Surah An-Nazi'at : Ayat 41
فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ

"maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."

Tafsir Ringkas Kemenag
40-41. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama, maka sungguh, surgalah tempat tinggal-Nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung tuhan yang maha pemurah. 42. Wahai nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat dengan penuh keingkaran, 'kapankah terjadinya''.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 40-41 “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya,” yakni takut berdiri di hadapanNya dan pembalasanNya yang adil, lalu rasa takut ini berpengaruh di hatinya “dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,” yang menghadangnya dari ketaatan kepada Allah sehingga keinginan hawa nafsunya mengikuti ajaran yang dibawa Rasul, dia menahan hawa nafsu dan keinginan yang menghadang kebaikan, “maka sesungguhnya surgalah,” yang mencangkup segala kebaikan, kesenangan, dan nikmat “tempat tinggal” bagi orang yang sifatnya seperti itu. “(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Hari Kiamat, kapankah terjadinya. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (Hari Kiamat). Pada hari mereka melihat hari berabngkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi.” (An-Naziat: 42-46)
Tafsir Al-Wajiz
40-41. Adapun mereka yang takut kepada Dzat Yang Maha Suci yaitu Allah, dan mempersiapkan bekal hari kiamat. Kemudian mampu menahan hawa nafsu mereka maka tempat tinggal bagi mereka adalah surga. Tidak ada tempat lain yang sesuai selain surga. Neraka adalah tempat bagi orang yang bermaksiat dan surga adalah tempat bagi orang yang taat.
Tafsir Al-Muyassar
40-41. Sedangkan orang yang takut akan saat dia berdiri menghadap Allah untuk perhitungan amal, dan menahan dirinya dari hawa nafsu yang rusak, Maka tempat tinggalnya adalah surga.
Tafsir Al-Mukhtashar
40-41 Adapun bagi orang yang takut apabila berdiri di hadapan Rabbnya dan menahan nafsunya dari keinginan terhadap apa yang diharamkan oleh Allah, maka Surga adalah tempat tinggal terakhir baginya.
Tafsir Zubdatut
41. (maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)) Yakni tempat yang akan menjadi tempat tinggalnya, tidak ada tempat baginya selain surga.
Tafsir Li Yaddabbaru
40-41 1 ) Hatim al-ashom berkata : "Aku melihat sebagian besar manusia telah menuruti hawa nafsu mereka, dan mereka bergegas mencari apa-apa yang menjadi keinginan nafsu mereka, maka aku mengamati ayat Allah : { , } , dan yakinlah aku bahwasanya al-qur'an adalah sebenar-benarnya perkataan, maka aku bersegera menyalahi keinginan diriku, dan aku menyingsingkan lengan baju untuk berusaha melawan keinginan itu, dan aku juga tidak memberikan kepadanya kepuasan terhadap keinginan syahwatnya, sampai akhirnya dia ridho dengan ketaatan kepada Allah. 2 ) { , } Setiap muslim butuh dengan rasa takut kepada Allah, dan menghalangi dirinya dari ketergantungan kepada hawa nafsu, adapun keinginan hawa nafsu dan syahwat tidak dibalas dengan siksaan sampai nafsu syahwat itu dituruti dan dikerjakan, sedangkan jika dirinya berkeinginan kuat dan dia mengalangi dan melarang dirinya untuk melakukan keinginan tersebut, maka larangan itu akan bernilai ibadah disisi Allah, juga bernilai amal shalih, dan { } yakni, berdirinya dia menghadap Allah untuk menerima ganjaran amalannya tersebut. 3 ) { , } Jika kamu mendengarkan di salah satu siaran televisi suatu pembahasan tentang agama, dan di kesempatan lain kamu mendengarkan sebuah nyanyian, kemudian kamu meninggalkan nyanyian itu demi bertahan untuk menyerap lebih banyak manfaat dari pembahasan agama itu, maka pada saat itu kamu memiliki keinginan yang kuat, karena kamu telah melewati jalan yang sulit, kamu telah berusaha untuk mendaki tanjakan yang tinggi, dan mendaki tanjakan adalah sulit, sedangkan menruni penurunan itu mudah. 4 ) { , } Apakah kamu mengira bahwasanya seorang muslim yang mampu menundukkan hawa nafsunya, dan senantiasa bermujahadah untuk mensucikan dan mengendalilkan dirinya tidak ada gejolak nafsu dalam dirinya, sungguh tidak, dalam dirinya ia merasakan begitu berat dorongan dari dalam sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang buruk selainnya, bahkan ia dapat merasakan hal yang lebih besar, akan tetapi dia melarang dan menghalangi dirinya karena takut dengan keadaan yang akan terjadi saat ia berdiri menghadap tuhannya, maka dia pun melarang dengan mengendalikan dirinya dari kejamnya hawa nafsu. 5 ) Mahar surga : { , } kepada pemilik hati yang keras, sampai kapan kamu akan terus menjadi hamba bagi nafsumu, kamu yang menyembah dinar dan dirham ? jika kamu terus berbuat demikian, lalu kapan tauhid akan masuk kedalam hatimu dengan sempurna ?
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya surga adalah tempat tinggal (baginya
Tafsir Hidayatul
Yang merupakan tempat yang penuh kebaikan, kegembiraan dan kenikmatan.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nazi’at ayat 41: 40-41. Selanjutnya, Allah juga jelaskan bagi siapa yang takut dari mereka (manusia) dari adzab dan siksa-Nya, kemudian mereka berusaha untuk menahan dirinya dari hawa nafsunya yang bekaitan dengan ketaatan kepada Allah; Maka Allah kabarkan bahwa tempat tinggalnya adalah di surga yang penuh kenikmatan.