Surah Ar-Rahman : Ayat 41
يُعْرَفُ ٱلْمُجْرِمُونَ بِسِيمَٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِٱلنَّوَٰصِى وَٱلْأَقْدَامِ

"Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
41-42. Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu dengan mudah mereka direnggut ubun-ubun dan kakinya untuk dilempar ke neraka. Ini merupakan peringatan keras Allah kepada para jin dan manusia. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'41-42
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 37-45 Allah SWT berfirman: (Maka apabila langit telah terbelah) yaitu pada hari kiamat, sebagaimana yang ditunjukkan ayat-ayat ini dengan apa yang serupa dengannya dari segi maknanya sebagaimana firmanNya: (dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (16)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah (Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (25)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah: (Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya (1) dan sudah semestinya langit itu patuh (2)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah SWT: (dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak) yaitu lebur sebagaimana leburnya emas dan perak dalam penuangannya, dan berwarna-warni, demikian itu karena kerasnya azab dan dahsyatnya kejadian hari kiamat yang sangat agung. Mujahid berkata bahwa (ad-dihan) adalah sebagaimana warna minyak yang mengkilap. Firman Allah SWT: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) Ini sebagaimana firmanNya: (Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) (35) dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan (36)) (Surah Al-Mursalat) Ini menceritakan suatu keadaan, dan dalam keadaan yang lainnya semua makhluk akan ditanyai tentang amal perbuatan mereka. Allah SWT berfirman: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) (Surah Al-Hijr) Oleh karena itu, Qatadah berkata tentang firmanNya: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) bahwa sebenarnya telah dilakukan pertanyaan, kemudian mulut-mulut kaum dikunci dan berbicaralah kedua tangan dan kedua kaki mereka menceritakan apa yang telah mereka kerjakan. Allah SWT berfirman: (Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya) yaitu melalui tanda-tanda yang ada pada diri mereka. Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa para malaikat mengenal mereka melalui rupa mereka yang hitam dan mata mereka yang biru. Saya berkata,”Ini sebagaimana orang-orang mukmin diketahui, melalui kilauan dan cahaya akibat dari bekas wudhu’ mereka. Firman Allah: (lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka) yaitu para malaikat zabaniyah memegang ubun-ubun dan kedua kaki mereka, lalu mencampakkan mereka ke dalam neraka. Firman Allah SWT: (Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa (43)) yaitu, inilah neraka yang dahulu kalian dustakan keberadaannya, kini berada di hadapan kalian yang kalian saksikan sendiri dengan mata kalian sendiri. Hal ini dikatakan kepada mereka sebagai kecaman, cemoohan, dan penghinaan. Firman Allah SWT: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu adakalanya mereka disiksa di dalam neraka Jahanam, dan adakalanya mereka diberi minum dengan air panas, yaitu minuman yang panasnya seperti tembaga yang dilebur shingga semua usus dan isi perut mereka hancur karenanya. Ini sebagaimana firmanNya: (ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret (71) ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (72)) (Surah) Firman Allah SWT (an) yaitu sangat panas sehingga tidak tertahankan lagi karenanya. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu mencapai puncaknya sehingga sangat amat panas. Demikian juga dikatakan Mujahid Diriwayatkan dari Al-Qurazhi tentang firmanNya (air yang mendidih yang memuncak panasnya) yaitu saat itu juga. Pendapat itu juga dikatakan oleh Ibnu Zaid. Pengertian ini tidak bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Al-Qurazh bahwa itu sangat panas, sebagaimana firmanNya: (diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas (5)) (Surah Al-Ghasyiyah) yaitu yang sangat panas. Sebagaimana firmanNya: (dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)) (Surah Al-Ahzab: 53) yaitu kemasakan dan kematangannya. Firman Allah: (air mendidih yang memuncak panasnya) yaitu yang amat sangat panas. Mengingat hukuman kepada orang-orang yang durhaka lagi berdosa dan pemberian nikmat kepada orang-orang yang bertakwa merupakan karunia, rahmat, keadilan, dan kasih sayangNya kepada makhlukNya dan peringatan Allah terhadap mereka tentang azab dan pembalasanNya untuk mencegah mereka dari kemusyrikan, kedurhakaan, dan hal lainnya, maka Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (45))
Tafsir As-Sa'di
41-42. Di sini kemudian Allah berfirman, “Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” maksudnya, ubun-ubun dan kaki mereka dipegang untuk kemudian mereka diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka. Pertanyaan Allah dalam ayat ini hanyalah sebagai celaan dan pembuktian akan apa yang telah mereka lakukan. Pada hakikatnya Dia lebih mengetahui daripada mereka, hanya saja Allah menghendaki agar keagungan hujjah dan hikmahNya tampak disaksikan oleh seluruh makhlukNYa.
