Surah Al-Bayyinah : Ayat 4
وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
"Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata."
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi, ketahuilah bahwa ahli kitab dahulu sepakat mengimani dirimu sebagai rasul terakhir sebagaimana informasi yang mereka dapati dalam kitab-kitab mereka. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang ahli kitab itu melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata, yaitu kedatangan'mu atau Al-Qur'an yang kaubawa. Sebagian beriman kepadamu dan sebagian yang lain mengingkarimu. 5. Mereka terpecah belah seperti itu padahal mereka dalam kitab-kitab mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga diperintah agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah aga-ma yang lurus dan benar agama islam. Keikhlasan dalam beribadah dengan memurnikan niat demi mencari rida Allah dan menjauhkan diri dari kemusyrikan adalah salah satu syarat diterimanya ibadah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Adapun Ahli Kitab adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, sedangkan orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala dan api, dari kalangan bangsa Arab maupun non-Arab. Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak mau (berhenti) yaituberhenti sampai jelas kebenaran jelas bagi mereka. Demikian juga dikatakan Qatadah: (sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata) yaitu Al-Qur'an ini. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka,) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata (1)) Kemudian bukti yang nyata ditafsirkan dengan firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) yaitu nabi Muhammad SAW dan kitab yang dibacanya, yaitu Al-Qur'an yang agung, yang ditulis di kalangan para malikat di dalam lembaran-lembaran yang disucikan, sebagaimana firmanNya: (di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (13) yang ditinggikan lagi disucikan (15) di tangan para penulis (malaikat) (15) yang mulia lagi berbakti (16)) (Surah 'Abasa) Firman Allah: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) Ibnu Jarir berkata bahwa di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kitab-kitab dari Allah yang berharga. adil, dan lurus. Tidak ada suatu kesalahan di dalamnya karena dari sisi Allah SWT. Qatadah berkata tentang firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) Al-Qur'an disebutkan dengan sebutan yang terbaik dan dipuji dengan pujian yang paling baik. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) yaitu yang lurus dan pertengahan. Firman Allah: (Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata (4)) sebagaimana firmanNya: (Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (105)) (Surah Ali Imran) yaitu menceritakan keadaan Ahli Kitab dari kalangan umat terdahulu. setelah Allah menegakkan hujjah dan bukti terhadap mereka, maka mereka tercerai-berai dan berbeda tentang tafsirr yang dimaksud Allah di dalam kitab-kitab mereka. Maka mereka tercerai-berai dan menjadi banyak, Firman Allah: (Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama) sebagaimana firmanNya: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (25)) (Surah Al-Anbiya’) Oleh karena itu Allah berfirman, “Dengan lurus” yaitu menyimpang dari kemusyrikan dan menuju kepada tauhid, sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Telah disebutkan makna hanif dalam surah Al-An'am sehingga tidak perlu diulangi lagi di sini. (dan supaya mereka mendirikan shalat) yaitu ibadah badan yang paling mulia (dan menunaikan zakat) yaitu memberikan kebaikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan (dan yang demikian itulah agama yang lurus) yaitu agama yang tegak dan adil, yaitu umat yang lurus dan pertengahan.
Tafsir As-Sa'di
4. Dan bila ahli kitab tidak beriman dan tunduk pada Rasul, hal itu bukanlah kesesatan dan pembangkangan mereka yang pertama, karena tidaklah mereka terpecah belah, berselisih, dan menjadi banyak golongan, “melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata,” yang mengharuskan orang-orang yang mengikutinya bersatu padu. Hanya saja karena kehinaan dan kerendahan, petunjuk hanya semakin menambah mereka sesat dan bashirahnya semakin membuat buta hati mereka.
