Surah Al-Qari'ah : Ayat 4
يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ
"Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya. 5. Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-11 Al-Qari'ah adalah salah satu hari kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya. Kemudian Allah SWT menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya: (Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)) Kemudian Dia menjelaskannya dengan firmanNya: ((yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran (4)) yaitu mereka menyebar tercerai-berai, ke sana kemari karena kebingungan atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka anai-anai yang bertebaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (Surah Al-Qamar: 7) Firman Allah SWT: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) yaitu, gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan sehingga lenyap dan porak-poranda. Qatadah berkata tentang firmanNya, "Al-'ihni" bahwa maknannya adalah adalah bulu domba. Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang apa yang akan dialami orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka, yang adakalanya di tempat yang mulia atau tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan mereka. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya (6)) yaitu, timbangan kebaikannya lebih berat daripada timbangan keburukannya (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (7)) yaitu di surga (Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya (8)) yaitu timbangan keburukannya lebih berat daripada timbangan kebaikannya. Firman Allah: (maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah (9)) Dikatakan bahwa maknanya adalah terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam. Diriwayatkan dari Qatadah, dia berkata bahwa maknanya adalah neraka, dan neraka itu adalah tempat kembali mereka. Oleh karena itu Allah berfirman seraya menjelaskan tentang Hawiyah, yaitu. (dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) (Yaitu) api yang sangat panas (11)) Firman Allah: ((Yaitu) api yang sangat panas (11)) yaitu amat sangat panas dan sangat kuat nyala dan gejolak apinya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Api Bani Adam yang biasa kalian nyalakan merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam”
Tafsir As-Sa'di
4. “Pada hari itu manusia,” karena begitu dahsyatnya rasa takut dan ngeri, “adalah seperti anai-anai yang bertebaran,” atau seperti belalang-belalang yang beterbangan yang sebagiannya menumpuk seperti gelombang di atas sebagian yang lain, firosy adalah binatang yanga beterbangan di waktu malam yang beterbangan yang sebagiannya menumpuk seperti gelombang di atas sebagian yang lain tidak tahu hendak menuju kemana. Bila neraka dinyalakan, mereka berdesak-desakkan ke arahnya karena lemahnya pengetahuan mereka. Inilah kondisi manusia, orang-orang yang berakal.
Tafsir Al-Wajiz
4. Hari kiamat yaitu hari dimana manusia keluar dari kubur dan berkelana di atas wajah mereka seperti ngengat (hewan terbang kecil yang berkumpul pada malam hari di cahaya lampu) yang bertebaran. Mereka diumpamakan seperti ngengat karena kebingungan dan ketidaktahuan mereka terkait hukuman (yang akan mereka terima)
Tafsir Al-Muyassar
Pada hari itu, manusia dalam banyaknya jumlah mereka, bercerai berainya mereka dan pergerakan mereka seperti laron yang berterbangan, yaitu laron yang berjatuhan kedalam api.
Tafsir Al-Madinah
4-5. Pada hari yang sulit itu manusia berada dalam keadaan yang menakutkan, mereka seperti kupu-kupu yang berhamburan di bumi, mereka keluar dari kubur yang ada di timur dan barat bumi; hal ini karena mereka tidak memiliki kekuatan dan kebingungan, serta berjalan tanpa ada petunjuk, dan mereka keluar dalam waktu yang bersamaan. Gunung-gunung bergoncang hingga hancur berkeping-keping.
Tafsir Al-Mukhtashar
4 Pada hari itu hati manusia bergetar, mereka menjadi seperti anai-anai yang beterbangan dan berserakan ke sana sini.
Tafsir Zubdatut
4. (Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran) Makna () yakni serangga yang dapat terbang, sedangkan () yakni bertebaran. Yakni manusia ketika itu berjalan tanpa arah yang menentu, akibat kengerian yang terjadi sampai mereka dikumpulkan di padang mahsyar.
Tafsir Li Yaddabbaru
4-5 1 ) . Penyandingan dua keadaan makhluk yang berbeda ketika hari kiamat itu datang, di dua ayat yang saling berdampingan ini, seakan-akan Allah memperingatkan bahwa pengaruh guncangan pada hari itu terhadap gunung-gunung menjadikannya seperti debu yang beterbangan, lalu bagaimana dengan manusia ketika mendengar guncangan itu yang penciptaan mereka jauh lebih kecil dibanding gunung-gunung itu ? Celaka dan celakalah anak Adam jika rahmat Allah tidak sampai kepada mereka ! 2 ) . Jika anda membanyangkan bagaimana peristiwa ini terjadi, ketika manusia keluar dari kubur mereka dengan keadaan yang amat buruk ini, maka kamu akan membayangkan perkara yang amat besar yang tidak ada lagi perkara yang jauh lebih besar dari peristiwa ini !
Tafsir Ash-Shaghir
{Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan} bertebaran
Tafsir Hidayatul
Karena dahsyatnya peristiwa pada hari itu. Karena kebingungan, sampai mereka dipanggil untuk dihisab.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qari’ah ayat 4: Kemudian Allah menjelaskan sesuatu dari keadaan-keadaan hari kiamat (Al Qari’ah); Allah mengabarkan bahwa manusia pada hari kiamat dikeluarkan dari kubur-kubur mereka. Mereka ketakutan dan mereka seolah-olah seperti anai-anai yang bertebaran di sini dan di sana, sebagian dari mereka terombang-ambing atas sebagian yang lain. Mereka berlarian ke semua penjuru arah tidak beraturan karena sebab kengerian pada hari itu. Allah telah jelaskan dalam ayat yang lain : yang artinya : Mereka seakan-akan seperti belalang yang beterbangan, {Al Qamar : 7}. Dan belalang terbang menuju satu arah semisal kerumunan burung, dan boleh jadi pada hari kebangkitan, makhluk melewati banyak keadaan, dan maksudnya adalah (belalang) yang menyerupai manusia menuju ke satu titik (pada hari kebangkitan).