa ini menunjukkan bahwa azab ini merupakan berupa gabungan antara angin kencang, sangat kuat dan sangat dingin (yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka) (Surah Al-Ahqaf: 25) Firman Allah: (dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir) yaitu mati dan binasa seperti buih banjir, yaitu sesuatu yang hina dan tidak ada artinya dan manfaatnya sama sekali (maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu) sebagaimana firmanNya: (Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (76)) (Surah Az-Zukhruf) karena kekafiran, keingkaran, dan pertentangan mereka kepada Rasulallah SAW. Maka orang-orang yang mendengarnya itu menghindari dari perbuatan mendustakan rasul mereka
Tafsir As-Sa'di
39 oleh karena itu, ketika kekufuran mereka semakin menggila, sementara pemberian peringatan tidak berguna bagi mereka, maka beliau memanjatkan doa keburukan bagi mereka. Beliau berkata, ”ya Rabbku, tolonglah aku, karena mereka mendustakanku,” yaitu dengan cara menghabisi mereka dan menghinakan mereka di dunia sebelum di akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
39. Hud berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku".
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Rasul mereka memohon kepada Tuhannya sembari berkata, “Wahai Tuhanku, tolonglah aku menghadapi mereka, dikarenakan mereka mendustakan aku.”
Tafsir Al-Madinah
39-42. Kemudian Hud tunduk memohon pertolongan kepada Tuhannya dalam menghadapi kaumnya; maka Allah mengabulkan doanya dengan menegaskan: “Sebentar lagi mereka akan menyesali kekafiran mereka, karena mereka akan ditimpa suara yang sangat keras secara tiba-tiba; sehingga Kami menjadikan mereka seperti busa yang terapung di atas air. Mereka sangat jauh dari rahmat Allah, dan kebinasaan bagi kaum yang menzalimi para rasul.” Lalu Kami ciptakan setelah mereka umat-umat lain, seperti kaum Luth, kaum Syuaib, dan lainnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
39. Rasul (Hūd) berkata, "Ya Tuhanku! Tolonglah aku dari mereka dengan mengazab mereka karena telah mendustakanku."
Tafsir Zubdatut
39. (Rasul itu berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku”) Yakni Rasul mereka berdoa setelah mengetahui mereka sama sekali tidak mempercayainya: “Ya Tuhanku, tolonglah aku atas mereka dan siksalah mereka karena telah mendustakan aku.”
Tafsir Ash-Shaghir
Dia berdoa,“Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka telah mendustakanku”
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 39: Yakni dengan membinasakan dan menghinakan mereka di dunia sebelum di akhirat.