Surah Al-Lail : Ayat 4
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

"sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda."

Tafsir Ringkas Kemenag
Demi ketiga hal itu, sungguh usahamu memang beraneka macam. Sebagian dari kamu memilih jalan ketaatan kepada Allah dan sebagian yang lain memilih durhaka. 5-7. Maka barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, seperti ke-pada fakir miskin, anak yatim, dan kebajikan lainnya, dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat, atau membenarkan kalimat tauhid dengan beriman kepada Allah dengan kukuh, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan dan kebahagiaan; menuju surga. Kami juga akan memudahkan jalannya untuk senantiasa beramal saleh dan taat kepada kami.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-11 Allah SWT bersumpah dengan firmanNya SWT: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) yaitu apabila malam hari menyelimuti semua makhluk dengan kegelapannya (dan siang apabila terang benderang (2)) yaitu dengan cahayanya (dan penciptaan laki-laki dan perempuan (3)) sebagaimana firmanNya: (dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan (8)) (Surah An-Naba') dan (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) (Surah Adz-Dzariyat: 49) Mengingat sumpah yang tentang berbagai hal yang berlawanan, maka subjek sumpahnya juga demikian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda (4)) yaitu, amal perbuatan para hamba yang mereka usahakan itu juga berlawanan dan beraneka ragam, maka ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat buruk. Allah SWT berfirman: (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5)) yaitu mengeluarkan apa yang diperintahkan untuk dikeluarkan dan dia bertakwa kepada Allah dalam semua urusannya (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu balasan amal perbuatan itu. Pendapat itu dikatakan Qatadah. Ibnu Abbas, Mujahid dan Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu dengan adanya penggantian. Abu Abdurrahman As-Sulami dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan (kalimah) yang terbaik (6)) yaitu "Tidak ada Tuhan yang selain Allah". Firman Allah SWT (Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (7)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kebaikan. Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah surga. Sebagian ulama salaf berkata bahwa itu termasuk pahala kebaikan adalah mengerjakan kebaikan setelahnya, dan termasuk balasan keburukan adalah mengerjakan keburukan setelahnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan adapun orang-orang yang bakhil) yaitu dengan apa yang ada di sisinya (dan merasa dirinya cukup) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kikir dengan hartanya dan merasa tidak membutuhkan Tuhannya SWT. Pendapat ini diriwayatkan Ibnu Abu Hatim (dan mendustakan pahala yang terbaik (9)) yaitu balasan di akhirat (maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (10)) yaitu untuk menuju ke jalan keburukan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) dan ayat-ayat lain yang semakna cukup banyak yang menunjukkan bahwa Allah SWT membalas orang yang bermaksud untuk mengerjakan kebaikan dengan memberinya pertolongan untuk hal itu, dan barang siapa bermaksud melakukan keburukan, Allah akan menghinakannya; dan semuanya itu berdasarkan takdir yang telah ditetapkan. dan hadits-hadits yang menunjukkan makna ini banyak Firman Allah SWT: (Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa (11)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jika dia mati. Abu Shalih dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (apabila ia telah binasa) yaitu di neraka
Tafsir As-Sa'di
4. Allah berfirman, “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” Inilah yang disumpahkan Allah. Artinya, sesungguhnya usaha kalian wahai para mukallaf berbeda-beda. Perbedaan ini mengacu pada tingkat amal, ukuran, dan segi kegiatannya dan juga berdasarkan maksud dari perbuatan itu sendiri, apakah dimaksudkan untuk Wajah Allah Yang Mahaagung dan Abadi sehingga amal yang dikerjakan tetap kekal seiring keberadaan Allah dan membawa manfaat bagi pelakunya, ataukah amalan tersebut sirna dan fana sehingga usaha yang dilakukan pun runtuh dan sirna seiring runtuh dan sirnanya amalan tersebut. Itulah semua perbuatan yang tidak dimaksudkan untuk Wajah Allah dengan sifat seperti itu.
