Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sesuai dengan kehendak serta jati diri mereka kami jadikan mereka para pemimpin kekufuran dan kedurhakaan yang selalu mengajak manusia yang lemah jiwa dan akalnya kepada perbuatan buruk yang menyebabkan mereka masuk ke neraka, dan dengan demikian mereka akan menjadi penghuni neraka, sehingga pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong, karena mereka kafir dan selalu mendustakan rasul utus-an tuhan. 42. Dan kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini berupa kehinaan dan kemurkaan dari kami; sedangkan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan dari kebaikan, rahmat dan karunia Allah. Adakah siksa yang lebih pedih dari itu semua' untuk menghindari azab tersebut, Allah memberi jalan keselamatan kepada manusia di zaman nabi musa, yaitu dengan berpegang teguh kepada kita suci taurat se-perti dijealskan pada ayat berikut.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 39-42 Allah SWT memberitahukan kekafiran, kesewenang-wenangan, dan apa yang dibuat-buat oleh FIr’aun yang mengaku sebagai tuhan (Semoga laknat Allah atas dirinya) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka (Fir‘aun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik (54)) (Surah Az-Zukhruf). Demikian itu karena Fir'aun menyeru mereka untuk mengakui bahwa dirinya adalah tuhan, lalu mereka menaatinya karena kedangkalan akal mereka dan kebodohan pikiran mereka. Oleh karena itu Fir’aun berkata: (Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku) Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang dia: (Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesar kaumnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (23) (Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (24) Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia (25) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya) (26)) (Surah An-Nazi'at) yaitu dia mengumpulkan kaumnya dan berseru kepada mereka dengan suara yang keras seraya menjelaskan hal itu kepada mereka, lalu mereka menaati dan mendengarkannya. Oleh karena itu Allah membalasnya dan menjadikan dia sebagai pelajaran bagi orang lain di dunia dan akhirat. Hingga Fir'aun sendiri berani mengemukakan hal tersebut kepada nabi Musa melalui perkataannya, lalu dia berkata: (Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan) (Surah Asy-Syu'ara’: 29) Firman Allah: (Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat. Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa) yaitu dia memerintahkan kepada menterinya, Haman yang mengatur rakyatnya dan yang menjalankan pemerintahannya, agar membakar tanah liat, yaitu membuat batu bata untuk membuat menara yang menjulang tinggi, sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Dan berkatalah Fir'aun, "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (36) (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.” Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian (37)) (Surah Ghafir) Demikian itu karena Fir'aun memang membangun menara yang tinggi itu yang di masanya belum pernah dilihat bangunan yang lebih tinggi dari itu di dunia. Dengan hal itu karena dia hanya ingin membuktikan kepada rakyatnya kedustaan nabi Musa dalam anggapannya yang mengatakan bahwa ada Tuhan lain selain Fir'aun. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta) yaitu dalam ucapannya, bahwa ada Tuhan lain selain aku, bukan karena dia dusta bahwa Allah SWT telah mengutusnya, karena Fir'aun tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Pencipta. Oleh karena itu dia berkata: (Siapakah Tuhan semesta alam itu?) (Surah Asy-Syu'ara: 23) dan (Sungguh jika kamu menyembah tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan) (Surah Asy-Syu'ara: 29) Dan firman Allah: (Hai pembesar-pembesarku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku) Ini adalah pendapat Ibnu Jarir. Firman Allah: (dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami (39)) Mereka berlaku sewenang-wenang, zalim, dan banyak menimbulkan kerusakan, serta berkeyakinan bahwa kiamat dan hari kebangkitan itu tidak ada (karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab (13) sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi (14) (Surah Al-Fajr) Oleh karena itu Allah SWT berfirman di sini: (Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut) yaitu Kami menenggelamkan mereka di laut dalam waktu pagi sehingga tidak ada yang tersisa seorangpun dari mereka (Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim (40) Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka (41)) yaitu bagi orang yang mengikuti jejak mereka dalam mendustakan para rasul dan menelantarkan hak Tuhan Yang Maha Pencipta (dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong) yaitu, maka terkumpullah pada diri mereka kehinaan dunia dan terus berlangsung dengan kehinaan di akhirat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka) (Surah Muhammad: 13) Firman Allah SWT: (Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini) yaitu, Allah menetapkan laknat terhadap mereka dan raja mereka, Fir'aun pada lisan orang-orang mukmin dari kalangan hamba-hambaNya yang mengikuti para rasulNya, sebagaimana mereka dilaknat di dunia melalui lisan para nabi dan para pengikutnya (dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)) Qatadah berkata bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan) (Surah Hud: 99)
Tafsir As-Sa'di
41. “Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru ke neraka,” maksudnya, Kami menjadikan Fir’aun dan para pembesarnya sebagai para pemimpin yang dijadikan panutan dan diikuti dari belakang menuju negeri kenistaan dan kesengsaraan. “Dan pada Hari Kiamat mereka tidak akan ditolong,” dari azab Allah. Mereka sangatlah lemah untuk menolaknya dari diri mereka, dan mereka sama sekali tidak mempunyai seorang pembela ataupun penolong dari selain Allah.