Tafsir Al-Wajiz
41. Para kriminal yang penuh dosa diberi tanda pada wajah-wajah mereka, yang mana wajah-wajah mereka menjadi hitam dan matanya menjadi biru. Kemudian malaikat menarik mereka pada bagian ubun-ubunnya, lalu mengikat kakinya sampai ubun-ubun (An-Nawashi adalah bentuk jamak dari naashiyah yaitu bagian ujung kepala), kemudian mereka dilemparkan ke dalam neraka.
Tafsir Al-Muyassar
41. Para malaikat mengetahui orang-orang yang gemar berbuat dosa dengan tanda-tanda mereka, maka para malaikat tersebut memegang mereka, mencengkeram ubun-ubun dan kaki-kaki mereka, lalu mencampakkan mereka ke dalam neraka.
Tafsir Al-Madinah
41-45. Para malaikat azab telah mengetahui orang-orang yang mendustakan Allah melalui tanda-tanda yang ada pada mereka. Lalu para malaikat itu menarik ubun-ubun dan kaki mereka, kemudian melempar mereka ke neraka Jahannam. Maka kenikmatan mana yang Tuhan kalian berikan, yang kalian ingkari wahai jin dan manusia? Akan dikatakan kepada mereka: “Inilah neraka Jahannam yang diingkari oleh para pelaku dosa ketika mereka di dunia.” Dan mereka akan ada di antara neraka Jahannam yang membara dan air mendidih yang sangat panas. Maka kenikmatan mana yang Tuhan kalian berikan, yang kalian ingkari wahai jin dan manusia?
Tafsir Al-Mukhtashar
41. Orang-orang yang berdosa pada hari Kiamat dikenali dari tanda-tanda mereka yaitu wajah yang hitam dan mata yang biru, lalu ubun-ubun mereka ditekukkan ke kaki-kaki mereka kemudian dilemparkan ke dalam Neraka.
Tafsir Zubdatut
41. (Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya) Tanda mereka adalah wajah yang hitam dan mata yang membiru. Pendapat lain mengatakan bahwa tanda mereka adalah kesedihan dan kesusahan yang menyelimuti wajah mereka. (lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka) Makna () adalah rambut kepala bagian depan. kaki mereka akan ditarik ke ubun-ubun mereka dan mereka kemudian dilempar oleh malaikat ke neraka.
Tafsir Li Yaddabbaru
Di akhirat, perkara orang yang tidak dikenal tidak akan didaftarkan! { } "Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya" dengan tanda-tanda muncul pada mereka: { } "dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram"
Tafsir Ash-Shaghir
Para pendosa dikenali dengan tanda-tanda mereka} dengan tanda-tanda mereka {lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya} lalu ubun-ubun mereka disatukan dengan kaki mereka, lalu mereka dilepmparkan ke dalam neraka
Tafsir Hidayatul
Yaitu dengan hitam wajahnya dan biru matanya sebagaimana yang dikatakan Qatadah dan Al Hasan. Maksudnya, ubun-ubun orang yang berdosa dan kakinya direnggut lalu dilempar ke dalam neraka dan mereka diseret di sana. Allah Subhaanahu wa Ta'aala jika bertanya kepada mereka, maka maksudnya pertanyaan untuk menghinakan dan agar mereka mengakuinya karena Dia lebih mengetahui dari mereka, akan tetapi Dia ingin menunjukkan kepada makhluk hujjah-Nya yang kuat dan hikmah-Nya yang dalam.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ar-Rahman ayat 41: Allah menyebutkan bahwa orang-orang pendosa dan yang melanggar ketetapan Allah dengan kesyirikan dan maksiat, pada hari kiamat mereka akan dapat diketahui dengan ciri-ciri khusus pada mereka; Seperti hitamnya wajah dan birunya mata-mata mereka; Kemudian para malaikat adzab memegang ubun-ubun mereka, dimana diikat bagian kepala mereka dengan kaki mereka, kemudian dilemparkan api padanya.