Tafsir Al-Wajiz
4-5. Para ahli kitab itu tidak menyimpang dan tidak saling berbeda tentang perkara nabi Muhammad SAW kecuali setelah datangnya dalil nyata yang menunjukkan kebenaran itu, sehingga sebagian mereka ada yang beriman dan sisanya ingkar. Para ahli kitab itu tidak diperintah dalam Taurat dan Injil kecuali hanya untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan ikhlas dalam ibadah, tidak syirik, menjauhkan kebatilan dari kebenaran, menjalankan shalat fardhu pada waktunya dan menunaikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Itulah agama yang lurus di jalan kebenaran
Tafsir Al-Muyassar
Ahli kitab dari kalangan yahudi dan nasrani tidak berselisih tentang Muhammad sholallohu alaihi wasallam bahwa dia adalah utusan Allah yang haq karena mereka mendapatkan ciri-cirinya dalam kitab mereka, kecuali sesudah mereka mengetahui bahwa Muhammad sholallohu alaihi wasallam adalah nabi yang dijanjikan kepada mereka dalam taurat dan inijl, mereka sepakat atas keabsahan kenabian Muhammad sholallohu alaihi wasallam. Maka ketika beliau diutus, ada yang beriman kepadanya,dan ada yang mengingkari kenabiannya karena hasad dan dengki.
Tafsir Al-Madinah
4. Jika orang-orang kafir itu enggan meninggalkan agama mereka hingga datang penjelasan, maka inilah penjelasan itu telah datang kepada mereka. Akan tetapi mereka kemudian terpecah; di antara mereka ada yang beriman, dan yang lainnya tetap dalam kekafiran. Tidak ada yang memecah mereka dari kebenaran melainkan pengutusan Rasulullah. Ibnu Mas’ud berkata: Ayat ini dimulai dengan celaan keras kepada pada Ahli kitab secara khusus, dan olokan keras terhadap kejahatan mereka karena mengatakan perpecahan mereka tidak terjadi kecuali setelah kebenaran itu datang dan jelas, serta ketidakmampuan mereka untuk mengajukan alasan. (Tafsir Ibnu Mas’ud 5/277).
Tafsir Al-Mukhtashar
4. Orang-orang Yahudi yang diberi Taurat dan orang-orang Nasrani yang diberi Injil tidak berselisih kecuali setelah Allah mengutus Nabi-Nya kepada mereka. Maka di antara mereka ada yang masuk Islam dan di antara mereka ada yang tetap berkubang di dalam kekafirannya padahal ia mengetahui kebenaran Nabi-Nya
Tafsir Zubdatut
4. (Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata) Yakni perpecahan mereka tidak disebabkan oleh kebingungan atau syubhat, namun perpecahan itu terjadi setelah kebenaran menjadi jelas. Kemudian Allah mengurus Nabi Muhammad, dan sebagian mereka beriman kepadanya dan sebagian lainnya kafir; padahal seharusnya mereka berada dalam satu jalan dengan mengikuti agama Allah dan menjadi penganut Rasulullah yang datang dari Allah yang membenarkan kitab mereka dahulu.
Tafsir Ash-Shaghir
{Dan tidaklah terpecah-belah} bertentangan {orang-orang yang diberi kitab} orang-orang Yahudi dan Nasrani {melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata} setelah diutusnya nabi Muhammad SAW, sehingga di antara mereka ada yang ingkar dan ada yang beriman
Tafsir Hidayatul
Jika Ahli Kitab tidak beriman kepada Rasul dan tunduk kepadanya, maka hal itu bukanlah hal yang baru tentang sesat dan kerasnya mereka, karena mereka tidaklah berpecah belah dan berselisih bahkan menjadi ke dalam beberapa golongan kecuali setelah datang kepada mereka bukti yang nyata, yang mengharuskan untuk berkumpul dan bersatu, akan tetapi karena kehinaan dan kerendahan mereka, petunjuk tidaklah menambah mereka selain kesesatan. Ada yang berpendapat, bahwa sebelum kedatangan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkumpul untuk sama-sama beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, namun ketika Beliau datang, maka di antara mereka banyak yang kafir kepada Beliau karena hasad kepadanya. Yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam atau Al Qur’an.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Bayyinah ayat 4: Kemudian Allah menjelaskan tentang Yahudi dan Nashoro yang mereka tidak berselisih kecuali setelah diutusnya Rasul ﷺ kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka apa yang dihilangkan oleh mereka dari kitab samawiyyah, Maka ketika diutusnya Rasul ﷺ kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi yang telah dijanjikan di Taurat dan Injil (telah datang), maka barulah mereka berselisih. Diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan dari mereka tidak mengimani; Sebab mereka tidak ridha bahwa Nabi diutus dari selain (kaum) mereka. Sebagaimana Allah berfirman : , yang artinya : (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya; {Al Hadid : 29}. Dan sungguh Allah telah datangkan kenabian kepada Muhammad ﷺ.