Tafsir Al-Wajiz
3, 4 Dan demi Sang Maha Kuasa yang menciptakan jantan dan betina di antara semua manusia, hewan dan tumbuhan. Sesungguhnya perbuatan dan usaha kalian wahai manusia berbeda-beda dan saling terpisah, di antaranya ada amal shalih untuk mendapatkan surga dan amal buruk untuk mendapatkan neraka. Ini adalah jawaban dari qasam.
Tafsir Al-Muyassar
1-4. Allah bersumpah dengan malam manakala kegelapannya menutup bumi dan apa yang ada di atasnya, Allah bersumpah Juga dengan siang yang mengikis gelapnya malam dengan cahayanya, Allah bersumpah Juga dengan penciptaan pasangan laki laki dan perempuan, Sesungguhnya amal kalian berbeda-beda, ada yang beramal untuk dunia dan ada yang beramal untuk akhirat.
Tafsir Al-Madinah
4-7. Setelah sumpah yang ditegaskan tiga kali itu, kemudian disebutkan isi dari sumpah tersebut untuk menjelaskan bahwa amalan manusia bermacam-macam, antara yang beramal untuk kehidupan dunia dan merasa puas dengan perhiasannya; dan yang berusaha memperoleh akhirat dengan mengedepankan amal kebaikan; amal manusia bermacam-macam dan jalan untuk menempuhnya berbeda-beda. Kemudian Allah menjelaskan beberapa jalan ini dan dua golongan tersebut: Satu golongan yang dimudahkan, dan golongan lain yang dipersulit. Golongan pertama menginfakkan hartanya tanpa imbalan, dan hanya berharap itu sebagai bekal bertemu Tuhannya; dan dia takut dari azab-Nya, serta beriman kepada hal-hal yang menjadi konsekuensi syahadatnya. Golongan ini adalah golongan yang Kami beri taufik untuk melaksanakan kebaikan dan syariat yang dimudahkan, kesudahan mereka adalah kebahagiaan dengan cepat masuk surga.
Tafsir Al-Mukhtashar
4. Sesungguhnya amal perbuatan kalian -wahai manusia- berbeda-beda, ada yang baik yang merupakan penyebab masuk ke dalam Surga, dan ada yang buruk yang merupakan penyebab masuk ke dalam Neraka.
Tafsir Zubdatut
4. (sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda) Yakni perbuatan kalian sungguh berbeda-beda. Sebagian beramal untuk surga, dan lainnya beramal untuk neraka; sebagian berusaha membebaskan dirinya, dan lainnya menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan.
Tafsir Ash-Shaghir
{sesungguhnya usaha kalian} pekerjaan kalian {benar-benar beragam} beragam
Tafsir Hidayatul
Ada yang mengerjakan amal yang memasukkan ke surga, yaitu ketaatan, dan ada pula yang mengerjakan amal yang memasukkan ke neraka, yaitu kemaksiatan. Ada yang mengerjakan amal ikhlas karena-Nya sehingga usahanya tidak sia-sia dan bermanfaat bagi pelakunya dan ada pula yang mengerjakan amal bukan karena-Nya atau untuk sesuatu yang fana sehingga usahanya sia-sia. Ini adalah jawab atau isi sumpahnya. Oleh karena itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala merincikan orang yang beramal dan sifat amal mereka pada ayat selanjutnya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Lail ayat 4: 1-4. Allah memulai dalam surat ini berkenaan dengan keimanan, dimana Allah bersumpah dengan malam jika makhluk telah bersembunyi karena gelapnya. Allah juga bersumpah dengan siang jika nampak dan tersingkap dan menerangi alam semesta. Allah bersumpah dengan diri-Nya yang menciptakan laki-laki dan perempuan. Kemudian datang jawaban atas sumpah Allah, dan Allah mengabarkan tentang amalan kalian wahai manusia yang beramal dengan macam-macam amal yang mulia.