Surah Al-An'am : Ayat 41
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ
"(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Tidak mungkin kamu menyeru tuhan-tuhan itu, tetapi hanya kepada-Nya kamu menyeru untuk meminta pertolongan. Maka jika dia menghendaki, dia akan dengan mudah menghilangkan apa, yakni bahaya, yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan pada hari kiamat pasti akan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan dengan Allah saat di dunia, karena saat itu tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengingkari kuasa Allah (lihat: surah al-fa'tihah/1: 4). Ayat ini mengabarkan bahwa ketentuan tersebut berlaku juga atas umat sebelumnya. Dan sungguh, kami telah mengutus para rasul kepada umat-umat sebelum engkau, wahai nabi Muhammad, tetapi mereka durhaka, maka kemudian kami siksa mereka dengan menimpakan kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon kepada Allah sambil mengakui kesalahan dan dengan sikap kerendahan hati, semoga kiranya Allah menerima tobat mereka sehingga dapat terhindar dari siksa Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 40-45 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Berbuat lagi Dzat yang mengatur makhlukNya sesuai yang Dia kehendaki. Tidak ada yang bisa menolak hukumNya, dan tidak ada satu punyang mampu mengubah hukumNya atas makhlukNya, bahkan hanya Dialah Tuhan tidak ada sekutu bagiNya. Dzat yang ketika diminta, maka Dia mengabilkannya bagi orang yang Dia kehendaki. Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepada kalian, atau datang kepada kalian hari kiamat”) yaitu datang kepada kalian ini atau itu (apakah kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar) yaitu janganlah kalian berdoa kepada, selain Allah, karena kalian mengetahui bahwa tidak ada satu pun yang mampu menghilangkan hal itu selain Dia. Oleh karena itu Allah berfirman: (jika kalian orang-orang yang benar) yaitu dalam perbuatan kalian yang mengambil tuhan-tuhan bersama Dia ((Tidak), tetapi hanya Dialah yang kalian seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kalian berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kalian tinggalkan sembahan-sembahan yang kalian sekutukan (dengan Allah) (41)) yaitu dalam keadaan darurat kalian tidak berdoa kepada siapa pun selain Allah, dan hilanglah dari kalian berhala-berhala dan tandingan-tangingan kalian. Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia) (Surah Al-Isra: 67) Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan) yaitu kemiskinan dan kesulitan dalam hidup (dan kemelaratan) yaitu penyakit dan luka (supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri) yaitu mereka berdoa kepada Allah, merendahkan diri dan tunduk kepadaNya. Allah berfirman: (Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka) yaitu kenapa ketika Kami menguji mereka dengan hal itu, mereka tidak menundukkan dan mendekatkan diri kepada Kami (bahkan hati mereka telah menjadi keras) yaitu tidak lembut dan tidak khusyu’ (dan setan pun menghiasi untuk mereka yang selalu mereka kerjakan) yaitu kemusyrikan, keingkaran, dan kemaksiatan (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka) yaitu mereka berpaling dari hal itu dan melupakannya serta meninggalkannya (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu Kami membukakan untuk mereka pintu-pintu rezeki dari setiap hal yang mereka pilih. Itu merupakan pembiaran dari Allah untuk mereka, dan pemenuhan keinginan mereka, kami berlindung kepada Allah dari tipu daya itu. Oleh karena itu Allah berfirman: (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka) yaitu berupa harta, anak, dan rezeki (Kami siksa mereka dengan tiba-tiba) yaitu ketika keadaan lalai (maka ketika itu mereka terdiam putus asa) yaitu mereka putus asa dari setiap kebaikan. Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-mublis” adalah orang yang putus asa Qatadah berkata bahwa siksa atas suatu kaum secara tiba-tiba adalah urusan Allah. Allah tidak akan menyiksa suatu kaum begitu saja, kecuali di saat mereka lalai, lengah, dan hanyut dalam kenikmatan mereka. Maka janganlah teperdaya oleh ujian Allah, Sesungguhnya tidak ada teperdaya oleh ujian Allah kecuali kaum yang fasik Malik meriwayatkan dari Az-Zuhri terkait firmanNya: (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu kemakmuran dan kemudahan dunia. Diriwayatkan dari Uqbah ibnu Amir, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Apabila kamu melihat Allah memberikan kesenangan dunia kepada seorang hamba yang berbuat maksiat terhadapNya sesuka hatinya, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj”. Kemudian Rasulullah SAW membacakan ayat: (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (44)) (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) sebagaimana Allah berfirman (Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (45))
Tafsir As-Sa'di
41. “Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadaNYa jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).” Maksudnya, jika demikian keadaanmu dengan sesembahan-sesembahanmu yang mana pada waktu sulit kamu melupakannya Karena kamu mengetahui bahwa sesembahan itu tidak memiliki manfaat dan mudarat, dan tidak memiliki hak mematikan, menghidupkan, dan membangkitkanmu. Justru kamu malah mengikhlaskan doa kepada Allah, karena kamu mengetahui bahwa Dia-lah yang mendatangkan mudarat dan manfaat, yang menjawab doa orang yang dalam kesulitan. Mengapa dalam keadaan suka kamu menyekutukanNya dengan sesuatu dan membuat tandingan-tandingan untukNya? Adakah dalil aqli dan naqli yang menunjukanmu kepada itu? Adakah kamu mempunyai ilmu tentang itu? Ataukah kamu berdusta atas Nama Allah?
