Surah Al-Ikhlas : Ayat 4
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

"dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan dia, baik dari segi zat, sifat, maupun tidakan-Nya. 1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, 'aku berlindung kepada tuhan yang menguasai subuh, waktu yang membelah kegelapan malam. Allah mahakuasa menyingkirkan segala kejahatan dari hamba-Nya karena semua makhluk berada dalam genggaman-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-4 Telah disebutkan sebab penurunannya. Yaitu Dialah Tuhan yang Satu, Yang Esa, Yang tidak ada tandingan bagiNya, tidak ada pembantu bagiNya, tidak ada lawan bagiNya, tidak ada yang serupa denganNya, dan tidak ada yang setara denganNya. Lafaz ini tidak boleh dikatakan secara itsbat terhadap seseorang kecuali hanya Allah SWT, karena Dia Maha Sempurna dalam segala sifat dan perbuatanNya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknanya adalah Tuhan Yang Maha Sempurna dalam perilakuNya, Maha Mulia yang Maha Sempurna dalam kemuliaanNya, Maha Agung yang Maha Sempurna dalam keagunganNya, Maha Penyantun yang Maha Sempurna dalam sifat penyantunNya, Maha Mengetahui yang Maha Sempurna dalam pengetahuanNya, dan Maha Bijaksana yang Maha Sempurna dalam kebijaksanaanNya. Dialah Allah yang Maha Sempurna dalam kemuliaan dan perilakuNya. Dan hanya Dialah Allah SWT yang berhak memiliki sifat ini yang tidak layak bagi selain Dia. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada yang sama denganNya, Maha Suci Allah yang Maha Esa lagi Maha Menang. Diriwayatkan dari Abu Wa'il tentang firmanNya: (yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) Tuhan yang perilakuNya tidak ada yang menandingiNya. ‘Ashim meriwayatkan hal yang semisal dari Abu Wa'il, dari Ibnu Mas'ud. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa maknanya adalah Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Seakan-akan pendapat ini menjadikan firman setelahnya merupakan tafsirnya, yaitu firmanNya: (Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3) Pendapat ini merupakan pendapat yang bagus. Telah disebutkan dalam hadits dari riwayat Ibnu Jarir, dari Ubay bin Ka'b tentang itu yang menerangkannya dengan jelas. Al-Hafizh Abu Al-Qasim Ath-Thabrani berkata dalam kitab sunahnya setelah menyebutkan banyak pendapat tentang tafsir “Ash-Shamad” bahwa semuanya itu benar termasuk sifat Rabb kita SWT; yaitu yang menjadi tempat bergantung bagi segala keperluan. Dia adalah tujuan semuanya. Dia tidak berongga, tidak makan, dan tidak minum, dan Dia kekal setelah semua makhluk. Firman Allah: (Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (3) dan tidak ada seorangpun yang setara denganNya (4)) yaitu Dia tidak memiliki anak, tidak memiliki orang tua, dan tidak mempunyai istri. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya (4)) yaitu tidak memiliki istri Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri, Dia menciptakan segala sesuatu) (Surah Al-An'am: 101) yaitu Dialah Dzat yang memiliki segala sesuatu dan yang Menciptakannya, maka bagaimana mungkin Dia mempunyai tandingan dari kalangan makhlukNya yang menyamaiNya atau mendekatiNya? Maha Tinggi lagi Maha Suci Allah dari semuanya itu. Allah SWT berfirman: (Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak” (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) (Surah Maryam)
Tafsir As-Sa'di
4. “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia,” baik dalam nama-namaNya, sifat-sifatNya maupun perbuatan-perbuatanNya. Mahasuci dan Mahatinggi Allah. Surat ini mencakup tauhid asma’ dan sifat.
Tafsir Al-Wajiz
3-4. Dia tidak melahirkan satupun (anak) dan tidak juga dilahirkan oleh siapapun, karena Dialah Dzat yang Maha Terdahulu, tidak terikat oleh waktu dan tidak diadakan. Dan Dia tidak menciptakan satupun yang menyerupai DzatNya, Sifat-sifatNya dan TindakanNya. Maka tidak ada satupun yang menyamaiNya dan menjadi sekutu bagiNya.
Tafsir Al-Muyassar
Dan Dia tidak punya tandingan dan padanan dari makhluk NYA, tidak dalam nama nama NYA,tidak dalam sifat-sifat NYA, tidak pula dalam perbuatan-perbuatan NYA, maha banyak kebaikan NYA, maha tinggi, dan maha Suci
Tafsir Al-Mukhtashar
4. Dan tidak pula ada yang menyamai-Nya dari ciptaan-Nya.”
Tafsir Zubdatut
4. (dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia) Tidak ada yang setara atau menyerupai-Nya, dan tidak pula ada yang memiliki sifat yang sempurna seperti-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
{serta tidak ada sesuatu pun yang setara} serupa {denganNya}
Tafsir Hidayatul
Baik dalam nama-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Surah yang mulia mengandung tauhid asmaa’ wa shifaat.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Ikhlas ayat 4: Allah juga memerintahkan agar mengatakan kepada mereka : Allah tidak serupa dan sama dengan apapun; Maha Suci Allah Tuhan seluruh alam.