Tafsir Al-Wajiz
41. Kami jadikan mereka percontohan pemimpin-pemimpin yang akan menyeret manusia ke dalam neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan mendapat pertolongan dari azab yang mereka terima
Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami jadikan Fir’aun dan kaumnya sebagai pemimpin menuju neraka yang akan diikuti oleh orang-orang kafir dan fasik. Dan pada Hari Kiamat, mereka tidak mendapatkan pertolongan. Hal itu disebabkan oleh kekafiran dan pendustaan mereka terhadap utusaan Tuhan mereka dan ketetapan hati mereka untuk terus mengerjakannya.
Tafsir Al-Madinah
41. Allah mengetahui kesesatan mereka dan keburukan yang ada dalam diri mereka, sehingga Allah menyiapkan bagi mereka sebab-sebab yang membuat mereka menjadi contoh bagi para pengikut mereka dalam menuruti syahwat dan berpaling dari petunjuk. Mereka telah menghiasi bagi para pengikut itu berbagai perbuatan yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka, dan mereka tidak akan menemukan orang yang dapat menolong mereka untuk menjauhkan mereka dari azab.
Tafsir Al-Mukhtashar
41. Kami jadikan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang sesat yang mengajak kepada Neraka, karena mereka menyebarkan kekufuran dan kesesatan. Dan pada hari Kiamat nanti mereka tidak mendapat pertolongan dengan tidak diselamatkan dari siksa, justru siksa mereka dilipat gandakan karena mereka telah membuat sunah yang buruk dan mengajak kepada kesesatan. Dituliskan bagi mereka dosa amal perbuatan mereka dan dosa perbuatan orang-orang yang mengikuti mereka.
Tafsir Zubdatut
41. (Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka) Kami jadikan mereka pemimpin yang diikuti dan ditaati oleh orang-orang kafir, mereka menyeru para pengikutnya menuju neraka. Ini juga merupakan penjelasan bagi para thaghut dan para pemimpin yang berlaku sewenang-wenang bagaimana mereka menyikapi para da’i yang menyeru kepada kebenaran dan menghalangi usaha yang mereka keluarkan di jalan Allah, yang mana mereka ini meniru dan menempuh jalan Fir’aun dan kaumnya. (dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong) Yakni tidak ada yang mampu menolong dan menghalangi mereka dari azab Allah.
Tafsir Ash-Shaghir
Kami menjadikan mereka para pemimpin} pemimpin untuk kesesatan {yang mengajak ke neraka. Pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong
Tafsir Hidayatul
Karena mengajak manusia berbuat syirk dan kemaksiatan. Dari azab Allah.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qashash ayat 41: Allah jadikan fir’aun dan kaumnya sebagai pemimpin yang penuh penghinaan di mana mereka diseru menuju jahannam, dan di hari kiamat, tiada penolong bagi mereka dan tiada yang menyelamatkan mereka dari adzab yang keras.