Tafsir Al-Wajiz
41 Tidak, tetapi hanya Dialah yang kamu seru ketika keadaan mendesak, bukan selain Dia. Maka Dia menghilangkan bahaya sesuai doa kamu kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan dengan Allah sebelum azab itu turun kepada kalian.
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan nanti kalian akan memohon (disana) kepada tuhan kalian (Allah) yang telah menciptakan kalian, bukan kepada yang lain, dan kalian akan meminta pertolongan kepadaNya, lalu Dia mengangkat bala besar yang tengah menimpa kalian, jika Dia menghendaki. Sebab sesungguhnya Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Dan pada hari itu kalian akan meninggalkan berhala-berhala, patung-patung, dan pembela-pembela kalian. ”
Tafsir Al-Madinah
41. Sungguh kalian tidak akan menyembah tuhan-tuhan dan berhala-berhala kalian, karena fitrah kalian akan menghadap kepada pencipta-Nya. Kalian akan menyembah-Nya dengan penuh ketundukan, karena itu merupakan fitrah manusia meskipun lisan kalian tidak mengatakan itu. Pada keadaan seperti itu fitrah manusia akan menghadap kepada Tuhannya dan lupa bahwa dia telah menyekutukan-Nya. Pada saat itulah akan tersingkap kebenaran yang sesungguhnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
41. Yang pasti ketika itu kalian tidak akan memanjatkan doa kecuali kepada Allah yang telah menciptakan kalian agar Dia menghindarkan kalian dari bencana dan melenyapkan kesulitan kalian. Karena hanya Dia lah yang mampu melakukan hal itu. Sedangkan tuhan-tuhan lain yang kalian sembah bersama Allah pasti akan kalian tinggalkan, karena kalian tahu bahwa mereka tidak dapat mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat.
Tafsir Zubdatut
41. (tetapi hanya Dialah yang kamu seru) Dan tidak menyeru yang lain, bahkan kalian akan mengikhlaskan seruan itu kepada-Nya dalam keadaan-keadaan genting ini. (maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya) Yakni agar Allah menjawab seruan kalian dengan mengangkat azab jika Dia menghendaki. (dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan) Baik itu patung-patung dan lainnya. Mereka tidak berdoa diwaktu-waktu susah kecuali kepada Allah.
Tafsir Ash-Shaghir
Tidak. Hanya kepadaNya kalian akan menyeru. Maka jika Dia menghendaki, Dia akan menghilangkan apa yang kalian mohonkan kepadaNya, dan kalian melupakan} meninggalkan {apa yang kalian persekutukan
Tafsir Hidayatul
Surat Al-An’am ayat 41: Yakni dalam situasi sulit. Jika demikian keadaan kamu kepada sesembahan kamu, yakni kamu lupakan mereka ketika situasi sulit karena kamu mengetahui bahwa mereka tidak mampu menolong kamu, dan kamu alihkan doa kamu kepada Allah karena kamu mengetahui bahwa hanya Dia yang mampu menolong kamu, lalu mengapa kamu menyekutukan Allah dalam situasi tenang dan mengadakan sekutu bagi-Nya dengan menyembah patung, padahal kamu mengetahui keadaannya yang lemah? Dengan tidak berdoa kepada patung dan apa yang mereka persekutukan lainnya dengan Allah.